Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Avatar photo

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia turun 1,23% ke level US$ 4.769,13 per troy ons di tengah penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak.

Harga emas dunia turun 1,23% ke level US$ 4.769,13 per troy ons di tengah penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak.

Jakarta, Metrosiar – Harga emas dan perak diperkirakan bergerak volatil sepanjang pekan ini seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pergerakan harga logam mulia juga dipengaruhi sejumlah data makroekonomi yang akan menentukan apakah reli harga masih berlanjut atau justru mengalami koreksi.

Merujuk data Refinitiv, harga emas pada Senin (20/4/2026) pukul 06.27 WIB turun tajam 1,23% ke level US$ 4.769,13 per troy ons. Penurunan ini membuat emas kembali terlempar dari level psikologis US$ 4.800 per troy ons.

Harga minyak mentah WTI melonjak 6,9% ke US$ 89,61 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan 0,85% yang terjadi pada Jumat pekan lalu, ketika harga emas sempat menyentuh US$ 4.828,3 per troy ons. Meski demikian, dalam sepekan terakhir harga emas masih mencatat kenaikan 1,7% dan memperpanjang reli selama empat pekan berturut-turut.

Turunnya harga emas dipicu oleh kembali melonjaknya harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi yang berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat menahan pemangkasan suku bunga.

Baca juga:  Warga Desa Patramanggala Padati Halaman Kantor Camat Kemiri Sambut Idul Fitri 1446 H

Pada perdagangan awal pekan, Senin (20/4/2026) pukul 06.01 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 6,9% menjadi US$ 89,61 per barel. Sementara itu, minyak Brent internasional naik 5,6% ke level US$ 95,49 per barel.

Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada Jumat (18/4/2026), saat harga minyak sempat ambruk hingga 10% dalam sehari.

Lonjakan harga minyak juga membuat indeks dolar AS kembali menguat. Pada Senin pagi, indeks dolar berada di level 98,24 setelah sebelumnya sempat turun ke 98,08.

Karena pembelian emas dikonversi dalam dolar AS, penguatan mata uang tersebut berpotensi mengurangi minat investor terhadap logam mulia.

Sepanjang pekan ini, pelaku pasar akan mencermati pergerakan harga minyak mentah serta sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, seperti penjualan ritel, data perumahan, dan sentimen konsumen. Selain itu, data awal PMI manufaktur dan jasa dari sejumlah negara besar, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, juga diperkirakan menjadi perhatian investor.

Baca juga:  Laskar Merah Putih Ungkap Kondisi Malam Takbiran Idulfitri di Rajeg, Pengamanan Ketat dan Sinergi Masyarakat

Di sisi lain, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026. Kondisi ini diperkirakan dapat memengaruhi sentimen pasar global.

Vice President EBG-Commodity and Currency Research JM Financial Services Ltd, Pranay Mer, mengatakan investor ETF kembali masuk ke pasar logam mulia dalam sepekan terakhir setelah aksi likuidasi besar pada Maret.

Menurutnya, perak juga masih didukung sentimen positif dari logam industri, terutama tembaga, serta proyeksi defisit pasokan yang diperkirakan berlanjut selama satu tahun ke depan.

Pelaku pasar emas juga akan memantau sidang konfirmasi Senat Amerika Serikat terhadap Kevin Warsh sebagai Ketua baru Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung Selasa. Warsh diperkirakan akan menyampaikan sikap dovish terkait pelonggaran kebijakan moneter yang berpotensi memberi dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB