Metrosiar – Setiap 28 September, dunia memperingati Hari Hak untuk Tahu atau yang dikenal secara internasional sebagai International Day for Universal Access to Information. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya keterbukaan informasi, transparansi, serta hak masyarakat dalam memperoleh informasi yang dikelola badan publik.
Namun, tahukah Anda bahwa penetapan hari internasional ini melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)?
Berawal dari perjuangan keterbukaan informasi
Sejarah Hari Hak untuk Tahu berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat sipil dan berbagai organisasi yang mendorong keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Gagasan tersebut menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan kebijakan, penyelenggaraan pemerintahan, serta keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.
Pada 28 September 2002, para aktivis dan organisasi kebebasan informasi dari berbagai negara berkumpul di Sofia, Bulgaria. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam gerakan internasional untuk mendorong pengakuan hak akses informasi.
Dari pertemuan itu, lahir dorongan untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu setiap 28 September sekaligus memperkuat gerakan keterbukaan informasi di berbagai negara.
UNESCO menetapkan peringatan internasional pada 2015
Perjalanan Hari Hak untuk Tahu memasuki babak penting pada 17 November 2015. UNESCO, melalui Konferensi Umumnya, menetapkan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi atau International Day for Universal Access to Information (IDUAI).
Penetapan tersebut tertuang dalam Resolusi 38 C/Resolution 57. Sejak 2016, peringatan ini mulai diperingati secara internasional dengan dukungan UNESCO.
Selanjutnya, pada Oktober 2019, Majelis Umum PBB melalui resolusinya secara resmi memproklamasikan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi di tingkat PBB.
Pengakuan tersebut memperkuat posisi akses informasi sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat yang inklusif, demokratis, dan berlandaskan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Mengapa Hari Hak untuk Tahu penting?
Hak akses informasi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengetahui kebijakan pemerintah, mengawasi penggunaan anggaran publik, serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
UNESCO menjelaskan bahwa akses informasi dapat memberdayakan individu, mendukung pengambilan keputusan yang berdasarkan informasi, mendorong inovasi, serta memperkuat inklusivitas dan kemajuan sosial.
Di era digital, akses terhadap informasi juga menjadi semakin penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi melalui internet dan media sosial.
Karena itu, Hari Hak untuk Tahu bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya keterbukaan, tanggung jawab badan publik, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.







