Tragis! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Bertambah

Avatar photo

Selasa, 28 April 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Bekasi, Metrosiar – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, bertambah menjadi lima orang.

Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, proses evakuasi masih terus berlangsung. Petugas gabungan dari Basarnas bersama unsur terkait berjibaku mengevakuasi korban yang masih terjepit di dalam rangkaian kereta yang saling menghimpit.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan jumlah korban masih bisa berubah karena proses pencarian dan evakuasi belum selesai sepenuhnya.

“Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Menurut Syafii, proses evakuasi menghadapi tantangan besar karena material rangkaian kereta yang saling menghimpit memiliki kekuatan ekstra sehingga sulit dipisahkan.

“Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra,” katanya.

Baca juga:  Tanjakan Licin Usai Hujan, Motor Tergelincir—Akses Pasar Sempat Terganggu

Ia menjelaskan, keterbatasan ruang menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban yang masih terjebak di gerbong yang ringsek.

“Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas,” ujarnya.

Selain itu, jumlah personel yang dapat masuk ke dalam gerbong juga dibatasi demi keselamatan proses evakuasi. Basarnas memastikan rangkaian kereta belum akan digeser karena masih terdapat korban yang diketahui dalam kondisi hidup dan masih bisa diajak berkomunikasi.

“Kereta api juga tidak akan melakukan pergeseran gerbong karena masih ada korban. Dan kami pastikan korban bisa diajak komunikasi dalam kondisi hidup,” katanya.

Dalam proses penyelamatan, tim menggunakan metode ekstrikasi dengan teknik pemotongan bertahap agar korban dapat dievakuasi tanpa menimbulkan risiko tambahan.

Baca juga:  Jejak Api di Pasar Agro Sumillan: Kebakaran Dini Hari yang Menghanguskan 9 Kios

“Kami pastikan bahwa akan melaksanakan ekstrikasi dengan pelaksanaan pemotongan, kemudian unfill, kemudian juga diangkat, dan itu yang kami lakukan secara perlahan-lahan sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang menghimpit,” ujar Syafii.

Ia menegaskan, proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian personel. Tim juga melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh gerbong untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

“Kami akan benar-benar searching seluruh gerbong sampai yakin bahwa seluruh korban benar-benar sudah tidak ada dalam kereta. Itu prosedurnya,” kata dia.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas gabungan tampak terus bekerja secara hati-hati untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur guna memastikan keselamatan seluruh korban.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap di Hari Ketiga, Remaja yang Tenggelam di Sungai Ciujung Ditemukan 5 Kilometer dari Lokasi Awal
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
Pengendara Motor Alami Kecelakaan Tunggal di Tikungan Tajam Belajen
Bupati Enrekang Pantau Langsung Perbaikan Jalan Amblas di Bubun Bia
Akses Terancam Putus! Jalan di Kecamatan Baroko Rusak Parah Akibat Hujan
Mobil Terjun ke Pembuangan Sampah di Tinabang, Diduga Tergelincir Akibat Jalan Licin
Jejak Api di Pasar Agro Sumillan: Kebakaran Dini Hari yang Menghanguskan 9 Kios
Ngeri! Tiang Listrik di Pamolongan Desa Salassa Nyaris Roboh, Warga Takut Melintas
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:16 WIB

Terungkap di Hari Ketiga, Remaja yang Tenggelam di Sungai Ciujung Ditemukan 5 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:25 WIB

Pengendara Motor Alami Kecelakaan Tunggal di Tikungan Tajam Belajen

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enrekang Pantau Langsung Perbaikan Jalan Amblas di Bubun Bia

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:26 WIB

Akses Terancam Putus! Jalan di Kecamatan Baroko Rusak Parah Akibat Hujan

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB