Pascagempa Ngada, STIPER FB Hadirkan Pejabat BNPB RI: Mahasiswa Diajak Jadi Generasi Sadar Bencana

Avatar photo

Rabu, 2 September 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur BNPB RI Bambang Suryanto Memberikan Materi Terkait Tanggap Darurat Bencana kepada Ratusan Mahasiswa Baru STIPER FB. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Direktur BNPB RI Bambang Suryanto Memberikan Materi Terkait Tanggap Darurat Bencana kepada Ratusan Mahasiswa Baru STIPER FB. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Di tengah masyarakat Kabupaten Ngada yang masih berjuang bangkit dari dampak gempa bumi, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) menghadirkan Direktur Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Bambang Suryanto, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa (2/9/2026).

Kehadiran pejabat BNPB RI di tengah situasi pascagempa menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru STIPER FB. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan akademik dan lingkungan kampus, tetapi juga mendapat pembelajaran langsung tentang pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Di tengah pengalaman nyata masyarakat Ngada yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi rentetan gempa bumi, materi tentang mitigasi bencana menjadi semakin relevan.

PKKMB STIPER FB kali ini pun tidak sekadar menjadi agenda rutin penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut berkembang menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami bahwa bencana bukan hanya persoalan yang dihadapi setelah terjadi, tetapi risiko yang harus dikenali, dipahami dan dipersiapkan sejak dini.

Dalam arahannya, Bambang Suryanto memaparkan peran BNPB dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia. Mulai dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, penanganan pada masa tanggap darurat, hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada penanganan setelah bencana terjadi. Kesadaran terhadap ancaman dan risiko harus dibangun sebelum bencana datang.

“Mitigasi bencana menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, bukan baru dilakukan setelah bencana datang,” demikian salah satu poin yang ditekankan Bambang dalam arahannya.

Kepada mahasiswa STIPER FB, Bambang juga menaruh perhatian khusus pada pentingnya pengembangan riset dan ilmu pengetahuan dalam membaca berbagai potensi risiko bencana.

Baca juga:  Ketua Ormas Pendekar Banten Korcam Kemiri dan Perguruan Terumbu Banten Padepokan Macan Putih Ucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan pengetahuan berbasis riset yang dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan lingkungan dan berbagai ancaman bencana.

Hal tersebut, kata dia, juga sangat relevan bagi mahasiswa yang menekuni bidang pertanian.

Mahasiswa pertanian tidak hanya dituntut memahami persoalan produksi dan pengembangan komoditas, tetapi juga perlu mampu membaca perubahan kondisi lingkungan serta berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian.

Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, menurut Bambang, dapat menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat memahami risiko yang mungkin terjadi, termasuk dalam menentukan waktu tanam dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan pengetahuan berbasis riset bagi masyarakat,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam materi tersebut.

Pemahaman terhadap kondisi lingkungan, perubahan alam dan potensi ancaman bencana diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya petani, mengambil langkah yang lebih tepat dalam menjalankan aktivitas produksi.

Selain berbicara tentang mitigasi, Bambang juga menjelaskan pentingnya sistem penanganan bencana yang terkoordinasi.

BNPB, kata dia, memiliki peran penting dalam memastikan penanganan bencana dapat berjalan secara terpadu, termasuk dalam pemenuhan dan distribusi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak.

Dalam situasi tanggap darurat, ketersediaan logistik menjadi salah satu unsur vital. Bantuan harus dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, lembaga kemanusiaan, relawan hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Di hadapan para mahasiswa baru, Bambang juga mendorong generasi muda agar tidak hanya mengejar kemampuan akademik selama berada di bangku perguruan tinggi.

Baca juga:  Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) Gelar Acara Silaturahmi Tanpa Batas

Mahasiswa, menurutnya, harus tumbuh menjadi kelompok intelektual yang memiliki kepedulian sosial, kepekaan terhadap lingkungan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

Mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan pengetahuan, membangun kesadaran publik hingga terlibat langsung dalam berbagai upaya pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat.

Pengalaman gempa bumi yang dialami masyarakat Ngada menjadi pengingat bahwa pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana terjadi bukan lagi sekadar teori.

Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting yang harus dimiliki masyarakat, termasuk generasi muda.

Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko bencana di masa depan.

PKKMB STIPER FB tahun ini pun tidak hanya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan kesadaran tentang tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap lingkungan serta pentingnya membangun budaya sadar bencana.

Di tengah Ngada yang masih berjuang memulihkan diri, kehadiran Direktur Logistik BNPB RI membawa pesan yang kuat kepada generasi muda: membangun ketangguhan masyarakat harus dimulai dari pengetahuan dan kesiapsiagaan.

Sebab, bencana memang tidak selalu dapat dicegah.

Namun, risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui pengetahuan, riset, mitigasi serta kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama-sama.

Di tengah tanah Ngada yang masih menyimpan jejak guncangan gempa, pesan itu menjadi semakin relevan.

Membangun generasi cerdas tidak cukup hanya dengan membekali mereka ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri, lingkungan dan masyarakat dari berbagai risiko bencana.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB