Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Avatar photo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Were-Mataloko yang longsor hingga saat ini belum ditangani. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Kondisi Jalan Were-Mataloko yang longsor hingga saat ini belum ditangani. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Warga khawatir hujan berikutnya memutus akses tiga desa dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Bajawa.Metrosiar- Ancaman putusnya ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Were–Mataloko kini semakin nyata. Longsor yang menggerus badan jalan di Desa Were IV, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, telah terjadi sejak 17 April 2026, namun hingga akhir Juli belum terlihat adanya penanganan permanen dari pemerintah.

Pantauan wartawan di lokasi pada Jumat (24/7/2026) memperlihatkan kondisi jalan yang mengkhawatirkan. Sebagian badan jalan telah amblas sehingga kendaraan roda dua, roda empat hingga truk hanya dapat melintas secara bergantian di satu jalur yang tersisa. Sebagai langkah darurat, warga memasang pagar pengaman sederhana dari bambu dan tali agar pengendara tidak terperosok ke titik longsor.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, kerusakan jalan telah berlangsung lebih dari tiga bulan, sementara longsoran terus melebar setiap kali hujan turun.

Baca juga:  Saat Bencana Datang, Jangan Hanya Menonton! PMI Ngada Ajak Warga Turun Jadi Relawan Kemanusiaan

Kepala Desa Were IV, Heribertus Nono, mengungkapkan pemerintah desa telah berulang kali mengajukan proposal permohonan penanganan kepada sejumlah dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Ngada. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

“Jalan ini menghubungkan Desa Were, Were I, dan Were IV. Proposal sudah kami antar ke beberapa dinas, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Sambil menunggu respons pemerintah, warga tidak tinggal diam. Pemerintah desa bersama masyarakat berinisiatif meminta bantuan alat berat untuk membuka ruang jalan yang masih bisa dilalui. Material timbunan juga didatangkan dari bantuan pihak yang peduli agar arus kendaraan tidak terhenti total.

Meski demikian, upaya tersebut hanya bersifat sementara. Struktur badan jalan yang terus tergerus membuat risiko longsor susulan semakin besar, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.

Baca juga:  UPDATE Ledakan di Pondok Cabe: Lima Rumah Rusak, Empat Warga Luka

Apabila ruas jalan ini benar-benar putus, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan. Jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat dari tiga desa, mulai dari distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, layanan pendidikan, hingga akses menuju fasilitas kesehatan.

Memang tersedia jalur alternatif, tetapi jaraknya jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

Heribertus memperingatkan kondisi jalan saat ini sudah berada pada titik yang sangat rawan.

“Kalau hujan turun lagi dalam satu atau dua minggu ke depan, saya khawatir jalan ini akan putus total,” tegasnya.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah. Penanganan cepat dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kerusakan tidak semakin meluas dan biaya perbaikan tidak membengkak.

Warga berharap pemerintah turun langsung meninjau lokasi dan segera menetapkan penanganan darurat maupun permanen sebelum akses vital tersebut benar-benar terputus.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB