Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Avatar photo

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Jakarta, Metrosiar – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menilai perjuangan Palestina saat ini telah memasuki babak baru. Menurut dia, dukungan internasional terhadap Palestina tidak lagi semata-mata didorong faktor politik, melainkan telah berkembang menjadi isu kemanusiaan yang mendapat perhatian luas masyarakat dunia.

Anis mengatakan salah satu dampak paling signifikan dari genosida di Gaza adalah terkikisnya dukungan moral terhadap Israel di negara-negara Barat. Jika di dunia Islam dukungan terhadap Israel telah lama tumbuh, menurut dia kini fenomena serupa mulai terlihat di Amerika Serikat dan Eropa.

“Basis dukungan moral Israel di Barat mulai hilang. Narasi yang selama ini menjadi landasan dukungan terhadap Israel kini mengalami keruntuhan,” kata Anis dalam wawancara khusus dengan Republika, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, berbagai survei di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan terjadinya perubahan sikap publik terhadap Israel, termasuk di kalangan generasi muda Yahudi. Kondisi tersebut, kata Anis, menjadi salah satu kemenangan penting dalam sejarah panjang perjuangan Palestina.

Anis menilai hilangnya legitimasi moral itu menimbulkan persoalan eksistensial bagi Israel. Sebab, negara-negara dan kelompok masyarakat yang selama ini menjadi pendukung utama Israel mulai menunjukkan perubahan sikap secara signifikan.

Dalam pandangannya, terdapat dua opsi strategis yang dapat ditempuh FotoIsrael untuk mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan lanskap politik global dan regional.

Opsi pertama, kata dia, adalah mempercepat integrasi ke dalam sistem politik kawasan Timur Tengah melalui normalisasi hubungan dengan negara-negara Muslim. Menurut Anis, upaya tersebut tercermin dalam inisiatif Abraham Accords yang mulai didorong pada periode pertama pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Tujuannya adalah mengintegrasikan Israel ke dalam sistem politik Timur Tengah dan dunia Islam sebagai bagian dari upaya mempertahankan eksistensinya,” ujarnya.

Namun, Anis menilai peluang keberhasilan strategi normalisasi tersebut semakin mengecil setelah genosida di Gaza dan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Isu yang berkembang terkait dugaan pelanggaran kemanusiaan dalam konflik Gaza, menurut dia, telah memperumit proses normalisasi yang sebelumnya mulai berjalan.

Adapun opsi kedua adalah memperkuat posisi sebagai kekuatan militer dominan di kawasan. Anis mengakui Israel selama ini dikenal memiliki keunggulan teknologi militer, terutama di bidang angkatan udara dan kemampuan siber.

Meski demikian, ia menilai konfrontasi dengan Iran telah mengubah sejumlah asumsi mengenai dominasi militer Israel di kawasan. Konflik tersebut, kata Anis, menunjukkan bahwa kekuatan militer Israel memiliki keterbatasan yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan.

“Perang dengan Iran membuka mata banyak pihak bahwa ada batas-batas kemampuan yang selama ini dianggap sangat besar,” katanya.

Anis menilai perkembangan tersebut akan membawa perubahan mendasar terhadap konfigurasi geopolitik Timur Tengah. Menurut dia, kawasan itu kini tengah memasuki fase transisi yang berpotensi melahirkan peta politik baru.

“Kita akan menyaksikan lahirnya Timur Tengah yang berbeda dari yang selama ini kita kenal.” ujarAnis.

Baca juga:  Mesti Jadi Pembeda, Asisten 2 Setda Ngada Minta KSP Kopdit Setiawan Pastikan Setiap Rupiah Yang Dipinjam Mampu Gerakkan Ekonomi Anggota
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama
Posyandu Mawar 6 Pasar Kemis Jadi Andalan Banten, Siap Tembus Tingkat Nasional
Sambut HUT RI ke-81, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Tranformasikan FABA Menjadi Ruang Belajar di Sekolah Sekitar Perusahaan
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15 WIB

Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kapolda Banten Beberkan Ancaman Baru, Pengamanan Objek Vital Kini Tak Bisa Lagi Cara Lama

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB