Bajawa.Metrosiar- Dari tanah Ngada, 42 anak daerah kembali diberangkatkan untuk mengejar mimpi melalui bangku perguruan tinggi. Mereka menjadi kloter terakhir mahasiswa baru penerima Program Beasiswa MURNI KASIH Tahun 2026 yang resmi dilepas menuju Pulau Bali.
Ke-42 mahasiswa tersebut diberangkatkan langsung oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, pada Kamis (3/9/2026).
Mereka akan melanjutkan pendidikan di tiga perguruan tinggi di Bali, yakni 27 mahasiswa di Politeknik Kesehatan Kartini, tujuh mahasiswa di STIKOM dan delapan mahasiswa di Universitas Warmadewa.
Pelepasan kloter terakhir ini sekaligus menandai berlanjutnya komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah melalui Program MURNI KASIH.
Dalam arahannya, Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan bahwa Program MURNI KASIH lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak Ngada memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari konsep perhatian pemerintah terhadap pendidikan masyarakat, yang diibaratkannya sebagai Kartu Indonesia Pintar (KIP) versi daerah.
“Program ini lahir dari komitmen kami untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Ngada. Mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” ujar Raymundus Bena.
Namun, di balik lahirnya Program MURNI KASIH, terdapat pula pengalaman hidup dan refleksi pribadi sang Bupati.

Raymundus Bena mengenang perjalanan hidupnya sebagai anak petani yang lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di daerah terpencil. Baginya, pendidikan telah menjadi salah satu jalan penting yang mengubah perjalanan hidupnya hingga mampu berada pada posisi saat ini.
Pengalaman itulah yang kemudian memperkuat keyakinannya bahwa anak-anak Ngada, termasuk mereka yang berasal dari keluarga sederhana dan wilayah terpencil, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin.
Karena itu, Program MURNI KASIH, kata dia, tidak lahir dari gagasan yang muluk-muluk, tetapi dari keinginan agar pemerintah benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
Perhatian pemerintah tersebut, lanjut Raymundus, juga tidak hanya berhenti pada sektor pendidikan.
Program pemerintah harus menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari dukungan terhadap kegiatan dan hajatan budaya, kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, penyediaan fasilitas air bersih, kebutuhan nelayan hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Di hadapan para mahasiswa dan orang tua, Politisi Gerindra itu mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Orang tua, katanya, tetap memiliki peran besar dalam memberikan perhatian, pendampingan dan dukungan kepada anak-anak agar mampu berkembang serta menemukan potensi terbaik dalam diri mereka.
Sementara kepada 42 mahasiswa yang akan meninggalkan Ngada menuju Bali, Raymundus meminta agar kesempatan tersebut tidak disia-siakan.
Mereka diminta untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjalani setiap proses pendidikan dengan disiplin serta berani menggali bakat dan potensi yang dimiliki.

Sebagai bentuk dukungan selama menempuh pendidikan, Pemerintah Kabupaten Ngada juga menyiapkan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi para mahasiswa.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini diberangkatkan bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan kelak kembali membawa kemampuan serta pengetahuan untuk membangun Ngada,” harap Ketua DPC Partai Gerindra Ngada itu.
DPRD: Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan Ngada
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ngada, Jois Jawa, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada yang tetap menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas.
Menurut Politisi PKB itu, sejak awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, DPRD telah menyatakan komitmen untuk bersama-sama mewujudkan visi pembangunan daerah, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan melalui kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menghadirkan program pendidikan atau PIP versi daerah, yang kini diwujudkan melalui Program MURNI KASIH.
Menurut Jois, pelaksanaan program tersebut tidak lahir secara instan. Ada proses diskusi dan komunikasi panjang bersama kementerian serta sejumlah perguruan tinggi agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Kabupaten Ngada.
Di tengah situasi fiskal yang penuh tantangan, DPRD Ngada tetap memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan.
Bagi Jois, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Ngada.
Anak-anak yang hari ini diberangkatkan ke berbagai perguruan tinggi, kata dia, diharapkan kelak menjadi generasi yang memiliki ilmu, kemampuan dan karakter untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Orang Tua: MURNI KASIH Buka Pintu Harapan
Program MURNI KASIH juga membawa harapan besar bagi para orang tua mahasiswa.
Rosana Doy, orang tua dari Maria Hermania C.D. Lalu, yang akan melanjutkan pendidikan di Politeknik Kesehatan Kartini Bali, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngada.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Ngada, DPRD Ngada serta seluruh tim dan jajaran yang telah menginisiasi dan menjalankan Program MURNI KASIH.
Ia berharap kesempatan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh mahasiswa penerima program.
Rosana juga berharap anak-anak Ngada yang telah diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan mampu meraih kesuksesan dan kelak membanggakan keluarga serta daerah.
Apresiasi serupa disampaikan Ferdinandus Siga, orang tua dari Noviana Bupu, yang juga mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program MURNI KASIH.
Bagi para orang tua, program tersebut bukan sekadar bantuan untuk menguliahkan anak.
Lebih dari itu, MURNI KASIH menjadi pintu harapan baru bagi keluarga-keluarga di Ngada yang selama ini mungkin memiliki keterbatasan untuk membawa anak-anak mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kini, dengan diberangkatkannya 42 mahasiswa menuju tiga perguruan tinggi di Bali, perjalanan Program MURNI KASIH Tahun 2026 kembali menorehkan sebuah pesan kuat.
Bencana, keterbatasan ekonomi dan jarak tidak boleh menjadi alasan untuk memadamkan mimpi anak-anak Ngada.
Dari Bajawa, 42 anak daerah itu kini melangkah menuju masa depan. Mereka berangkat membawa mimpi, doa orang tua dan harapan masyarakat.
Sementara di tanah kelahirannya, Ngada menunggu hari ketika mereka kembali—bukan hanya dengan gelar, tetapi dengan ilmu, pengalaman dan kemampuan untuk ikut membangun daerah yang telah mengantarkan mereka mengejar masa depan.*









