Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap

Avatar photo

Jumat, 4 September 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten melakukan pemeriksaan dan deteksi awal di lokasi dugaan limbah B3 di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten melakukan pemeriksaan dan deteksi awal di lokasi dugaan limbah B3 di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Kabupaten Serang, Metrosiar – Satuan Brimob Polda Banten melalui Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) melakukan pengecekan terhadap dugaan pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Pengecekan dilakukan sebagai respons atas informasi masyarakat yang beredar melalui media elektronik terkait dugaan keberadaan limbah di sekitar area persawahan. Kegiatan tersebut dipimpin Kompol Tomi Hadi Sumpena dengan melibatkan 15 personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten.

Dalam pemeriksaan di lapangan, personel mengecek kondisi lingkungan, termasuk melakukan deteksi radioaktif dan deteksi kimia menggunakan peralatan khusus. Pemeriksaan dilakukan di tiga lokasi dengan luas masing-masing sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi.

Dari hasil deteksi awal, radiasi latar belakang (background) di lokasi tercatat sebesar 0,05 mikroSv/jam. Pemeriksaan terhadap sejumlah sampel menunjukkan adanya kandungan Potasium-40 (K-40) pada beberapa sampel, sementara sampel lainnya tidak teridentifikasi mengandung bahan radioaktif.

Baca juga:  Pengendara Motor Alami Kecelakaan Tunggal di Tikungan Tajam Belajen

Selain itu, hasil deteksi kualitas udara di seluruh lokasi menunjukkan kondisi aman. Sejumlah parameter gas yang diperiksa, antara lain IBaT, CH2, SO2, O2, dan H2S, menunjukkan hasil dalam kondisi normal. Kadar oksigen tercatat sebesar 20,9 persen volume.

Sebanyak 12 sampel telah diambil dari lokasi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan terhadap sampel tersebut akan disampaikan setelah proses identifikasi selesai dilakukan.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri terhadap informasi yang disampaikan masyarakat, sekaligus memastikan kondisi lingkungan dan keselamatan warga di sekitar lokasi.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea saat memberikan keterangan terkait hasil deteksi awal dugaan limbah B3 di Cikande.

“Polda Banten merespons setiap informasi masyarakat dengan langkah pemeriksaan di lapangan secara terukur. Dari hasil deteksi awal, kondisi udara di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan tidak ditemukan paparan bahan radioaktif yang melebihi ambang batas,” ujar Maruli pada Rabu (02/09).

Baca juga:  Harapan Bangkit dari Reruntuhan, Camat dan Kades Kemiri Turun Tangan Bantu Warga

Ia menjelaskan, temuan Potasium-40 pada beberapa sampel tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai adanya pencemaran radioaktif. Menurutnya, hasil tersebut masih memerlukan proses identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik dan kandungan sampel secara lebih akurat.

“Beberapa sampel terdeteksi mengandung Potasium-40, namun untuk memastikan kandungan dan karakteristik material tersebut, sampel masih dilakukan identifikasi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh,” jelasnya.

Maruli menegaskan, Polda Banten akan terus melakukan langkah-langkah sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila dari hasil identifikasi nantinya ditemukan hal-hal yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap tenang. Polda Banten akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan informasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan lingkungan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB
72 Tersangka Karhutla Terungkap, Polri Kejar Dalang Pembakaran
Karhutla Kalteng Anjlok: Dari 500 Ribu Jadi 7.000 Hektare
Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:50 WIB

Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09 WIB

GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:56 WIB

150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB

Berita Terbaru

Personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten melakukan pemeriksaan dan deteksi awal di lokasi dugaan limbah B3 di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Peristiwa & Bencana

Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:50 WIB