Metrosiar, Tangerang Selatan — Ajang Circuit Athletic Tangsel Open 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, kembali melahirkan banyak talenta muda potensial di bidang atletik. Dari sekian banyak peserta, perhatian publik tertuju pada satu keluarga yang tampil menonjol, yakni keluarga Abdul Aziz.
Dalam kompetisi tersebut, lima anak dari keluarga ini berhasil meraih lima medali dari nomor yang diikuti. Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan olahraga sejak dini dalam lingkungan keluarga.
Varhan Abdul Aziz, ayah sekaligus pelatih bagi anak-anaknya, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasinya terhadap penyelenggaraan Tangsel Open yang menurutnya memiliki peran penting dalam perkembangan atlet muda.
“Kami sudah mengikuti ajang ini sejak 2024. Bahkan, medali pertama keluarga kami juga diraih di sini melalui putri kami, Falisha, yang mendapatkan perunggu di nomor sprint 30 meter,” ujar Varhan.
Ia menjelaskan, kelima anaknya memang telah memiliki pengalaman berkompetisi di berbagai nomor dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya, Fatih sebagai anak tertua pernah meraih juara 1 sprint 60 meter pada 2025 dan juara 3 sprint 80 meter pada 2026. Faris meraih juara 1 nomor 400 meter pada 2025, sementara Falisha, Fariza, dan Fadia juga mencatatkan prestasi di nomor sprint, termasuk raihan medali pada tahun ini.
Menariknya, Varhan menegaskan bahwa awal perjalanan ini bukan berorientasi pada prestasi, melainkan kesehatan.
“Saya pernah mengalami diabetes, lalu mulai memperbaiki hidup dengan olahraga. Dari situ, saya ingin anak-anak tumbuh sehat, maka sejak 2022 saya mulai melatih mereka. Prestasi itu datang kemudian sebagai bonus,” jelasnya.
Hingga saat ini, keluarga Abdul Aziz tercatat telah mengumpulkan lebih dari 110 gelar juara dari berbagai kejuaraan di delapan provinsi, mulai dari tingkat kecamatan hingga internasional. Fatih, anak sulung, menjadi penyumbang prestasi terbanyak dengan 65 kemenangan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Sementara itu, sang ibu, Dia Aqilatushshofia, menekankan bahwa tidak ada paksaan dalam perjalanan anak-anaknya menekuni dunia atletik.
“Semua berawal dari ketertarikan melihat ayahnya berlari. Anak-anak menjalani ini dengan senang. Kami hanya mendukung dan mengarahkan,” ujarnya.
Fatih sendiri mengaku bersyukur atas dukungan orang tua dan pelatih yang terus membimbingnya. Ia kini tengah mempersiapkan diri menghadapi ajang POPDA Banten 2026.
“Saya latihan enam hari dalam seminggu, pagi dan sore. Target saya bisa juara di POPDA, lalu lanjut ke tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
Menurutnya, perjalanan menjadi atlet tidak mudah, namun semangat dan dukungan keluarga menjadi kekuatan utama.
Prestasi keluarga Abdul Aziz ini menjadi inspirasi bahwa pembinaan sejak dini, konsistensi latihan, serta dukungan penuh dari keluarga dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi, bahkan dimulai dari lingkungan rumah sendiri.









