Makkah, Metrosiar – Seorang jamaah haji Indonesia bernama M. Firdaus Akhlan (75), anggota Kloter JKG 27, dilaporkan hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026, di wilayah Misfalah, Makkah.
Jamaah lansia tersebut diketahui menginap di Future Light Hotel (916). Berdasarkan rekaman CCTV hotel, M. Firdaus Akhlan terlihat meninggalkan hotel mengenakan kemeja putih dan sarung hitam tanpa kopiah. Saat keluar hotel, ia juga diketahui tidak membawa handphone maupun ID card.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (18/05/2026), M. Firdaus Akhlan masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.

Menurut Supriyatna, Wakil Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Tangerang yang turut mengikuti gelombang kedua haji tahun ini, kejadian jamaah tersesat di Tanah Suci bukan pertama kali terjadi.
“Untuk itu saya menghimbau kepada para jamaah haji lansia untuk tetap bersama rombongan jika hendak ke Masjidil Haram maupun pulang ke hotel. Bagi jamaah lansia dengan pendampingan, dimohon pendampingnya jangan sampai lengah untuk mengawasi orang tuanya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir terdapat jamaah yang tersesat, bahkan ada yang kehilangan uang akibat terbujuk tawaran taksi gratis.
Selain itu, Supriyatna mengusulkan agar Kementerian Haji dan Umrah melengkapi gelang jamaah haji dengan teknologi GPS, khususnya bagi jamaah lansia.
“Saya juga mengusulkan kepada Kementerian Haji dan Umrah agar gelang yang dipakai jamaah haji saat ini dilengkapi GPS, terutama untuk jamaah lansia agar bisa menekan budget, sehingga ketika ada jamaah haji yang hilang maka dengan cepat dapat ditemukan. Masa tunggu keberangkatan haji yang cukup lama membuat calon jamaah haji yang mendaftar masih sehat, namun giliran akan berangkat sudah lansia,” katanya.









