Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Avatar photo

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Hubungan Turki dan Israel memanas. Kemungkinan Turki bakal jadi pengganti Iran dalam konflik. Kedua negara itu sudah saling melontarkan ancaman dan tuduhan, seperti isu genosida hingga perebutan pengaruh di Suriah, Iran, Laut Mediterania, dan Palestina.

Israel khawatir dengan ekspansi militer dan diplomatik Turki, sementara Ankara menganggap Israel adalah penghalang bagi kepentingannya di Timur Tengah.

Jika Iran dikenal dengan rudal-rudal balistiknya yang mencengangkan, Turki juga punya teknologi yang makin andal, terlebih selama dua dekade terakhir. Sekarang, Turki mengoleksi drone tingkat lanjut, kendaraan perang lengkap dengan pelindung dan senjata canggih, hingga misil yang presisi.



Dikutip detikINET dari What’s On In Trnc, Senin (13/7/2026) perubahan ini secara signifikan menguatkan posisi Turki di kawasan Timur Tengah. Berikut ini beberapa kemajuan senjata militer dari Turki:

1. Drone

Turki mengembangkan drone kombat yang makin maju, salah satunya Bayraktar TB2 yang belakangan menjadi kendaraan terbang tanpa awak yang marak digunakan untuk:

Melakukan pengawasan jangka panjang
Membawa amunisi berpemandu presisi
Memberikan intelijen medan perang real-time
Drone Turki telah digunakan dalam konflik dan operasi militer di beberapa wilayah dan telah menarik perhatian global karena efektivitasnya dan biayanya yang relatif rendah. Turki juga telah memperkenalkan platform drone yang lebih canggih, termasuk drone tempur ketinggian tinggi Bayraktar Akıncı, yang mampu membawa muatan lebih berat dan sensor yang lebih canggih.

2. Kendaraan Lapis Baja Modern

Turki juga memproduksi berbagai macam kendaraan lapis baja modern yang digunakan oleh pasukandaratnya. Ini termasukAltay (tank tempur utama) dan kendaraan tempur infanteri canggih yang dirancang untuk mobilitas, perlindungan, dan integrasi medan perang digital. Sistem lapis baja modern sering kali menggabungkan:
Sistem proteksi aktif
Pencitraan termal
Jaringan perintah digital.

Baca juga:  Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

 

  1. 3. Rudal

    Turki juga berinvestasi besar-besaran dalam teknologi rudal. Program rudal yang dikembangkan oleh organisasi sepertiRoketsan telah memperluas kemampuan serangan jarak jauh negara tersebut secara signifikan. Rudal yang dikembangkan secara lokal sekarang meliputi:
    Senjata udara-ke-darat yang dipandu secara presisi
    Rudal anti-kapal
Baca juga:  Prediksi Emas Besok 07 November 2025

 

4. Integrasi Dengan Teknologi NATO

Turki juga merupakan anggota NATO, yang berarti angkatan bersenjatanya beroperasi dalam kerangka aliansi yang lebih luas. Hal ini memerlukan kompatibilitas dengan sistem NATO di berbagai bidang seperti komunikasi, jaringan komando dan kendali, sampai koordinasi pertahanan udara.

Integrasi dengan standar NATO memungkinkan Turki untuk berpartisipasi dalam operasi gabungan dan latihan multinasional.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Jumat, 25 September 2026 - 14:05 WIB

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Berita Terbaru

Nusantara

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:28 WIB

Nusantara

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:13 WIB