Ungkapan Hati Petronela Dula ketika Menakhoda IBI Cabang Ngada Dua Periode “Kami adalah Saksi Pertama Tangisan Kehidupan”

Avatar photo

Sabtu, 11 April 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IBI Cabang Ngada 2 Periode, Petronela Dula, S.ST., M.Kes. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Ketua IBI Cabang Ngada 2 Periode, Petronela Dula, S.ST., M.Kes. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Selama kurang lebih 2 (dua) periode (10 tahun), Petronela Dula menakhodai Ikatan Bidan Indonesia Cabang Ngada. Meski telah mencapai masa purna tugas, Petronela masih punya tanggung jawab terhadap organisasi yang pernah dipimpinnya ini.

Hal ini tergambar saat dirinya memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) IV di Bajawa pada Jumat (10/4/26). Ungkapan hati yang tulus keluar dari mulut Petronela saat itu.

“Kami hadir di ruang-ruang yang sering kali sunyi dari sorotan, namun penuh dengan perjuangan di rumah sakit, puskesmas, polindes, poskesdes dan di rumah-rumah sederhana, bahkan di pelosok yang sulit dijangkau, kami adalah saksi pertama tangisan kehidupan. Kami juga terkadang menjadi saksi terakhir dalam keheningan kehilangan,” ketus Petronela.

Dia menilai, bidan bukan sekedar profesi namun juga sebagai panggilan jiwa. Setiap hari bidan harus berdiri di antara harapan dan kecemasan seorang ibu. Bahkan setiap detik, bidan harus menjaga 2 (dua) nyawa sekaligus yakni, ibu dan anak, ungkapnya.

Petronela tak memungkiri bahwa, dalam perjalanan itu para bidan sering kali menghadapi banyak tantangan. Keterbatasan sarana prasarana, medan geografis yang tidak mudah, tuntutan pelayanan yang semakin tinggi, serta dinamika organisasi yang terus berkembang.

Namun lanjut dia, ditengah semua itu para bidan ini tetap bertahan untuk melayani, karena mereka percaya bahwa setiap ibu di Ngada ini berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan setiap anak berhak lahir dengan selamat dan bermartabat.

Baca juga:  Romi Juji: DPRD Ngada Komitmen Dorong Kebijakan Penguatan Peran Bidan

Petronela mengungkapkan, sebagai Ketua IBI Cabang Ngada yang sebentar lagi akan memasuki purna tugas, ia pun meminta ijin untuk berbicara tidak hanya sebagai seorang pemimpin organisasi, tetapi sebagai seorang bidan, sebagai seorang perempuan dan sebagai bagian dari masyarakat Ngada.

“Saya dan kita sekalian yang berada disini menyadari bahwa perjalanan ini belum sempurna. Masih banyak harapan yang belum terwujud. Namun satu hal yang pasti, kita semua telah memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki,” ucapnya.

Petronela mengatakan, pihaknya telah berupaya meningkatkan kapasitas dan kebersamaan anggota, mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngada.

Mseki demikian, pihaknya menyadari bahwa perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu ia menyampaikan harapan yang tulus kepada para pemimpin daerah agar tidak hanya melihat bidan sebagai pelaksana teknis di lapangan, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.

“Kami berharap ada perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan bidan, penyediaan fasilitas pelayanan yang memadai, dukungan terhadap pendidikan profesi bidan, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak,” pinta Petronela.

Sebab menurut dia, sesungguhnya investasi yang terbesar sebuah daerah bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada kualitas kehidupan manusianya yang tentunya dimulai sejak dari dalam kandungan.

Baca juga:  Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama

Ketika seorang ibu tersenyum karena berhasil melahirkan dengan selamat, disitulah keberhasilan pembangunan sesusngguhnya dimulai. Ketika seorang bayi lahir sehat dan tumbuh dengan baik, distulah masa depan Ngada sedang dibangun. Dan di balik semua itu sebut Petronela, ada tangan-tangan sederhana para bidan yang bekerja dengan tulus, sering tanpa tepuk tangan, namun penuh dedikasi, tutur Petronela.

“Sebelum mengakhiri masa jabatan saya, saya percaya, generasi bidan berikutnya akan lebih kuat, lebih profesional, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Kepada seluruh anggota IBI saya titipkan pesan sederhana ini; tetaplah menjadi bidan yang bekerja sesuai kode etik profesi, menjaga integritas, menjunjung tinggi kejujuran serta tanggung jawab dalam setiap tindakan. Jangan pernah kehilangan empati, karena ilmu tanpa hati akan kehilangan makna, namun hati yang tulus akan selalu menemukan jakannya,” ungkap Petronela.

Kepada pengurus baru yang terpilih ia berpesan untuk selalu menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Sebab kata Petronela, tantangan ke depan semakin berat, namun target untuk menurunkan AKI dan AKB serta stunting di Kabupaten Ngada harus tetap dijalankan. Tetaplah bersinergi dan berkolaborasi dengan semua stakeholder demi mencapai target tersebut, pungkasnya.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Berita ini 97 kali dibaca
“Kami hadir di ruang-ruang yang sering kali sunyi dari sorotan, namun penuh dengan perjuangan di rumah sakit, puskesmas, polindes, poskesdes dan di rumah-rumah sederhana, bahkan di pelosok yang sulit dijangkau, kami adalah saksi pertama tangisan kehidupan. Kami juga terkadang menjadi saksi terakhir dalam keheningan kehilangan,” ketus Petronela.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB