Menyenangkan Bertanding di Istora

Avatar photo

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Victor Lai

Foto : Victor Lai

Jakarta, Metrosiar – Berisik. Itulah satu kata yang selalu terlintas dalam benak Victor Lai saat menggambarkan atmosfer Istora Gelora Bung Karno, arena legendaris yang menjadi tuan rumah Polytron Indonesia Open 2026, 2–7 Juni. Riuhnya dukungan penonton di Istora bahkan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi pemain Kanada tersebut sepanjang perjalanannya menuju podium teratas.

Pandangan hampir serupa juga disampaikan pemain ganda putri Jepang, Yuki Fukushima. Menurutnya, bertanding di Istora menghadirkan tantangan tersendiri karena atmosfer yang begitu hidup dan intens. Dukungan penonton yang hampir tak pernah berhenti, membuat para pemain harus memiliki fokus ekstra untuk dapat menampilkan permainan terbaiknya di lapangan.

“Main di Istora sebenarnya memang lumayan pelik, ya. Lumayan sulit. Kalau main, apalagi sewaktu melawan pemain Indonesia, itu benar-benar kok tidak kedengaran saat bermain,” tutur Fukushima melalui siaran pers Humas PP PBSI, Minggu (7/6).

Ia dan partnernya, Mayu Matsumoto, menempati podium teratas turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut, setelah mengalahkan ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning dari China. Pasangan teratas “Negeri Sakura” itu keluar sebagai juara setelah berjuang tiga gim 21-15, 18-21, 21-18 dalam tempo 66 menit.

“Namun, hari ini kami merasa banyak sekali yang meneriakkan nama kami. Waktu kami melakukan kesalahan pun ternyata tetap didukung juga, jadi bagi saya sangat menyenangkan bertanding di Istora,” ujar Fukushima.

Sementara itu, Lai, yang untuk pertama kalinya merasakan atmosfer pertandingan di Istora, mengaku mendapat dukungan yang tidak diduganya dari para penonton, saat bertanding di semifinal melawan pemain kawakan Taiwan. Mulanya, ia merasa seperti menghadapi pemain tuan rumah karena Chou dikenal sebagai salah satu “Istora Boy”. Namun, seiring jalannya laga yang berlangsung sengit, Lai mulai merasakan dukungan dari sebagian penonton yang memberinya tambahan semangat hingga mengunci kemenangan. “Suasananya sangat ramai,” katanya, kepada Metrosiar.

Setelah memastikan kemenangan lewat poin terakhir, Lai meluapkan kegembiraannya dengan mengangkat kedua tangan ke udara sambil mengajak penonton yang memadati Istora untuk bersorak lebih keras. Selebrasi tersebut menjadi ungkapan kebahagiaan Lai setelah meraih kemenangan pertamanya atas Chou dalam dua pertemuan terakhir mereka.

Namun, situasi yang dihadapi Lai di partai puncak berbeda dibandingkan saat semifinal. Ketika menghadapi Jonatan Christie, Lai harus bermain di tengah dukungan mayoritas penonton yang mengalir untuk tunggal putra andalan tuan rumah. Atmosfer Istora yang riuh dan penuh dukungan bagi Jonatan menjadi tantangan tersendiri baginya dalam perebutan gelar juara. “Saya rasa hal tersulit hari ini adalah mengatasi tekanan dari penonton. Sangat bising dan setiap kali Jonatan memenangkan poin, rasanya saya bahkan tidak bisa mendengar suara saya sendiri karena sangat, sangat bising,” tuturnya.

“Namun, Jonatan juga punya tekanan sebagai favorit tuan rumah. Jadi menurut saya, hal terpenting adalah tetap fokus dan mengabaikan kebisingan tersebut dan percaya bahwa saya bisa, saya bisa menang,” Lai, menambahkan.

Oleh karena itu, Lai mengaku senang lantaran dapat mengatasi tekanan saat menghadapi Jonatan yang mendapat dukungan penuh dari publik Istora. Berkat kemenangan dua gim langsung 21-18, 21-9 tersebut, Lai tidak hanya merebut gelar juara Polytron Indonesia Open 2026, tetapi juga mengukir sejarah sebagai pebulu tangkis Kanada pertama yang berhasil menjuarai Indonesia Open.

Baca juga:  Arne Slot Bersabda usai Liverpool Tersingkir dari Liga Champions 2024-2025, Kalah Adu Penalti dari PSG
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Terpilih Kembali, Andia S Rahman Siap Bawa KODRAT Kota Tangerang Pertahankan Tradisi Juara
Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir
Christiano Ronaldo Bawa Portugal Hadapi Spanyol Dalam Big Macth Piala Dunia 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:54 WIB

Terpilih Kembali, Andia S Rahman Siap Bawa KODRAT Kota Tangerang Pertahankan Tradisi Juara

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB