Desa Jadi Benteng Terakhir: BNN Ajak Kades Perangi Narkoba dari Akar Rumput

Avatar photo

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menyampaikan sambutan saat peresmian Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan dan deklarasi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menyampaikan sambutan saat peresmian Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan dan deklarasi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Palu, Sulawesi Tengah.

Palu, Metrosiar – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengajak para kepala desa di Sulawesi Tengah untuk aktif mendukung program Desa Bersih Narkoba atau Desa Bersinar sebagai garda terdepan dalam memerangi peredaran narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan Suyudi saat menghadiri peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan serta Deklarasi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu. Ia menegaskan, bandar narkoba kini semakin lihai dengan menyasar wilayah pedesaan.

“Bandar narkoba sekarang semakin lihai dan menyasar hingga ke wilayah pedesaan. Karena itu, keterlibatan aktif kepala desa, camat, dan kepala daerah menjadi kunci keberhasilan program Desa Bersinar,” katanya.

Menurut Suyudi, peran pemerintah desa sangat strategis dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, peredaran narkotika saat ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga telah merambah hingga ke desa-desa.

Baca juga:  Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Rp12.500 per Kilogram

Berdasarkan hasil survei, Sulawesi Tengah saat ini menempati posisi ketiga secara nasional dalam peredaran narkoba. Kondisi tersebut dinilai sebagai tantangan serius sekaligus pekerjaan rumah yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Program Desa Bersinar, lanjut Suyudi, tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi berbasis masyarakat. Melalui program ini, desa diharapkan mampu membangun ketahanan sosial dan melindungi warganya dari bahaya narkoba.

Ia juga mengapresiasi dukungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam penguatan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN). Dukungan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025 tentang petunjuk operasional fokus penggunaan dana desa tahun 2026, yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019.

Baca juga:  Media Australia Ungkap Perkembangan Timnas Indonesia Jadi Ancaman Bagi Socceroos di Kualifikasi Piala Dunia

“Kita tidak mungkin memenangkan perang melawan narkoba jika tidak dilakukan secara bersama-sama. Dengan komitmen dan sinergi semua pihak, desa dapat menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Selain itu, Suyudi menilai kehadiran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa dan Kelurahan sebagai oasis keadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, Posbankum hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum yang menyeluruh, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan pengetahuan hukum dan akses ekonomi.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Minggu, 6 September 2026 - 23:50 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:44 WIB

Alexander Salembun, jurnalis Metrosiar (kiri), bersama personel TNI AD di lokasi kegiatan pembersihan abu vulkanik menggunakan mobil water tank TNI AD.

Peristiwa & Bencana

Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:49 WIB