Bosko Ponong “Sentil” Pemkab Ngada: Jangan Kunci Data Gempa, Kerusakan Bisa Terus Bertambah

Avatar photo

Selasa, 1 September 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Amanat-Demokrat Yohanes Donbosko Ponong,S.Pd sedang menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan gempa bumi. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Ketua Fraksi Amanat-Demokrat Yohanes Donbosko Ponong,S.Pd sedang menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan gempa bumi. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Pemerintah Kabupaten Ngada diminta tidak menganggap data kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum hasil pendataan sebelumnya sebagai angka final. DPRD Ngada mengingatkan, kondisi di lapangan masih sangat dinamis karena gempa susulan terus terjadi dan dapat memperparah kerusakan bangunan.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Amanat-Demokrat DPRD Ngada, Yohanes Donbosko Ponong, S.Pd, dalam Persidangan III DPRD Ngada, Paripurna XII sekaligus pembukaan Masa Persidangan I DPRD Ngada, Senin (31/8/2026), di Ruang Transit DPRD Ngada.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, pimpinan dan anggota DPRD Ngada, Penjabat Sekretaris Daerah Ngada Yohanes Ghae, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Bosko menegaskan, pendataan yang sebelumnya dilakukan relawan ASN dengan turun langsung ke kelurahan dan desa di seluruh wilayah Kabupaten Ngada tidak boleh diperlakukan sebagai data akhir.

Menurutnya, gempa susulan dapat mengubah tingkat kerusakan bangunan. Rumah yang sebelumnya masuk kategori rusak ringan atau sedang bisa saja mengalami kerusakan lebih parah setelah kembali diguncang gempa.

“Saya minta kepada pemerintah agar data yang kemarin diambil oleh relawan ASN dari Kabupaten terhadap kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum yang ada di kelurahan dan desa tidak bisa dijadikan data final. Karena setelah relawan pulang sampai dengan saat ini masih ada gempa-gempa susulan, sehingga mengakibatkan status kerusakan bisa berubah dari ringan, sedang dan menjadi berat,” tegas Bosko.

Data Gempa Harus Bergerak, Bukan Dikunci

Politisi muda PAN yang merupakan anggota DPRD Ngada Daerah Pemilihan IV Riung dan Riung Barat itu meminta Pemkab Ngada membangun mekanisme pembaruan data secara berkala selama masa tanggap darurat.

Baca juga:  Festival Wolobobo 2025 Siap Digelar, Fokus Angkat Kopi, Tenun, dan Bambu sebagai Identitas Budaya Ngada

Baginya, persoalan data bukan sekadar angka di atas kertas. Akurasi data akan menentukan siapa yang mendapatkan bantuan, berapa kebutuhan logistik yang harus disiapkan, rumah mana yang membutuhkan penanganan segera, hingga menjadi dasar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya mengandalkan hasil pendataan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Data jangan dianggap selesai ketika pendataan selesai. Selama gempa susulan masih terjadi, data kerusakan juga harus terus diperbarui,” tegasnya.

Riung Diminta Jangan Luput dari Perhatian

Selain soal data, Bosko meminta Pemkab Ngada tidak mengendurkan penanganan selama masa tanggap darurat yang berdasarkan surat edaran Gubernur NTT berlangsung hingga 14 September 2026.

Ia meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama warga yang masih mengungsi dan mengalami trauma untuk kembali ke rumah, benar-benar terpenuhi.

Perhatian khusus, kata Bosko, harus diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Riung dan Riung Barat, yang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa dan masih membutuhkan penanganan serius.

“Mengingat saat ini adalah fase tanggap darurat, saya minta kepada pemerintah agar lebih fokus dan serius dalam memastikan penyaluran sembako, obat-obatan dan tenda hunian sementara bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Riung,” kata Bosko.

Ia menegaskan, keberhasilan penanganan bencana tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak paket bantuan yang tercatat telah disalurkan.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan distribusinya sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

Baca juga:  Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Fasilitas Kesehatan, Sekolah dan Rumah Ibadah Harus Diamankan

Bosko juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas umum yang terdampak gempa, terutama fasilitas kesehatan, pendidikan dan rumah ibadah.

Menurutnya, kerusakan fasilitas publik tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan pelayanan dasar masyarakat.

Ia meminta BPBD Ngada segera menyiapkan fasilitas sementara berupa tenda bagi fasilitas umum yang tidak lagi aman digunakan.

“Pemerintah harus memperhatikan beberapa fasilitas kesehatan, rumah ibadah dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan agar pihak BPBD segera memfasilitasi dengan tenda,” ujarnya.

Menurut Bosko, penyediaan tempat sementara penting agar pelayanan kesehatan tetap berjalan, proses belajar mengajar tidak terhenti, serta aktivitas keagamaan masyarakat tetap dapat berlangsung dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Keselamatan Warga Harus Jadi Ukuran Utama

Bosko yang juga menjabat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Ngada menegaskan, dalam situasi bencana, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja hanya berdasarkan data lama, tetapi terus melakukan verifikasi dan pembaruan selama kondisi di lapangan masih memungkinkan terjadinya perubahan.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap perubahan tingkat kerusakan tercatat dengan baik sehingga tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam penanganan.

“Selama kondisi masih berubah akibat gempa susulan, maka data juga harus bergerak. Jangan sampai data terkunci, sementara kondisi rumah warga terus berubah,” pungkasnya.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan
Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Berita ini 615 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB

Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penataan lapak pedagang di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

SP3 PKL Kutabaru Terbit, Penertiban Mandek Sebulan: Ada Apa?

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB