Jika AS Gempur Iran, Akankah Dunia Terbakar? Ini Analisis Mahfuz Sidik

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, saat menyampaikan pandangannya dalam kajian bertema serangan ke Iran dan dampaknya bagi stabilitas global.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, saat menyampaikan pandangannya dalam kajian bertema serangan ke Iran dan dampaknya bagi stabilitas global.

Jakarta, Metrosiar – Dunia kini menanti kepastian rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Benarkah akan terjadi, atau sekadar manuver geopolitik? Isu ini dinilai berpotensi memicu perang dunia ketiga.

Ketua Komisi I DPR 2010–2016, Mahfuz Sidik, mengatakan persoalan tersebut menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan internasional.

“Masalah ini sangat aktual menjadi perbicangan banyak pihak, yang sering dinanti adalah kabar terbaru dari situasi ini, yaitu serangan Amerika ke Iran yang berpotensi memicu terjadinya perang dunia ketiga,” kata Mahfuz Sidik.

Hal itu disampaikan Mahfuz, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Serangan ke Iran: Benarkah Ambang Pintu Perang Dunia III, Jumat (20/2/2026) malam.

Suasana Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertajuk “Serangan ke Iran Picu Perang Dunia Ketiga?” yang menghadirkan Mahfuz Sidik sebagai narasumber.

Menurut Mahfuz, Iran termasuk dalam tujuh negara yang disebut harus dihancurkan atau dilumpuhkan secara politik dan militer demi mewujudkan Israel sebagai kekuatan dominan sekaligus penjamin kepentingan Barat di kawasan Timur Tengah.

Ia merujuk pada dokumen yang dibocorkan mantan Panglima NATO, Wesley Clark, yang menyebut Gedung Putih pernah mengagendakan perang militer terhadap tujuh negara dalam lima tahun pasca-serangan 11 September 2001 di AS.

“Secara definitif negara yang disebut itu adalah Irak, Suriah, Libanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Ini tujuh negara yang dalam dokumen itu sebagai target dari perang secara militer,” ungkapnya.

Baca juga:  Nasib Witan Sulaeman Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Lebih Sering Dicadangkan dan Terancam Dicoret Kluivert, Direktur Klub Angkat Bicara: Keputusan Ada di Tangan Pelatih Persija Jakarta

Mahfuz menilai, dari tujuh negara tersebut, kini hanya Iran yang belum berhasil dilumpuhkan secara militer dan politik. Enam negara lainnya telah dikuasai atau mengalami kehancuran signifikan, seperti Libya dan Suriah.

Ia juga menyoroti langkah Presiden AS, Donald Trump, yang dinilai melanjutkan agenda tersebut dengan berbagai pendekatan untuk menekan Iran. Trump, kata Mahfuz, memandang Iran sebagai pendukung terorisme global dan mengusung narasi global war on terrorism sebagai strategi geopolitiknya.

Mahfuz Sidik memaparkan analisis geopolitik terkait potensi serangan Amerika Serikat ke Iran yang dinilai bisa memicu perang dunia ketiga.

Selain itu, terdapat dokumen lain yang disusun tim penasihat senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang disebut memuat peta reposisi Timur Tengah dengan Israel sebagai kekuatan paling dominan. Dalam dokumen itu, Iran disebut sebagai the last stone of the region—batu terakhir yang masih kokoh dan menjadi ancaman bagi Israel.

Mahfuz mengingatkan, strategi tersebut menjadi ancaman besar bagi stabilitas global. Pasalnya, Iran memiliki kemampuan nuklir, rudal balistik, serta pasukan Garda Revolusi yang kuat dan memiliki kedekatan dengan Rusia dan China.

Baca juga:  Prediksi Emas Besok 07 November 2025

“Iran ini punya nuklir, punya rudal balistik, pasukan garda revolusinya sangat kuat dekat dengan Rusia dan China yang siap untuk membantu Iran. Iran juga menguasai Selat Hormuz, kalau ditutup jalur distribusi dunia akan terganggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Iran bahkan mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah. Belum lagi dukungan dari kelompok poros perlawanan di kawasan tersebut.

“Amerika dan Israel sedang berhadap-hadapan dengan Iran hari demi hari. Mereka sedang menghitung kapan dimulai peperangan. Jika mereka nekat, maka bisa dipastikan serangan Amerika dan Israel ke Iran ini akan menjadi pemantik bagi terjadinya perang dunia ketiga,” tegasnya.

Mahfuz juga menilai publik AS semakin menyadari bahwa kebijakan politik di bawah kepemimpinan Trump lebih merefleksikan kepentingan Israel dibandingkan kepentingan nasional Amerika sendiri, sehingga dinilai minim legitimasi politik.

Lantas, apa yang harus dilakukan Indonesia?

“Nah, apa yang harus dilakukan Indonesia? Saya kira Indonesia harus mengkalkulasi secara hati-hati, tidak boleh terjebak dalam politik aliansi. Kemudian memitigasi resiko, jika perang ini betul-betul terjadi. Karena salah satu faktornya kita masih punya ketergantungan terhadap impor minyak,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kritik Tajam AWN Soroti LKPJ Bupati Ngada Dalam Rapat Kerja Komisi 2
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Kritisi Program Strategis Nasional, Patris Lali Wolo Sentil MBG, KMP dan Sekolah Rakyat: Masyarakat Butuh Pendidikan Gratis
Tanggapi Dinamika Pelantikan Sekda Ngada, Pimpinan DPRD Rekomendasikan RDP
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Dinamika Pelantikan Sekda Ngada, Fraksi Gerindra Tekankan Pentingnya Etika Komunikasi

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Selasa, 7 April 2026 - 21:46 WIB

Kritik Tajam AWN Soroti LKPJ Bupati Ngada Dalam Rapat Kerja Komisi 2

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:51 WIB

Kritisi Program Strategis Nasional, Patris Lali Wolo Sentil MBG, KMP dan Sekolah Rakyat: Masyarakat Butuh Pendidikan Gratis

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB