Jakarta, Metrosiar – Nama Management Development Institute of Singapore (MDIS) kembali menjadi sorotan setelah riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut terseret dalam polemik mengenai persyaratan pendidikan saat pencalonan Pilpres 2024.
MDIS merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta nirlaba di Singapura yang berdiri sejak 1956. Kampus tersebut menawarkan berbagai program pendidikan dan bekerja sama dengan sejumlah universitas internasional. Dalam keterangan resminya, MDIS menyebut Gibran merupakan mahasiswa penuh waktu pada periode 2007 hingga 2010.
Selama menempuh pendidikan di MDIS, Gibran disebut menyelesaikan Diploma Lanjutan, kemudian memperoleh gelar Bachelor of Science (Honours) bidang Marketing yang diberikan melalui mitra universitas MDIS saat itu, University of Bradford, Inggris.
Bukan kampus “abal-abal”
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, status MDIS perlu dilihat secara proporsional. MDIS tercatat sebagai lembaga pendidikan swasta di Singapura dan memiliki sertifikasi EduTrust. Dalam profil resminya, MDIS menyebut sertifikasi tersebut telah diperoleh sejak 2010 dan diperbarui pada 2014, 2018, serta 2023.
MDIS juga tercatat dalam berbagai basis data pendidikan internasional. Namun, perlu dibedakan antara status pengakuan institusi, kerja sama pemberian gelar, dan peringkat akademik. MDIS bukan universitas riset besar seperti National University of Singapore (NUS) atau Nanyang Technological University (NTU).
Dalam pemeringkatan Webometrics Januari 2026, MDIS berada di posisi ke-19 di Singapura dengan peringkat dunia 7.412. Angka tersebut merupakan hasil pemeringkatan berbasis indikator visibilitas dan performa web, sehingga tidak dapat disamakan dengan peringkat kualitas akademik secara keseluruhan.
Sementara itu, data AD Scientific Index yang diperbarui pada Agustus 2026 menunjukkan MDIS memiliki posisi yang relatif rendah dalam pemeringkatan berbasis dampak riset dan H-index dibandingkan institusi riset besar. Karena metode dan indikator setiap lembaga pemeringkat berbeda, angka ranking sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas sebuah perguruan tinggi.
Mengapa MDIS disebut kontroversial?
Polemik mengenai MDIS sempat ramai di media sosial sejak 2024, ketika sejumlah pengguna internet menyoroti ulasan negatif terhadap kampus tersebut. Beberapa pemberitaan ketika itu mengutip keluhan pengguna Google mengenai pelayanan, komunikasi, hingga persepsi terhadap kualitas pendidikan.
Namun, ulasan pengguna di internet tidak dapat dijadikan bukti bahwa MDIS merupakan institusi pendidikan ilegal atau tidak diakui. MDIS sendiri tercatat memiliki sertifikasi EduTrust dan telah beroperasi sejak 1956.
MDIS sudah mengonfirmasi pendidikan Gibran
Polemik mengenai riwayat pendidikan Gibran kembali menguat pada 2025. Pada 1 Oktober 2025, MDIS mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa Gibran memang pernah menjadi mahasiswa penuh waktu di institusi tersebut pada 2007–2010.
MDIS juga menjelaskan bahwa gelar sarjana Gibran diberikan melalui University of Bradford sebagai universitas mitra pada saat itu. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara tempat Gibran menjalani pendidikan di Singapura dan universitas yang memberikan gelar sarjananya.
Polemik terbaru bukan lagi sekadar soal MDIS
Perhatian publik kemudian bergeser kepada persoalan yang lebih luas, yakni persyaratan pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden.
Pada 6 Oktober 2026, Mahkamah Konstitusi memutus permohonan yang menggugat persoalan kualifikasi pendidikan Gibran tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum para pemohon. Namun, pertimbangan hukum dalam putusan tersebut kembali menjadi perhatian publik karena membahas persoalan bukti kualifikasi pendidikan yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.
Dengan demikian, menyebut MDIS sebagai “sekolah kontroversial” perlu dilakukan secara hati-hati. Yang menjadi kontroversi utama bukanlah pernyataan bahwa MDIS merupakan lembaga pendidikan ilegal, melainkan polemik mengenai riwayat pendidikan Gibran dan relevansinya terhadap persyaratan pencalonan wakil presiden.
Fakta yang telah dikonfirmasi MDIS adalah Gibran memang tercatat sebagai mahasiswa penuh waktu pada 2007–2010 dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana melalui University of Bradford sebagai mitra MDIS.
Kesimpulannya, MDIS merupakan institusi pendidikan swasta yang telah berdiri puluhan tahun dan memiliki sertifikasi EduTrust. Adapun kontroversi yang mengiringi namanya dalam beberapa tahun terakhir terutama muncul karena kaitannya dengan polemik pendidikan Gibran, bukan karena adanya bukti bahwa MDIS merupakan institusi pendidikan ilegal.









