Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama

Avatar photo

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

Bajawa.Metrosiar- Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu (BDN), menegaskan pentingnya pengembangan kawasan wisata Riung sebagai bagian dari upaya membangun masa depan pariwisata Kabupaten Ngada yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Lokakarya atau Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Destinasi Wisata Riung, Kamis (18/6/2026), di Bajawa.

Dalam sambutannya, BDN menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, pariwisata harus menjadi instrumen pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari ini kita tidak sedang berbicara tentang bagaimana menambah jumlah wisatawan semata. Kita sedang berbicara tentang bagaimana memastikan bahwa pariwisata benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat identitas budaya, sekaligus membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” ujar BDN.

Menurutnya, Riung merupakan kawasan yang memiliki kekuatan alam, budaya, dan karakter sosial yang khas. Potensi besar tersebut merupakan anugerah yang harus dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan.

BDN menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi di atas kertas. Pengembangan destinasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha kecil, serta menjaga ruang hidup masyarakat yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Dukungan Penuh untuk Konservasi Komodo di Ontoloe

Pada kesempatan itu, BDN juga menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Ngada dan masyarakat terhadap inisiatif Kementerian Kehutanan bersama Project InFlores untuk menjadikan Pulau Ontoloe atau Pulau Kelelawar sebagai Pusat Pemulihan Ekosistem Komodo.

Baca juga:  Rebut Simpati Kader Baru dan Jaga Soliditas, PKB Ngada Gelar Muskercab dan Pendidikan Kader Loyalis Pertama

Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk menjaga keberlangsungan populasi Mbou Riung yang merupakan salah satu kekayaan hayati dan kebanggaan masyarakat Ngada.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan program ini tidak hanya akan memperkuat konservasi komodo, tetapi juga menjadi daya ungkit pengembangan pariwisata berkelanjutan yang pada akhirnya memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Riung dan Kabupaten Ngada secara keseluruhan,” katanya.

BDN menilai lokakarya yang digelar tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah pembangunan, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama seluruh pihak yang berkepentingan terhadap masa depan kawasan wisata Riung.

Ia menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata Riung tidak dapat dilakukan secara parsial maupun sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, lembaga konservasi, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar berkelanjutan.

Lima Agenda Prioritas Pengembangan Wisata Riung

Dalam forum tersebut, BDN juga memaparkan lima hal penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam merumuskan arah pengembangan pariwisata Riung ke depan.

Pertama, pariwisata harus bertumpu pada masyarakat lokal. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, melainkan harus menjadi pelaku utama, penerima manfaat utama, sekaligus penjaga keberlanjutan destinasi wisata.

Kedua, keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian harus menjadi prinsip utama. Riung memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama sehingga seluruh aktivitas pembangunan harus menghormati daya dukung lingkungan dan tidak mengorbankan kelestarian demi keuntungan jangka pendek.

Baca juga:  Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Duka, Polwan Polda Jabar Hadir untuk Korban Longsor Cisarua

Ketiga, penguatan konektivitas dan kualitas layanan harus menjadi agenda bersama. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga pengalaman yang nyaman, aman, dan berkualitas. Karena itu, peningkatan aksesibilitas, infrastruktur dasar, kebersihan kawasan, kualitas pelayanan, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak.

Keempat, Riung harus diposisikan sebagai bagian dari jejaring destinasi unggulan Flores. Dengan integrasi yang kuat dalam koridor pariwisata Flores, arus kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Terukur

Butuh Peta Jalan yang Jelas dan Terukur

Kelima, BDN menegaskan bahwa hasil forum ini harus menghasilkan langkah-langkah nyata dan terukur. Dibutuhkan peta jalan yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta komitmen pelaksanaan yang konsisten dari seluruh pihak.

Menurutnya, dokumen perencanaan hanya akan memiliki nilai apabila mampu diterjemahkan menjadi program, kegiatan, dan investasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

BDN menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ngada berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan dan penerima manfaat utama dari setiap kebijakan yang dijalankan.

“Saya berharap forum ini menjadi ruang diskusi yang produktif, terbuka, dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif. Sampaikan gagasan, kritik, dan masukan secara konstruktif agar keputusan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan lapangan dan tantangan yang kita hadapi bersama,” tutup BDN.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Lurah Kutabaru Ai Nurmayati: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Jadi Inspirasi Menyambut HUT RI ke-81
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
85 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Kutabaru Pasarkemis, Bupati Tangerang Beri Apresiasi
Logo HUT ke-81 RI Resmi diluncurkan, download disini!
Kapolda Banten Resmi Ganti Wakapolda, Deretan Pejabat Strategis Ikut Bergeser
Kutabumi Curi Perhatian! TP PKK Kabupaten Tangerang Soroti Semangat Kebersamaan Warga
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lurah Kutabaru Ai Nurmayati: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Jadi Inspirasi Menyambut HUT RI ke-81

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:44 WIB

85 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Kutabaru Pasarkemis, Bupati Tangerang Beri Apresiasi

Berita Terbaru