Bajawa.Metrosiar- Gempa Flores yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur tidak menyurutkan semangat para mahasiswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan tinggi mereka.
Di tengah kondisi pascagempa, mahasiswa baru yang berasal dari sejumlah wilayah terdampak, seperti Riung, Mbay hingga Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, tetap berusaha hadir mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB), Rabu (2/9/2026).
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Ketua STIPER Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan PKKMB, Nicolaus mengungkapkan rasa syukur karena aktivitas pendidikan di STIPER Flores Bajawa tetap dapat berjalan meskipun sejumlah wilayah di Flores masih berada dalam situasi pemulihan pascagempa.

Ia mengatakan, lingkungan kampus STIPER Flores Bajawa juga mengalami sejumlah kerusakan akibat gempa. Namun, kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan akademik.
“Kita bersyukur karena kita tidak terdampak dalam gempa kemarin. Walaupun terdapat beberapa bangunan yang rusak, namun masih dalam kategori ringan,” ujar Nicolaus.
Menurutnya, hal yang paling membanggakan adalah semangat para mahasiswa baru yang berasal dari wilayah terdampak gempa. Meski sebagian dari mereka masih berada dalam situasi sulit, mereka tetap berusaha menjangkau Bajawa untuk mengikuti tahapan awal kehidupan sebagai mahasiswa.
“Terutama mahasiswa-mahasiswi baru yang berasal dari wilayah utara, dari Riung, Mbay dan terutama dari wilayah Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur. Meskipun masih dalam kesulitan, mereka masih bisa menjangkau dan hadir pada kesempatan ini,” katanya.
Nicolaus menilai kehadiran mahasiswa baru dari daerah terdampak tersebut menjadi bukti bahwa bencana tidak boleh menghentikan semangat generasi muda dalam mengejar pendidikan dan masa depan.
Ia menegaskan, PKKMB merupakan tahapan penting bagi mahasiswa baru sebelum secara resmi memulai perjalanan pendidikan tinggi di STIPER Flores Bajawa.
“PKKMB ini merupakan hal penting sebagai awal untuk memastikan dan mengesahkan mahasiswa baru menjadi mahasiswa STIPER Flores Bajawa,” ungkapnya.
Melalui PKKMB, mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari kebijakan pendidikan tinggi, kebijakan internal STIPER Flores Bajawa, norma-norma kehidupan kampus, hingga hak dan kewajiban sebagai mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh pengenalan mengenai program studi yang telah dipilih sebagai bekal untuk menjalani proses pendidikan selama kurang lebih empat tahun hingga menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja.
Saat ini, STIPER Flores Bajawa memiliki lima program studi, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, NTPT dan Biologi Terapan.
Nicolaus juga memaparkan perkembangan STIPER Flores Bajawa sejak berdiri. Hingga saat ini, perguruan tinggi tersebut telah menghasilkan sekitar 115 alumni melalui dua kali pelaksanaan wisuda.
“Tahun ini akan ada lagi wisuda angkatan ketiga dengan jumlah kurang lebih 70-an orang,” ujarnya.
Sementara itu, Tahun Akademik 2026/2027 dijadwalkan mulai memasuki masa perkuliahan pada 7 September 2026.
Selain melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, STIPER Flores Bajawa juga terus menjalankan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kerja sama dan kolaborasi.
Di tengah penanganan dampak gempa Flores, civitas akademika STIPER Flores Bajawa juga mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
Nicolaus mengatakan, pada hari ketiga setelah gempa terjadi, pihak kampus menerjunkan tujuh tim relawan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

“Pada hari ketiga gempa, kami menerjunkan tujuh tim relawan STIPER untuk membantu penanganan darurat di wilayah Riung hingga Maronggela,” jelasnya.
Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, STIPER Flores Bajawa kembali memulai aktivitas akademik melalui pelaksanaan PKKMB bagi mahasiswa baru.
Dalam kesempatan tersebut, Nicolaus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Ngada serta Pemerintah Kabupaten Ngada yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap keberadaan dan perkembangan STIPER Flores Bajawa.
Menurutnya, kehadiran STIPER Flores Bajawa merupakan hasil komitmen dan kolaborasi bersama antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan Keuskupan Agung Ende dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
“Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ngada dan Pemerintah Daerah Ngada yang senantiasa selalu mendukung,” katanya.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Ngada, lanjut Nicolaus, juga diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa STIPER Flores Bajawa.
Pada tahun ini, sebanyak 18 mahasiswa baru mendapatkan dukungan beasiswa. Sebanyak sembilan mahasiswa memperoleh bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), sementara sembilan mahasiswa lainnya menerima beasiswa afirmasi dari Pemerintah Kabupaten Ngada.
“Atas nama pimpinan dan segenap civitas akademika, kami menyampaikan limpah terima kasih. Termasuk sampai saat ini kami juga masih menggunakan berbagai fasilitas pinjam pakai dari Pemerintah Daerah,” tutup Nicolaus.
Di tengah situasi pemulihan pascagempa Flores, dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru STIPER Flores Bajawa menjadi pesan bahwa bencana boleh mengguncang kehidupan, namun semangat generasi muda untuk mengejar pendidikan dan masa depan tidak boleh padam.*









