GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap

Avatar photo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dinilai masih membutuhkan penguatan koordinasi antarlembaga. Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangka Raya, Arpandi, mengatakan persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel, tetapi juga sinkronisasi data, komando, pencegahan, pemadaman, hingga perlindungan masyarakat.

 

Arpandi mengakui pemerintah telah mengambil sejumlah langkah. Pemprov Kalteng menetapkan Siaga Darurat Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026, mengaktifkan posko, mengerahkan satuan tugas darat dan udara, serta memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

 

Namun, data hingga 21 Agustus 2026 menunjukkan tantangan karhutla masih besar. Pemprov Kalteng mencatat 19.992 hotspot, 1.639 kejadian karhutla, dan 4.499,21 hektare lahan terbakar berdasarkan penanganan darat. Sementara analisis citra Landsat Kementerian Kehutanan mengestimasi luas terbakar mencapai 7.634,46 hektare.

Baca juga:  Pelantikan dan Pengukuhan Laskar Merah Putih Markas Anak Cabang Rajeg Tangerang

 

“Persoalannya bukan sekadar kurang personel. Yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana data, komando, pencegahan, pemadaman, penegakan hukum, dan perlindungan masyarakat berjalan dalam satu sistem,” ujar Arpandi, Minggu (30/8/2026).

 

Menurutnya, banyaknya lembaga yang terlibat, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, dinas teknis, perusahaan, hingga masyarakat, harus diikuti dengan pembagian peran dan komando yang jelas.

 

Arpandi Ketua GMKI Palangka Raya
Arpandi Ketua GMKI Palangka Raya

Ia juga menyoroti dampak asap terhadap masyarakat. Pada 22 Agustus, sejumlah stasiun pemantauan kualitas udara di Kalteng berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Di Kabupaten Gunung Mas, kabut asap bahkan berdampak pada pengurangan jam belajar peserta didik.

Baca juga:  Pemdes Kemiri dan UPTD Puskesmas Kemiri Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Program Kesehatan Terpadu

 

Arpandi mendorong pemerintah memperkuat sistem satu data dan koordinasi operasional, meningkatkan pencegahan berbasis desa, memperhatikan tata air gambut, serta memastikan penegakan hukum berjalan objektif.

 

Ia juga meminta dukungan logistik dan anggaran bagi personel serta relawan di lapangan diperkuat secara transparan dan akuntabel.

 

“Jangan sampai personel di lapangan bekerja hingga lelah, sementara koordinasi di tingkat atas belum sepenuhnya seirama,” katanya.

 

Arpandi menilai keberhasilan penanganan karhutla seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah api yang dipadamkan, tetapi juga dari kualitas udara, keselamatan masyarakat, keberlanjutan pendidikan, pemulihan ekosistem, dan kemampuan mencegah kebakaran kembali terjadi.

Kualitas Udara Palangka Raya 30 Agustus 2026
Kualitas Udara Palangka Raya 30 Agustus 2026

“Negara tidak cukup hadir ketika api sudah membesar. Negara harus hadir sebelum rakyat menghirup asap,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
HADIR UNTUK MASYARAKAT, PLN INDONESIA POWER UBP BANTEN 3 LONTAR DUKUNG PERESMIAN JEMBATAN MERAH PUTIH DAN SALURKAN BANTUAN SOSIAL
150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB
DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Resmi Bubar, Ada Apa?
72 Tersangka Karhutla Terungkap, Polri Kejar Dalang Pembakaran
Karhutla Kalteng Anjlok: Dari 500 Ribu Jadi 7.000 Hektare
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09 WIB

GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:06 WIB

HADIR UNTUK MASYARAKAT, PLN INDONESIA POWER UBP BANTEN 3 LONTAR DUKUNG PERESMIAN JEMBATAN MERAH PUTIH DAN SALURKAN BANTUAN SOSIAL

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Minggu, 30 Agu 2026 - 18:58 WIB