Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Avatar photo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah. (Foto: Istimewa)

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah. (Foto: Istimewa)

Bajawa.Metrosiar- STKIP Citra Bakti kembali menunjukkan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas di ruang kuliah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Sebanyak 254 mahasiswa dari enam program studi resmi menyelesaikan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Berdampak 2026 yang berlangsung selama lima hari, 20–24 Juli 2026, di Auditorium STKIP Citra Bakti.

Pembekalan ini menjadi gerbang awal sebelum para mahasiswa diterjunkan selama tiga bulan ke 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah melalui Edukasi dan Inovasi Lingkungan”, KKNT Berdampak 2026 dirancang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Program ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu gerakan yang berdampak langsung.

Selama lima hari pembekalan, mahasiswa dibekali berbagai materi strategis, mulai dari pemberdayaan masyarakat, kepemimpinan, etika sosial, penyusunan program kerja, kolaborasi lintas sektor, hingga pengembangan inovasi berbasis potensi lokal. Bekal tersebut dipersiapkan agar mahasiswa mampu hadir sebagai mitra masyarakat yang mampu menawarkan solusi, khususnya dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Baca juga:  Polresta Tangerang dan Pemkab Gelar Lomba Polisi Cilik, Perebutkan Piala Bergilir Bupati

Keunggulan KKNT Berdampak terletak pada konsepnya yang mengintegrasikan tiga aktivitas akademik sekaligus, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP II) melalui asistensi mengajar di sekolah mitra, serta penyusunan tugas akhir yang bersumber dari persoalan riil di lokasi pengabdian.

Dengan model tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman hidup bersama masyarakat, tetapi juga mengasah kompetensi sebagai calon pendidik serta menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Plt. Ketua STKIP Citra Bakti, Konstantinus Dua Dhiu, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa KKNT Berdampak merupakan implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hadir hanya untuk menjalankan program formalitas, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui gagasan, edukasi, dan inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, tema pengelolaan sampah dipilih karena persoalan tersebut masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu, mahasiswa didorong untuk membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi sekaligus menghadirkan inovasi sederhana yang mudah diterapkan dan berkelanjutan sesuai potensi lokal.

Baca juga:  Anggota DPR RI Fraksi PKB, Gus Alam, Meninggal Dunia Usai Dirawat Intensif Pascakecelakaan di Tol Pemalang 

Sementara itu, Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H., mengatakan pembekalan merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh peserta memiliki kesiapan akademik maupun sosial sebelum turun ke lapangan.

Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H.,

Menurutnya, seluruh materi yang diberikan dirancang agar mahasiswa memahami mekanisme pelaksanaan KKNT, mampu menyusun program kerja yang terukur, menguasai etika bermasyarakat, memperkuat kompetensi melalui PLP II, hingga menyusun tugas akhir yang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Sebanyak 254 mahasiswa akan mengabdi selama tiga bulan di Kecamatan Aesesa. Kami berharap kehadiran mereka tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik sekaligus agen pembangunan,” ujarnya.

Melalui KKNT Berdampak 2026, STKIP Citra Bakti menargetkan lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi, mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan pembangunan di daerah.

Lebih dari sekadar program KKN, KKNT Berdampak 2026 diharapkan menjadi ruang lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu menggerakkan perubahan, memperkuat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Kontingen MAS Nurul Falah Sepatan Siap Berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia OMI 2026
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:52 WIB

RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 13:26 WIB

Kontingen MAS Nurul Falah Sepatan Siap Berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia OMI 2026

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:44 WIB