Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten

Avatar photo

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Kombes Pol Maruli Ahies Hutapea menunjukkan barang bukti berupa pelat nomor kendaraan yang diamankan dalam pengungkapan kasus dugaan pemerasan, pengancaman, dan penganiayaan yang ditangani Polda Banten.

Kombes Pol Maruli Ahies Hutapea menunjukkan barang bukti berupa pelat nomor kendaraan yang diamankan dalam pengungkapan kasus dugaan pemerasan, pengancaman, dan penganiayaan yang ditangani Polda Banten.

Serang, Metrosiar – Polda Banten kembali mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan pemerasan, pengancaman, dan penganiayaan terhadap seorang anggota Brimob yang terjadi di halaman RS Fatimah, Kota Serang, pada 2 Juni 2026. Dalam pengembangan kasus tersebut, dua pelaku tambahan berhasil ditangkap sehingga total tersangka yang telah diamankan menjadi empat orang.

Perkembangan penanganan perkara ini disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan pada Kamis (04/06/2026).
Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan, peristiwa bermula ketika istri korban yang bekerja sebagai bidan di RS Fatimah selesai bertugas sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, ia menghubungi suaminya yang merupakan anggota Brimob untuk menjemputnya.

“Peristiwa berawal saat istri korban yang bekerja sebagai bidan di RS Fatimah selesai bertugas sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, yang bersangkutan menghubungi suaminya yang merupakan anggota Brimob. Beberapa rekan korban kemudian turut datang ke lokasi hingga terjadi perdebatan yang berujung pada aksi penganiayaan,” jelasnya.
Dalam pengembangan penyelidikan, Polda Banten kembali menangkap dua pelaku berinisial GB dan MM yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Baca juga:  Kawal Ojol ke Monas, Aksi Polisi Ini Bikin Perjalanan May Day Tanpa Drama

“Kemudian bertambah dua orang lagi berinisial GB dan MM yang berhasil diringkus kemarin, sehingga total pelaku yang telah diringkus berjumlah empat orang. Keempat pelaku diketahui berada di lokasi kejadian dengan peran yang berbeda-beda, ada yang melakukan pelemparan batu, melakukan pengancaman, pemerasan, hingga berupaya merebut kendaraan milik korban berupa Daihatsu Xenia tahun 2024. Sementara itu, enam orang lainnya telah teridentifikasi dan masih dalam proses pengejaran,” ujar Kombes Pol Dian.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon genggam, dua unit mobil Toyota Fortuner yang digunakan untuk operasional debt collector, serta surat tugas yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Dian mengungkapkan modus operandi yang digunakan para pelaku. Mereka diduga memanfaatkan aplikasi milik PT Putra Putri untuk mendeteksi kendaraan yang menunggak pembayaran angsuran, kemudian menghentikan kendaraan di jalan dan meminta sejumlah uang kepada penguasanya.

“Apabila pemegang kendaraan memberikan sejumlah uang, kendaraan akan dilepas kembali. Namun jika tidak memberikan uang, kendaraan tersebut akan diambil oleh para matel. Untuk kendaraan yang berhasil dikuasai, ada yang diperjualbelikan sendiri oleh para matel dan tidak disetorkan kepada leasing yang memberikan tugas, melainkan digunakan untuk operasional. Salah satunya dua unit Toyota Fortuner milik leasing yang tidak diserahkan kepada leasing, tetapi digunakan untuk operasional dengan menggunakan sejumlah plat nomor palsu,” katanya.

Baca juga:  PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal terkait tindak pidana penganiayaan, pengancaman, dan pemerasan.
“Para pelaku dijerat dengan tindak pidana penganiayaan, pengancaman, dan pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” terangnya.
Di akhir keterangannya, Kombes Pol Dian Setyawan menegaskan komitmen Polda Banten dalam memberantas aksi premanisme yang berkedok penagihan kendaraan di wilayah hukumnya.

“Kami mengimbau agar tidak ada lagi kegiatan premanisme dengan cara-cara merampas kendaraan di jalan, khususnya di wilayah hukum Polda Banten. Kami akan menindak tegas setiap pelaku yang melakukan tindakan tersebut,” tutupnya.
Polda Banten memastikan proses pengejaran terhadap enam pelaku lain yang telah teridentifikasi masih terus dilakukan guna menuntaskan kasus tersebut dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

366 Personel Polda Bali Purna Bhakti, Kapolda Sampaikan Pesan Menyentuh
Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas
Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan
Kapolda Banten Lepas 7 Personel ke Tanah Suci, Titip Doa untuk Banten
Hari Juang Polri ke-81, Kapolda Banten Serukan Semangat Perjuangan
Para Jenderal Dukung Sholawat Besuki, Agus Flores: “Hanya Allah yang Membalas”
Aksi Humanis, Bhabinkamtibmas Polsek Mauk Bagikan Sembako Door to Door di Kemiri
Kapolda Banten Bacakan Pancasila, Ada Pesan Kuat dari Gubernur
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:41 WIB

366 Personel Polda Bali Purna Bhakti, Kapolda Sampaikan Pesan Menyentuh

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Kapolda Banten Lepas 7 Personel ke Tanah Suci, Titip Doa untuk Banten

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:46 WIB

Hari Juang Polri ke-81, Kapolda Banten Serukan Semangat Perjuangan

Berita Terbaru

Nusantara

The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:14 WIB