Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya

Avatar photo

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfuz Sidik menjelaskan dampak geopolitik serangan Israel-AS terhadap Iran, termasuk implikasinya terhadap stabilitas Timur Tengah dan agenda perdamaian Gaza.

Mahfuz Sidik menjelaskan dampak geopolitik serangan Israel-AS terhadap Iran, termasuk implikasinya terhadap stabilitas Timur Tengah dan agenda perdamaian Gaza.

Jakarta, Metrosiar – Israel mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan militer yang didukung Amerika Serikat (AS) itu dinilai menunjukkan secara gamblang bahwa pihak yang paling berkepentingan atas pecahnya konflik ini adalah Israel.

Ketua Komisi I DPR periode 2010–2017, Mahfuz Sidik, menyebut Iran sebagai kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel.

“Iran adalah negara dengan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan, dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya terkait eskalasi konflik Israel-AS dan Iran dalam sebuah diskusi, menegaskan potensi meluasnya perang kawasan.

Menurutnya, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan konsep Israel Raya (The Greater Israel), sebagaimana mengacu pada sejumlah pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu,” katanya.

Situasi pun memanas. Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah, dan Arab Saudi.

Mahfuz menilai serangan balasan tersebut berpotensi memicu perang kawasan, karena dapat menyeret negara-negara Teluk ke dalam pusaran konflik yang lebih luas.

Baca juga:  Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Sebab, Israel dinilai memiliki kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan pemerintahan Iran dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

“Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” ujarnya.

Mahfuz juga berharap negara-negara Teluk berpikir ulang terkait kerja sama dalam mewujudkan perdamaian kawasan bersama Israel. Sejumlah negara Arab bahkan telah meminta AS tidak menggunakan atau mengizinkan instalasi militer mereka dipakai untuk menyerang Iran.

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat Indonesia itu menegaskan, serangan Israel-AS terhadap Iran yang terjadi pada bulan suci Ramadan berpotensi memicu sentimen negatif luas di kalangan umat Islam dunia terhadap Israel dan AS.

“Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tandas Mahfuz.

Ia juga menilai serangan tersebut dapat memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS, Donald Trump, di Gaza.

“Serangan ini dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” katanya.

Baca juga:  Begini Cara Syarikh Bikin Jemaah Calon Haji Indonesia Rindu Suasana Kampung di Makkah

Mahfuz berpandangan, langkah militer Israel-AS ke Iran bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Trump. Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik yang menyeluruh di kawasan tersebut.

“Tidak logis memadamkan api di satu area, tapi mengobarkan api di area lainnya dalam kawasan yang sama. Hal ini hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) terhadap ide perdamaian,” katanya.

Menurut Mahfuz, serangan Israel-AS ke Iran menjadi noda terhadap gagasan perdamaian Board of Peace dan semakin mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan stabilitas global.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat dunia kini tidak lagi melihat konflik ini semata sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Berita Terbaru

Pendidikan

Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:27 WIB

Peristiwa & Bencana

Enam Bulan Kekeringan, Warga Kampung Cerocoh Akhirnya Dapat Bantuan Air Bersih

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:27 WIB

oppo_2

Hukum & Kriminal

Geger! Dugaan Kasus LGBT di Yayasan Darul Ihsan Bikin Warga Karacak Resah

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:04 WIB