Sahabat N. Muhammad Saw Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pohon Sahabi

Foto : Pohon Sahabi

Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Ternyata masih ada “sahabat” Nabi yang diyakini masih hidup hingga sekarang. Bukan manusia, melainkan sebuah pohon tua yang dikenal sebagai Pohon Sahabi di wilayah gurun Safawi, dekat kota Al-Mafraq di Yordania.
Pohon ini sering disebut sebagai “sahabat Nabi” karena diyakini pernah menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad ketika masih kecil. Saat itu, Nabi Muhammad ikut dalam perjalanan dagang menuju wilayah Syam bersama pamannya, Abu Talib.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan kafilah Quraisy berhenti untuk beristirahat di bawah pohon yang berdiri sendirian di tengah gurun tandus. Di tempat itulah terjadi peristiwa yang kemudian menjadi bagian dari kisah populer dalam sejarah Islam.

Menurut sejumlah riwayat yang dikutip situs Royal Jordanian, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira yang tinggal di daerah itu melihat rombongan kafilah dari kejauhan. Dia disebut merasa heran karena melihat awan menaungi salah satu anggota rombongan. Ketika rombongan berhenti dan beristirahat di bawah pohon tersebut, Bahira pun mendatangi mereka.

Bahira kemudian memperhatikan seorang anak kecil dalam rombongan itu, yakni Muhammad. Setelah berbincang dengan Abu Talib dan memperhatikan beberapa tanda, Bahira diyakini menyimpulkan bahwa anak tersebut kelak akan menjadi nabi. Dia pun memperingatkan Abu Talib agar menjaga Muhammad dengan baik dalam perjalanan mereka.

Seiring waktu, pohon tempat rombongan itu berteduh kemudian dikenal sebagai Pohon Sahabi dan bernama latin Atlantic Pistachio. Kata “sahabi” sendiri merujuk pada sahabat Nabi, sehingga pohon ini sering dianggap sebagai saksi hidup perjalanan awal Nabi Muhammad sebelum masa kenabian.

Yang membuat pohon ini semakin menarik adalah lokasinya. Pohon tersebut berdiri sendirian di tengah hamparan gurun yang kering dan tandus, tanpa ada pepohonan lain di sekitarnya. Atas dasar itu, banyak orang menganggap keberadaannya sebagai sesuatu yang unik.

Di era modern, penemuan kembali pohon ini dilakukan oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania. Menurut situs Royal Archives, setelah kembali dari studinya di University of Cambridge, Ghazi ditugaskan oleh pamannya, Raja Hussein, untuk bekerja di Royal Archives of Jordan. Di sana dia mempelajari berbagai arsip sejarah kerajaan.

Dalam penelusuran tersebut, dia menemukan dokumen lama mengenai sebuah pohon di wilayah Safawi, Zarqa Governorate, yang ternyata pernah terlewat saat inventarisasi situs suci pada masa Raja Abdullah I. Pohon inilah lantas diyakini sebagai tempat berteduh Nabi ke-25 itu.

Saat ini, Pohon Sahabi menjadi salah satu destinasi wisata religi di Yordania. Banyak peziarah dan wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung pohon yang diyakini telah berusia lebih dari 1.400 tahun dan menjadi “sahabat” dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad.




Baca juga:  Terancam Hukuman Mati di Ethiopia, WNI Asal Majalengka Tertangkap Bawa Narkoba

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Situasi Memanas, Kedutaan India Desak Warganya Segera Keluar dari Iran
Jika AS Gempur Iran, Akankah Dunia Terbakar? Ini Analisis Mahfuz Sidik
Indonesia Siap Kirim 8.000 TNI ke Gaza, Dunia Kaget: Berani Ambil Risiko Besar?

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat N. Muhammad Saw Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:00 WIB

Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:33 WIB

Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:08 WIB

Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya

Berita Terbaru

“Jusuf Hamka (kanan) berbincang dengan Hary Tanoesoedibjo (kiri) dalam suasana persidangan, terkait putusan gugatan perdata yang berujung kewajiban ganti rugi sebesar Rp 531 miliar.”

Hukum

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:50 WIB

Nusantara

Situ Warung Rebo: Ramai Pengunjung, Warga Raup Peluang Usaha

Senin, 20 Apr 2026 - 18:05 WIB