Bajawa.Metrosiar- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara II (UIP Nusra II) kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko.
Tidak hanya membangun infrastruktur energi bersih, PT PLN UIP Nusra II juga menjawab salah satu kebutuhan dasar masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), berupa pembangunan dan pengembangan sarana air bersih bagi warga di lima wilayah Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.
Program tersebut menyasar tiga desa dan dua kelurahan, yakni Kelurahan Mataloko, Desa Tiwotoda, Kelurahan Todabelu, Desa Dadawea, dan Desa Radabata.
Penyerahan bantuan sarana air bersih dilaksanakan di Kelurahan Mataloko, Desa Tiwotoda, dan Desa Dadawea, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Rabu (2/9/2026). Sementara penyerahan bantuan untuk wilayah lainnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis (3/9/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Teknik Panas Bumi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko, Adrys A. S. Silaban.
Melalui program TJSL tersebut, PT PLN UIP Nusra II menyalurkan bantuan infrastruktur sarana air bersih berupa pipa HDPE dengan total panjang mencapai 2.100 meter, lengkap dengan sejumlah aksesoris dan perlengkapan pendukung lainnya.
Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan serta pengembangan jaringan perpipaan yang diharapkan mampu mengalirkan air bersih hingga ke permukiman masyarakat.
Selain bantuan perpipaan, PLN pada tahun 2026 juga memberikan dukungan dana sebesar Rp25 juta untuk pembangunan tempat penampungan air dan instalasi jaringan perpipaan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT PLN UIP Nusra II dalam pengembangan Proyek PLTP Mataloko berkapasitas 2×10 Megawatt (MW), sekaligus menyelaraskan pembangunan infrastruktur energi bersih dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Warga Masih Hadapi Keterbatasan Air Bersih
Penjabat Kepala Desa Tiwotoda, Egidius Watu Kue, S.AP, menyampaikan apresiasi kepada PT PLN UIP Nusra II atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui program TJSL sarana air bersih.
Menurutnya, masyarakat Desa Tiwotoda selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih. Sumber air yang digunakan warga masih bergantung pada jaringan yang berasal dari wilayah Kelurahan Todabelu.
Karena itu, kehadiran program sarana air bersih dari PLN dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini terus dihadapi warga.
“Kami menyampaikan terima kasih atas niat baik dari PT PLN melalui program TJSL sarana air bersih ini. Kami memastikan bantuan yang diberikan akan digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Egidius.
Dalam kesempatan tersebut, Egidius juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembukaan satu titik akses jalan baru yang masih terhalang oleh keberadaan tiang listrik.
Ia berharap PLN dapat membantu melakukan penyesuaian atau pemindahan tiang listrik tersebut agar pembangunan akses jalan dapat berjalan sesuai rencana.
Realisasi Program Air Bersih untuk Lima Wilayah
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi WKP Mataloko, Adrys A. S. Silaban, mengatakan program sarana air bersih tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PT PLN UIP Nusra II di wilayah kerja Proyek PLTP Mataloko.
Menurutnya, program tersebut telah melalui proses perencanaan dan penganggaran sebelum direalisasikan kepada masyarakat berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Program ini merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di wilayah kerja Proyek PLTP Mataloko. Program ini sudah masuk dalam perencanaan dan direalisasikan untuk wilayah-wilayah yang menjadi prioritas, termasuk Desa Tiwotoda,” ungkap Adrys.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih.
“Kami menyesuaikan program berdasarkan prioritas dan kebutuhan dari masing-masing desa dan wilayah,” tambahnya.
Selain menyampaikan program TJSL, Adrys juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengamankan infrastruktur kelistrikan yang berada di sekitar permukiman.
Pemda Ngada Apresiasi Program PLN
Camat Golewa, Moses Janga, mengatakan pelaksanaan program sarana air bersih tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Ngada.
Mewakili pemerintah daerah, ia menyampaikan apresiasi kepada PT PLN UIP Nusra II yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih.
Menurutnya, bantuan infrastruktur tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pembangunan instalasi agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada PLN karena telah membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Harapannya, bantuan ini segera ditindaklanjuti dengan pembangunan instalasi air minum sehingga masyarakat dapat lebih cepat memanfaatkan air bersih,” ujarnya.
Program sarana air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran PT PLN UIP Nusra II di tengah masyarakat sekitar wilayah pengembangan Proyek PLTP Mataloko.
Melalui pembangunan jaringan perpipaan dan fasilitas pendukung lainnya, PLN berharap akses masyarakat terhadap air bersih dapat semakin baik, merata, dan berkelanjutan.
Di tengah pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih, PT PLN UIP Nusra II terus mendorong agar pembangunan proyek strategis berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan PLTP Mataloko tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan energi listrik, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.*









