Jokowi Sebut “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritualnya

Avatar photo

Jumat, 4 September 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Widodo (Residen Ke - 7 Republik Indonesia)

Joko Widodo (Residen Ke - 7 Republik Indonesia)

Situbondo, Metrosiar – Sebuah kisah penuh nuansa sejarah, spiritualitas, dan perjalanan hidup diungkapkan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PWFRN), R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., yang akrab disapa Agus Flores.

Agus Flores mengungkapkan bahwa dirinya pernah disebut sebagai “Sultan Majdzub Besuki” oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi.

Menurut Agus, penyebutan tersebut merupakan hak pribadi Jokowi dalam memberikan penilaian terhadap dirinya. Ia menilai setiap orang memiliki sudut pandang dan cara tersendiri dalam melihat perjalanan hidup seseorang.

“Kalau Pak Jokowi menyebut saya sebagai Sultan Majdzub Besuki, itu merupakan hak pribadi beliau dalam menilai saya,” ungkap Agus Flores.

Di balik sebutan tersebut, Agus juga mengungkap perjalanan panjang keluarganya yang, menurutnya, memiliki keterkaitan historis dengan wilayah Besuki.

Ia menceritakan bahwa sang ayah pada masa kecil pernah tinggal di kawasan Kraton Pendopo Besuki. Selain itu, terdapat pula cerita dan jejak sejarah keluarga yang dikaitkan dengan lingkungan pejabat pada masa Residensi Besuki.

Agus Flores juga menyebut adanya kemungkinan hubungan historis dengan keluarga besar Noto Kusumo, yang dikenal dalam sejarah sebagai Bupati Besuki pertama.

Bagi Agus, sejarah keluarga dan perjalanan spiritual merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dipisahkan begitu saja.

Hobi ziarah ke makam raja-raja Nusantara

Agus Flores dikenal memiliki kegemaran melakukan perjalanan dan ziarah ke berbagai situs sejarah serta tempat-tempat yang berkaitan dengan kerajaan dan raja-raja Nusantara.

Baca juga:  Kuasa Hukum Ungkap Awal Pertemuan Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil, RK Siap Tempuh Jalur Hukum

Kegemaran tersebut, menurutnya, telah dijalani sejak usia muda dan terus dilakukan hingga kini.

Baginya, perjalanan itu bukan sekadar wisata sejarah. Ada pencarian makna, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya memahami perjalanan panjang Nusantara yang telah menjadi bagian dari hobinya.

“Kalau dalam hidup saya suka jalan dan ziarah ke para raja seluruh Nusantara, karena itu sudah menjadi hobi dari kecil sampai setengah abad ini,” ujarnya.

Agus juga memandang perjalanan spiritual sebagai bagian dari takdir dan jalan hidup yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, apabila dalam perjalanan hidup seseorang memiliki pengalaman spiritual tertentu dan merasakan kedekatan batin dengan sejarah maupun leluhur, maka hal tersebut harus disikapi dengan rasa syukur serta tanggung jawab.

“Kalaupun saya bisa berkomunikasi dengan para raja leluhur, itu harus saya syukuri. Mungkin memang jalan hidup saya ditakdirkan seperti itu,” tuturnya.

Rumah menjadi tempat mengaji selama 16 tahun

Di tengah perjalanan hidupnya yang penuh warna, Agus Flores menegaskan bahwa pendidikan agama tetap menjadi pondasi utama dalam keluarganya.

Ia mengaku mendidik istri dan anak-anaknya agar memiliki pemahaman agama yang kuat, khususnya dalam memahami dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW.

Bahkan, rumahnya selama kurang lebih 16 tahun disebut telah menjadi tempat kegiatan pengajian bagi anak-anak generasi muda.

Menurut Agus, anak-anak dari berbagai latar belakang datang dan belajar bersama tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang keluarga.

Anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga anak-anak dari kalangan pejabat, disebutnya, dapat berkumpul dan mengaji bersama di rumahnya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Kabupaten Bogor Berlakukan Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 17 Maret

Bagi Agus Flores, pendidikan agama bukan hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan syariah, tarekat hingga tasawuf

Dalam perjalanan spiritual pribadinya, Agus Flores mengaku telah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai tahapan keilmuan Islam, mulai dari pemahaman syariah hingga perjalanan tarekat dan tasawuf.

Ia menyebut dirinya telah mendapatkan pembinaan dan penguatan spiritual dalam lingkungan Shalawat Al Qodariah.

Bagi Agus, seluruh perjalanan tersebut telah membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.

Ia tidak ingin terlalu jauh memaksakan diri untuk menentukan bagaimana orang lain harus menilai dirinya.

Baginya, hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dengan keyakinan, rasa syukur, pengabdian, serta tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat.

“Artinya hidup ini dijalankan saja, sampai di mana ujungnya,” pungkas Agus Flores.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan Agus Flores yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial.

Di balik aktivitasnya yang dinamis, terdapat perjalanan panjang tentang sejarah keluarga, kecintaan terhadap situs-situs kerajaan Nusantara, kegiatan keagamaan, pendidikan generasi muda, hingga pencarian makna spiritual dalam menjalani kehidupan.

Bagi Agus Flores, julukan, penilaian, maupun pandangan orang lain merupakan bagian dari dinamika kehidupan.

Namun, pada akhirnya ia memilih tetap berjalan di jalannya sendiri, menjalani hidup, menjaga keluarga, mendidik generasi, dan menyerahkan ujung perjalanan kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah
PLN UIP Nusra II Buktikan PLTP Mataloko Tak Hanya Soal Listrik, Air Bersih Kini Mengalir ke 5 Wilayah Golewa
MURNI KASIH Tutup Pemberangkatan 2026, 42 Anak Ngada Siap Menjemput Masa Depan di Bali
Peringatan Maulid Nabi di Kampung Pondok Lor Pakuhaji Berlangsung Meriah dan Khidmat
Jokersino Casino Canada: How to Claim Your Bonus
Ketua STIPER FB: Gempa Boleh Mengguncang, Semangat Mahasiswa Baru Tak Boleh Padam
PT PLN UIP Nusra II Hadirkan Akses Air Bersih untuk 5 Wilayah di Kecamatan Golewa
Bupati Raymundus Bena Bikin Mahasiswa STIPER FB Bersemangat, Janjikan Beasiswa untuk IPK Terbaik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:19 WIB

Jokowi Sebut “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritualnya

Jumat, 4 September 2026 - 04:34 WIB

Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 21:33 WIB

PLN UIP Nusra II Buktikan PLTP Mataloko Tak Hanya Soal Listrik, Air Bersih Kini Mengalir ke 5 Wilayah Golewa

Kamis, 3 September 2026 - 09:10 WIB

Peringatan Maulid Nabi di Kampung Pondok Lor Pakuhaji Berlangsung Meriah dan Khidmat

Kamis, 3 September 2026 - 03:43 WIB

Jokersino Casino Canada: How to Claim Your Bonus

Berita Terbaru

Personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten melakukan pemeriksaan dan deteksi awal di lokasi dugaan limbah B3 di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Peristiwa & Bencana

Ada Limbah B3 di Sawah Cikande? Hasil Deteksi Brimob Terungkap

Jumat, 4 Sep 2026 - 13:50 WIB