Menantu Bacok Mertua hingga Tewas di Teras Rumah, Polisi Ungkap Motifnya

Sampang – Metrosiar – Nasib tragis dialami Misnaji (50), warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Ia tewas setelah dibacok menantunya sendiri berinisial DL (25) menggunakan caluk atau parang yang biasa digunakan untuk mengupas kelapa.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Korban meninggal dunia dengan luka pada leher sebelah kiri,” kata Eko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kejadian bermula saat korban sedang duduk di teras rumah setelah mengupas kelapa. Tidak lama kemudian, pelaku datang dan tiba-tiba mengambil senjata tajam jenis caluk atau parang yang berada di teras rumahnya.
“Tiba-tiba DL mengambil senjata tajam jenis caluk (parang) yang biasa digunakan untuk mengupas kelapa di teras rumahnya,” ujar Eko.
“Terduga pelaku kemudian membacokkan senjata itu kepada korban yang tengah duduk hingga mengenai leher sebelah kiri, dan korban meninggal dunia di lokasi,” imbuhnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri. Namun, anggota Polsek setempat bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Sampang berhasil menemukan dan mengamankan pelaku.
Pelaku diamankan di sebuah musala di Dusun Burajeh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, beberapa saat setelah kejadian. Selanjutnya, pelaku dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
“Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam yang terdapat bercak darah serta pakaian korban berupa jaket dan sarung yang juga terdapat bercak darah,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati pelaku. Namun, polisi belum membeberkan secara rinci persoalan yang menjadi pemicu sakit hati tersebut.
“Dugaan sementara kejadian ini dipicu sakit hati, hingga pelaku menganiaya korban menggunakan caluk,” tandas Eko.









