Enrekang, Metrosiar – Hamparan hijau kebun bawang di wilayah Saruran, Kecamatan Anggeraja, tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Dikelilingi panorama pegunungan dan udara yang sejuk, kawasan ini kini kian dikenal sebagai salah satu lumbung bawang potensial di daerah.
Keindahan alam Saruran berbanding lurus dengan hasil panennya. Saat ini, harga bawang terpantau stabil dan menguntungkan, yakni berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Kondisi tersebut mendorong semangat petani untuk terus mengelola lahan secara optimal.
Salah satu petani, Bang Ippal, menyebut kemajuan infrastruktur sebagai faktor penting yang menunjang produktivitas.
“Infrastruktur jalan tani dan jalan desa sangat memudahkan mobilitas petani dan pengangkutan hasil tani,” ujarnya.
Perbaikan akses jalan membuat distribusi hasil panen menjadi lebih cepat dan efisien. Selain menekan biaya transportasi, kondisi ini juga membantu menjaga kualitas bawang hingga sampai ke pasar.
Ke depan, Anggeraja diharapkan terus berkembang sebagai sentra produksi bawang yang mampu bersaing di pasar regional hingga nasional. Dukungan infrastruktur yang memadai serta harga yang stabil menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.









