Metrosiar – Laskar Merah Putih (LMP) merupakan salah satu organisasi masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejarah organisasi ini sangat erat kaitannya dengan semangat nasionalisme dan keberanian dalam membela tanah air.
Salah satu tokoh penting dalam perjalanan LMP adalah H. Arsyad Cannu, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih.
Sejarah Berdirinya LASKAR MERAH PUTIH

Provinsi Banten. (Foto: Dok. LMP Banten)
LMP didirikan pada saat-saat kritis dalam sejarah bangsa Indonesia, khususnya terkait dengan peristiwa Referendum Timor Timur pada tahun 1999.
Ketika Timor Timur memilih untuk berpisah dari Indonesia, LMP berperan penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dalam situasi yang penuh tantangan ini, tokoh seperti Eurico Guterres bersama rekan-rekannya menggerakkan organisasi ini untuk tetap setia pada Indonesia dan berjuang agar wilayah tersebut tetap berada dalam kesatuan NKRI.
Selain itu, LMP juga tercatat berperan aktif dalam beberapa kejadian penting lainnya, salah satunya adalah kasus Manohara.
Manohara, seorang model dan aktris Indonesia, sempat terlibat dalam kasus hukum yang melibatkan keluarga kerajaan Malaysia.
LMP lah yang berhasil masuk ke Malaysia untuk memboyong Manohara kembali ke Indonesia, menunjukkan keteguhan mereka dalam menjaga kehormatan dan kedaulatan negara.
Kepemimpinan H. Arsyad Cannu

H. Arsyad Cannu mengemban amanah sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih dalam kondisi yang penuh dinamika.
Sebelumnya, organisasi ini mengalami dualisme kepemimpinan, yang akhirnya dapat diselesaikan dengan terbitnya AHU (Administrasi Hukum Umum) dari Kementerian Hukum dan HAM pada 9 Januari 2025.
Dengan terbitnya AHU ini, maka H. Arsyad Cannu secara sah dan diakui oleh negara sebagai Ketua Umum yang sah dari LMP.

Sebagai Ketua Umum LMP, H. Arsyad Cannu membawa Laskar Merah Putih untuk lebih fokus dalam penguatan solidaritas dan kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta menjaga keutuhan NKRI.
Kepemimpinan H. Arsyad Cannu juga memperlihatkan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial-politik yang berkembang di Indonesia.
Filosofi Warna Seragam dan Atribut LMP

Laskar Merah Putih memiliki seragam dan atribut dengan lima warna yang memiliki makna mendalam sebagai simbol perjuangan dan identitas organisasi ini. Berikut adalah makna di balik masing-masing warna:
- Warna Merah: Melambangkan keberanian. Merah juga menjadi simbol semangat juang yang tak kenal takut, serupa dengan semangat para pejuang kemerdekaan Indonesia.
- Warna Putih: Melambangkan kesucian. Putih adalah warna yang menandakan niat yang tulus dan bersih dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Ini juga mencerminkan Bendera Merah Putih Indonesia yang menjadi simbol kebanggaan bangsa.
- Warna Hijau: Melambangkan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan semangat untuk bela negara. Warna hijau menunjukkan kedekatan LMP dengan TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.
- Warna Coklat: Melambangkan POLRI (Polisi Republik Indonesia). Coklat menjadi simbol bagi POLRI dalam menjalankan tugasnya untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat Indonesia.
- Warna Hitam: Mengandung dua makna. Pertama, hitam melambangkan Ulama yang memiliki peran penting dalam memberikan nasihat dan bimbingan spiritual. Kedua, hitam juga melambangkan Pendekar, yang identik dengan kekuatan dan keberanian dalam menghadapi ancaman dan tantangan.
Peran LMP dalam Keadaan Darurat
Laskar Merah Putih selalu siap untuk bergerak maju di garis depan apabila Negara dalam keadaan darurat. Dengan prinsip “Maju Paling Terdepan”, LMP siap memberikan kontribusi besar dalam situasi apapun, baik dalam aspek keamanan, kemanusiaan, atau pertahanan negara.
Pengakuan Negara

Pada 9 Januari 2025, LMP resmi mendapatkan pengakuan dan legalitas dari pemerintah melalui terbitnya AHU dari Kementerian Hukum dan HAM.
Dengan adanya AHU ini, H. Arsyad Cannu secara resmi menjadi Ketua Umum yang sah dan diakui oleh negara, sekaligus mengakhiri dualisme kepemimpinan yang sempat terjadi dalam tubuh organisasi ini.

H. Arsyad Cannu sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih membawa organisasi ini ke arah yang lebih solid dan terorganisir, serta memastikan LMP tetap relevan dan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.
Filosofi warna yang mendalam dan sejarah perjuangan yang penuh makna, Laskar Merah Putih akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Dengan disahkan oleh H. Arsyad Canu, hal ini secara langsung menegaskan posisi H. Rudy Ongki Ginting sebagai Ketua Markas Daerah (KAMADA) Provinsi Banten.
Perannya sangat penting dalam mengembangkan keberadaan LMP agar dapat bersinergi dengan para ulama dan tokoh masyarakat Banten yang memiliki keunikan tersendiri.(*)
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Humas LMP Banten/Metrosiar.com









