Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Program gentengisasi yang menyasar rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mulai menunjukkan hasil signifikan. Hingga Selasa (14/4/2026), progres pembangunan telah mencapai 35 persen.
Kegiatan ini dikawal langsung oleh Babinsa setempat, Sertu Warno, yang turun ke lapangan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana. Rumah milik Ibu Asih menjadi salah satu sasaran program, setelah sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan.
Program ini bertujuan mempercepat perubahan kondisi tempat tinggal warga, dari hunian yang rawan bocor dan tidak aman menjadi rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pemasangan bata ringan (hebel) sebagai struktur utama bangunan berukuran 5×6 meter. Proses pengerjaan juga melibatkan tenaga tukang lokal guna mempercepat penyelesaian.

“Progres sudah 35 persen. Kami dorong agar cepat selesai supaya ibu bisa segera menempati rumah yang lebih layak,” kata Sertu Warno saat memantau pekerjaan di lokasi.
Di tengah proses pembangunan, Ibu Asih mengaku haru dan tidak menyangka rumahnya bisa diperbaiki. “Dulu kalau hujan saya tidak bisa tidur karena bocor di mana-mana. Sekarang sudah mulai berdiri, saya sangat bersyukur,” ujarnya dengan suara bergetar.
Jika pengerjaan berjalan sesuai target, program gentengisasi ini diharapkan segera membawa perubahan nyata bagi kehidupan Ibu Asih, dari rasa cemas saat musim hujan menjadi harapan akan hunian yang lebih aman dan layak.










