Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Avatar photo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Tambak Beras — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Tambak Beras, 27-31 Agustus 2026, diharapkan menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi menghadapi tantangan abad kedua.

 

Di tengah nama-nama yang muncul dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Suhud dinilai dapat menjadi salah satu figur yang membawa alternatif gagasan dalam kontestasi kepemimpinan NU.

 

Harapan terhadap KH Marsudi Suhud terutama diarahkan pada kemampuannya mengambil posisi sebagai pemimpin yang dapat merangkul berbagai kelompok di tubuh NU.

 

Sosok pemimpin NU ke depan diharapkan tidak hanya mampu menjaga tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga memahami kebutuhan organisasi modern, termasuk penguatan tata kelola, kemandirian ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kepada masyarakat.

 

“Muktamirin tidak membutuhkan janji besar, tetapi bukti dan kerja nyata. NU membutuhkan pemimpin yang memahami kitab sekaligus tata kelola organisasi modern,” demikian gagasan yang berkembang menjelang Muktamar ke-35 NU.

 

Tiga Gagasan untuk NU Memasuki Abad Kedua

 

Ada tiga gagasan utama yang dinilai relevan untuk diperkuat dalam perjalanan NU memasuki abad kedua, yakni NU Mandiri, NU Cerdas, dan NU Merakyat.

 

NU Mandiri melalui Penguatan Ekonomi dan Aset

 

Kemandirian ekonomi menjadi salah satu tantangan penting bagi NU. Organisasi dengan jaringan yang luas membutuhkan sumber pembiayaan yang kuat agar berbagai program pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca juga:  Pembangunan SPAL Uditch Kp. Pangodokan Kaler Pasar Kemis, Diduga Tidak Sesuai Spek

 

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat audit dan tata kelola aset PBNU, PWNU, hingga PCNU secara transparan dan profesional.

 

Di sisi lain, badan usaha NU dapat dikembangkan agar memberikan kontribusi nyata terhadap program sosial dan pendidikan.

 

Kemandirian tersebut diharapkan mampu mendukung pemberian beasiswa bagi santri, peningkatan kesejahteraan guru TPQ, penguatan pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan pesantren dan warga NU.

 

“NU harus berdaulat secara ekonomi agar dapat berkhidmah tanpa bergantung,” menjadi salah satu gagasan yang mengemuka.

 

NU Cerdas dengan Pendidikan yang Adaptif

 

Tantangan berikutnya berada di bidang pendidikan. Pesantren memiliki kekuatan tradisi keilmuan yang menjadi salah satu fondasi penting NU. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut adanya kemampuan baru.

 

Karena itu, penguatan pesantren perlu berjalan beriringan dengan penguasaan kompetensi abad ke-21.

 

Santri dapat dibekali dengan kewirausahaan, teknologi, coding, literasi digital, dan literasi keuangan, tanpa menghilangkan karakter dan nilai-nilai pendidikan pesantren.

 

Gagasan tersebut diarahkan agar lahir generasi santri yang memiliki kedalaman ilmu keagamaan sekaligus mampu mandiri dan produktif.

 

“Menjembatani kitab kuning dengan kecakapan abad ke-21 tanpa meninggalkan ruh pesantren,” menjadi prinsip yang diusulkan.

 

NU Merakyat hingga Tingkat Ranting

 

Selain persoalan ekonomi dan pendidikan, kehadiran organisasi di tengah masyarakat juga menjadi perhatian.

 

PBNU diharapkan mampu menyederhanakan birokrasi sehingga keberadaan organisasi dapat lebih dirasakan hingga tingkat ranting.

Baca juga:  Link Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2025 Pemprov DKI Jakarta, BUMN Antara, Jasa Raharja, dan Pelindo

 

Kehadiran pengurus NU di tengah masyarakat juga dinilai penting, terutama ketika warga menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun bencana dan musibah.

 

Dengan pola tersebut, NU diharapkan tidak hanya hadir dalam forum-forum organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

“NU harus dirasakan, bukan hanya didengar di televisi.”

 

Kepercayaan Muktamirin Menjadi Penentu

 

Kontestasi menuju Muktamar ke-35 NU diperkirakan berlangsung dinamis. Berbagai nama yang muncul menunjukkan adanya harapan dan aspirasi mengenai sosok yang akan memimpin PBNU ke depan.

 

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan muktamirin sesuai mekanisme yang berlaku dalam muktamar.

 

Dalam perjalanan sejarah NU, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan popularitas atau seberapa cepat seorang kandidat bergerak. Kepercayaan para kiai dan muktamirin menjadi bagian penting dalam menentukan pemimpin organisasi.

 

Jika KH Marsudi Suhud pada akhirnya maju dan mendapatkan amanah memimpin PBNU, harapannya adalah kepemimpinan tersebut dapat memperkuat persatuan, kemandirian, serta pelayanan NU kepada masyarakat.

 

Muktamar ke-35 NU dengan demikian tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar diharapkan menjadi momentum untuk merumuskan arah NU dalam menghadapi tantangan abad kedua.

 

NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi, menghidupkan semangat khidmah, memperkuat kemandirian, serta memperbesar manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Ngada Bergerak di Tengah Luka Gempa Flores, JK Kirim Lebih 100 Ton Bantuan untuk Korban Bencana
Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained
Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained
Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained
Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained
Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas
7.689 Paket Logistik Sudah Disalurkan, Jerebuu Masih Nol Distribusi Bantuan Gempa
Mostbet AZ-da hesabın verifikasiyası: Təsdiqlənmənin əhəmiyyəti
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:53 WIB

PMI Ngada Bergerak di Tengah Luka Gempa Flores, JK Kirim Lebih 100 Ton Bantuan untuk Korban Bencana

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Berita Terbaru

Nusantara

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:06 WIB

Nusantara

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:06 WIB

Nusantara

Grand Ivy Casino NZ: Live Dealer Games Explained

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:06 WIB