FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Avatar photo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Merebaknya ujaran kebencian dan penghinaan yang berpotensi memicu konflik antarsuku di media sosial mendapat perhatian serius Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ngada. Forum yang menghimpun 18 paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia ini secara tegas menyatakan sikap untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, dan mencegah retaknya keharmonisan masyarakat.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di hadapan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, di Bajawa, Kamis (29/10/2026). Langkah ini merupakan bentuk keprihatinan FPK terhadap dinamika di media sosial yang dinilai berpotensi memicu keresahan serta mengganggu hubungan persaudaraan antarsuku, khususnya di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Melalui pernyataan sikap itu, FPK Ngada menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak boleh dijadikan alasan untuk menghina, melecehkan, ataupun menyebarkan kebencian terhadap sesama.

Forum yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Ngada Nomor 87/KEP/HK/2026 tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pernyataan yang beredar di media sosial.

Ada lima poin utama yang ditegaskan FPK Ngada dalam pernyataan sikapnya.

Pertama, mengutuk keras segala bentuk ujaran, tindakan, dan perilaku pelecehan berbasis SARA yang dapat merusak keharmonisan serta memecah belah masyarakat.

Kedua, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga tokoh masyarakat, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh setiap peristiwa yang berkembang.

Ketiga, mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial serta cerdas dalam menjaga dan merawat toleransi.

Keempat, meminta aparat penegak hukum menindak tegas penggunaan media sosial yang melanggar hukum dan berimplikasi pada terganggunya keamanan serta ketertiban masyarakat, terutama jika berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kelima, meminta Pemerintah Kabupaten Ngada terus menggencarkan sosialisasi empat pilar kebangsaan sebagai upaya memperkuat persatuan, kesatuan, dan semangat kebhinekaan.

FPK Hadir untuk Merawat Persaudaraan

Usai penyampaian pernyataan sikap, perwakilan Paguyuban Rote Ndao, Jemy Evendi Henuk, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi yang berkembang, terutama di media sosial.

Baca juga:  Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026

Menurutnya, FPK merupakan wadah yang mempertemukan berbagai suku dan paguyuban dengan tujuan menjaga keutuhan, persatuan, dan keharmonisan di Kabupaten Ngada.

“FPK ini dibentuk untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Kehadiran kami di sini untuk menyatakan sikap sebagai bentuk keprihatinan. Tentu saja, kami berharap dengan pernyataan sikap ini, kita tetap menjaga kesatuan dan keharmonisan yang ada di Kabupaten Ngada,” ungkap Jemy.

Ia menegaskan, keberagaman suku yang hidup berdampingan di Kabupaten Ngada merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama, bukan justru menjadi pemicu perpecahan akibat pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Jemy juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam dinamika yang berkembang di media sosial. Karena itu, pihaknya akan terus mengimbau keluarga besar paguyuban agar menjaga tutur kata, baik secara lisan maupun tertulis, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.

Menurutnya, setiap orang perlu mempertimbangkan dampak dari perkataan dan unggahan yang dibuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merusak hubungan antarsesama.

Bukan untuk Memperkeruh, tetapi Menetralisir Situasi

Senada dengan Jemy, perwakilan Paguyuban Timor, Endor Uria Tasoin, mengatakan bahwa pernyataan sikap FPK merupakan langkah untuk merespons berbagai kejadian di media sosial yang dinilai mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai, situasi tersebut perlu disikapi secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan merusak hubungan persaudaraan, khususnya antara masyarakat Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Baca juga:  Pasca Banjir Patramanggala, Camat Kemiri Turun Langsung Pantau Kondisi Warga

“Kami dari keluarga besar Ikatan Timor sangat berterima kasih atas pernyataan sikap ini, karena ini bukan untuk menindak, tetapi bagaimana menetralisir apa yang terjadi di dua kabupaten ini,” ungkap Endor.

Baginya, langkah yang dilakukan FPK menjadi pengingat bahwa setiap persoalan harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, dan tidak memperluas konflik melalui penyebaran pernyataan yang berpotensi menyulut emosi masyarakat.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat menahan diri serta tidak membiarkan persoalan yang berkembang di media sosial merusak hubungan baik yang selama ini telah terbangun.

Jangan Biarkan Medsos Merusak Keharmonisan

Jemy dan Endor sepakat bahwa persaudaraan dan keharmonisan yang selama ini dirasakan masyarakat di Kabupaten Ngada merupakan nilai penting yang harus dipertahankan.

Keduanya mengaku nyaman tinggal dan hidup di Ngada karena kuatnya rasa persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Kondisi tersebut, menurut mereka, harus terus dijaga agar semua kelompok dapat hidup berdampingan secara damai.

Pernyataan sikap FPK Ngada ini sekaligus menjadi seruan kepada masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Kebebasan menyampaikan pendapat hendaknya tidak berubah menjadi ruang untuk menghina, merendahkan martabat manusia, ataupun menyerang kelompok tertentu berdasarkan identitasnya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

Pesan FPK Ngada jelas: berbeda suku bukan alasan untuk bermusuhan. Persaudaraan harus tetap dijaga, toleransi harus terus dirawat, dan media sosial jangan sampai menjadi pintu masuk perpecahan di tengah masyarakat.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kiri), bersama Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, S.IP., M.Si. (kanan), meninjau kesiapan alat berat untuk pembangunan tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

Jelang Pembangunan Tanggul Cipangodokan, Lurah Kutabumi Tekankan Hal Ini!

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:40 WIB