Ketika Ahok Bicara Soal Jabatan di Pertamina

Avatar photo

Selasa, 4 Maret 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahok sempat mengungkapkan besaran gajinya saat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Di momen itu, ia kembali bercerita soal tawaran menjadi Direktur Utama yang datang dari Jokowi. (Istimewa)

Ahok sempat mengungkapkan besaran gajinya saat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Di momen itu, ia kembali bercerita soal tawaran menjadi Direktur Utama yang datang dari Jokowi. (Istimewa)

Metrosiar – Di berbagai kesempatan, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok, kerap mengungkapkan pandangannya soal jabatan yang pernah diembannya di PT Pertamina (Persero).

Dalam beberapa siniar, ia terang-terangan menyatakan bahwa dirinya lebih ingin menjadi Direktur Utama dibanding Komisaris Utama.

Namun, di lain waktu, ia justru menyebut bahwa kesempatan itu pernah datang, tetapi akhirnya ia memilih tetap sebagai Komisaris Utama. Lantas, bagaimana kisah di balik keputusan ini?

Pertemuan yang Menentukan

Ahok bercerita sejak akhir tahun 2022 hingga pertengahan 2023, dirinya tidak bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Namun, ketika akhirnya mendapat kesempatan untuk bertatap muka, tawaran menjadi Direktur Utama pun muncul.

“Pas diterima ketemu, ditawarin jadi Dirut. Saya mau kan saat itu,” ungkapnya dalam sebuah video yang beredar pada awal Maret 2025.

Namun, meskipun ada pembicaraan tersebut, realisasi jabatan itu tak kunjung terjadi. Ahok pun tak pernah kembali bertemu Jokowi setelah pertemuan tersebut.

Ia mengaku, menjelang Pemilu Presiden, dirinya kembali dipanggil, dan saat itu ia sudah memahami arah pembicaraan yang akan terjadi.

Baca juga:  Irawan Setiadi Ucapkan Terima Kasih Kepada Warga RW 05 Dipelantikan RW dan RT Pondok Rejeki Kutabaru

“Terakhir dipanggil jelang pilpres, saya udah tahu maksudnya, makanya saya bilang jadi Komut ajalah. Toh saya udah kerja bikin Pertamina lebih untung,” ujarnya.

Siap Jika Dipanggil Kejaksaan

Dalam perbincangan yang sama, Ahok juga menyinggung soal kemungkinan dirinya dipanggil oleh Kejaksaan Agung terkait kasus yang melibatkan Pertamina.

Baginya, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi.

“Kalau dipanggil, saya siap bantu dan siap kasih data yang diperlukan jaksa,” katanya tegas.

Gaji dan Keputusan Menolak Kursi Dirut

Dalam wawancara yang ditayangkan oleh Narasi TV pada Juli 2024, Ahok sempat mengungkapkan besaran gajinya saat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Di momen itu, ia kembali bercerita soal tawaran menjadi Direktur Utama yang datang dari Jokowi.

“Beliau (Jokowi) panggil saya, kali ini suruh saya jadi Dirut Pertamina. Saya bilang, ‘Kenapa baru sekarang? Kan udah untung. Saya jadi Komut juga happy kok selama Dirut-nya mau nurut sama saya’. Kan dari rugi terus bisa untung empat tahun terakhir, spesialis sayalah kalau pretelin detail gitu,” ucapnya.

Baca juga:  Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Namun, meskipun gaji Direktur Utama jauh lebih besar, Ahok tetap memilih untuk tidak mengambil posisi itu.

“Kalau ada orang lain, orang lain ajalah. Paling enak jadi Komut, Pak,” ujarnya.

Ketika Najwa Shihab bertanya soal nominalnya, Ahok dengan gamblang menjawab bahwa gaji Direktur Utama bisa mencapai tiga kali lipat dari Komisaris Utama.

“Dirut bisa sampai Rp 500 juta (sebulan),” ungkapnya.

“Kalau Komut?” tanya Najwa lagi.

“Rp 180 juta, kalau itu kan ada untung, 1 sampai 30 persen, dibagi sama pegawai semua. Saya bilang (ke Jokowi) jangan saya, Pak (yang jadi Dirut Pertamina), lebih baik orang lain aja. Karena yang paling banyak jadi orang itu ada duit ada waktu. Kalau jadi Dirut, ada duit enggak ada waktu,” jelasnya.

Pilihan pun telah dibuat. Bagi Ahok, menjadi Komisaris Utama sudah cukup. Ia tetap bisa berkontribusi tanpa harus kehilangan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puskesmas Natarandang Lumpuh Pascagempa, Legislator PAN NTT Turunkan Semen dan Pasir Bangun Lantai Tenda Darurat
Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar
Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar
Top-Plattformen: Wie registriere ich mich für Sportwetten ohne Oasis?
Инновационные обновления в последней версии Мостбет андроид приложение
Инновационные обновления в последней версии Мостбет андроид приложение
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Играйте безопасно: ставки с форой на баскетбол в Pin Up
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Puskesmas Natarandang Lumpuh Pascagempa, Legislator PAN NTT Turunkan Semen dan Pasir Bangun Lantai Tenda Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Top-Plattformen: Wie registriere ich mich für Sportwetten ohne Oasis?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Инновационные обновления в последней версии Мостбет андроид приложение

Berita Terbaru

Barang bukti kasus narkotika jenis sabu yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten, berupa paket sabu, timbangan digital, telepon seluler, plastik klip, dan kunci kendaraan.

Hukum & Kriminal

Sabu 75 Gram Disita, Tiga Pelaku Diciduk di Kramatwatu

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:29 WIB

Nusantara

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:10 WIB

Nusantara

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:10 WIB