Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Avatar photo

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Setiap 28 September, dunia memperingati Hari Hak untuk Tahu atau yang dikenal secara internasional sebagai International Day for Universal Access to Information. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya keterbukaan informasi, transparansi, serta hak masyarakat dalam memperoleh informasi yang dikelola badan publik.

Namun, tahukah Anda bahwa penetapan hari internasional ini melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)?

Berawal dari perjuangan keterbukaan informasi

Sejarah Hari Hak untuk Tahu berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat sipil dan berbagai organisasi yang mendorong keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Gagasan tersebut menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan kebijakan, penyelenggaraan pemerintahan, serta keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.

Pada 28 September 2002, para aktivis dan organisasi kebebasan informasi dari berbagai negara berkumpul di Sofia, Bulgaria. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam gerakan internasional untuk mendorong pengakuan hak akses informasi.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II di Yordania, Bahas Dukungan Palestina dan Kerja Sama Strategis

Dari pertemuan itu, lahir dorongan untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu setiap 28 September sekaligus memperkuat gerakan keterbukaan informasi di berbagai negara.

UNESCO menetapkan peringatan internasional pada 2015

Perjalanan Hari Hak untuk Tahu memasuki babak penting pada 17 November 2015. UNESCO, melalui Konferensi Umumnya, menetapkan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi atau International Day for Universal Access to Information (IDUAI).

Penetapan tersebut tertuang dalam Resolusi 38 C/Resolution 57. Sejak 2016, peringatan ini mulai diperingati secara internasional dengan dukungan UNESCO.

Selanjutnya, pada Oktober 2019, Majelis Umum PBB melalui resolusinya secara resmi memproklamasikan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi di tingkat PBB.

Pengakuan tersebut memperkuat posisi akses informasi sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat yang inklusif, demokratis, dan berlandaskan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Baca juga:  Gebrakan Kemendikdasmen Ganti Ujian Nasional dengan Tes Kemampuan Akademik

Mengapa Hari Hak untuk Tahu penting?

Hak akses informasi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengetahui kebijakan pemerintah, mengawasi penggunaan anggaran publik, serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

UNESCO menjelaskan bahwa akses informasi dapat memberdayakan individu, mendukung pengambilan keputusan yang berdasarkan informasi, mendorong inovasi, serta memperkuat inklusivitas dan kemajuan sosial.

Di era digital, akses terhadap informasi juga menjadi semakin penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi melalui internet dan media sosial.

Karena itu, Hari Hak untuk Tahu bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya keterbukaan, tanggung jawab badan publik, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
Tinggal di Pinggir Cisadane, Anak-anak Kampung Cacing Disorot! Ada Apa?
PSMTI Banten Bidik Kerja Sama Pendidikan hingga Pertukaran Mahasiswa dengan UT
10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Pengajian Pekan Ke-4 Muhammadiyah Pasar Kemis, Ada Kajian Interaktif
Seru! Kids Coloring Competition Hadir di Pakons Prime Hotel, Total Hadiah Rp2 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Senin, 28 September 2026 - 08:29 WIB

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Sabtu, 26 September 2026 - 09:47 WIB

PSMTI Banten Bidik Kerja Sama Pendidikan hingga Pertukaran Mahasiswa dengan UT

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Berita Terbaru

Internasional

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Senin, 28 Sep 2026 - 09:59 WIB

Bisnis & Investasi

Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW

Senin, 28 Sep 2026 - 09:29 WIB

Perdagangan Karbon: Peluang Ekonomi Hijau Capai Rp3.000 Triliun di Indonesia (Ilustrasi/Unsplash)

Bisnis & Investasi

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!

Senin, 28 Sep 2026 - 08:29 WIB

Hukum & Kriminal

Wakil Rektor IT&B Karo Ditemukan Tewas, Mobil dan HP Hilang

Senin, 28 Sep 2026 - 01:04 WIB