Jakarta Utara, Metrosiar – Upaya mendorong generasi muda Jakarta Utara agar semakin kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi terus dilakukan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya melalui dialog interaktif bertajuk “Memanfaatkan Media Digital dan Infrastruktur Teknologi untuk Karya Anak Muda Jakarta Utara”.
Kegiatan yang digagas Jakut Hub bersama Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Utara serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tersebut berlangsung di Walang Kopi (Wako), Koja, Jakarta Utara, Jumat (4/9/2026) sore.
Dialog mengangkat tema “Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas” dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) Nur Iswan, Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Sudin Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara Ruki Cita Munggaran, serta Pembina Jakut Hub Ikhwan Ridwan Boim.
Jakut Hub Jadi Ruang Pengembangan Potensi Anak Muda
Ruki Cita Munggaran mengatakan tema tersebut relevan dengan kondisi generasi muda yang menghadapi perubahan dunia kerja dan persaingan yang semakin dinamis.
Menurutnya, tantangan pengangguran usia muda perlu dijawab melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas. Karena itu, Jakut Hub diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang pengembangan bagi generasi Z di Jakarta Utara.
“Pengangguran usia muda masih menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Karena itu, Jakut Hub dibentuk sebagai semacam inkubator bagi generasi Z di Jakarta Utara. Ini menjadi wadah untuk berkumpul, bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kemampuan,” ujar Ruki.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan. Dunia digital juga dapat menjadi ruang untuk mempelajari keterampilan baru, membangun jaringan, menghasilkan karya, hingga membuka peluang ekonomi.
“Dunia nyata dan dunia digital harus bisa berjalan beriringan. Anak-anak muda harus mampu memanfaatkan waktu di dunia digital untuk menambah skill, membangun jejaring, menghasilkan karya, bahkan membuka peluang usaha yang nantinya juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.
Ruki berharap keberadaan Jakut Hub dapat memperkuat ekosistem anak muda di Jakarta Utara sehingga mereka tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta karya dan peluang.
“Manfaatkan Jakut Hub sebaik-baiknya. Kami ingin anak-anak muda Jakarta Utara menjadi generasi yang berdaya, produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya dan peluang,” katanya.
Kreativitas Anak Muda Jakarta Utara Punya Potensi Besar
Pembina Jakut Hub Ikhwan Ridwan Boim mengatakan Jakut Hub hadir sebagai ruang yang mempertemukan anak muda dengan berbagai latar belakang dan potensi.
Menurutnya, banyak anak muda memiliki ide dan kreativitas yang kuat, tetapi membutuhkan ruang, jaringan, serta lingkungan yang mendukung agar gagasan tersebut dapat berkembang menjadi karya nyata.
“Jakut Hub ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem anak muda yang bisa saling menginspirasi dan berkolaborasi. Banyak anak muda memiliki ide dan kreativitas yang luar biasa, tetapi terkadang mereka membutuhkan ruang, teman, dan ekosistem untuk mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah karya,” ungkap Boim.
Ia menilai media digital saat ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi.
“Sekarang siapa pun bisa berkarya dan memiliki panggungnya sendiri melalui media digital. Tinggal bagaimana anak-anak muda ini mampu menggunakan teknologi secara positif, konsisten mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan konten atau karya yang memiliki nilai,” jelasnya.
Kreativitas Digital Perlu Diikuti Literasi
Dorongan terhadap kreativitas digital juga sejalan dengan berbagai kegiatan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara yang menempatkan literasi dan pengembangan potensi generasi muda sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan zaman.
Pada Agustus 2026, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara bersama Sudin Kominfotik menggelar kegiatan Pentas Literasi bertema “Internet dan Jejak Digital” yang diikuti pelajar SMP. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menggunakan internet secara bijak sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja.
Di sisi lain, kreativitas pemuda Jakarta Utara juga telah terlihat dalam Ajang Kreativitas Pemuda Jakarta (AKPJ) 2026. Kontingen Jakarta Utara berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk juara pada kategori Booth Kreativitas dan Modern Dance serta posisi tiga besar dalam kategori desain grafis, vokal, band, dan tari kreasi Betawi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi generasi muda Jakarta Utara tidak hanya berada pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menciptakan karya di bidang seni, desain, konten, dan ekonomi kreatif.
Teknologi Bisa Membuka Peluang Ekonomi
Pemanfaatan teknologi juga semakin penting di tengah kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Sudin Nakertransgi menggelar Job Fair dengan menyediakan 2.665 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan. Kegiatan tersebut menggunakan pola hibrida sehingga pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan dan mengunggah dokumen secara daring sebelum mengikuti tahapan berikutnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan digital semakin memiliki keterkaitan dengan dunia kerja. Karena itu, ruang seperti Jakut Hub diharapkan dapat membantu generasi muda mengembangkan keterampilan, membangun jejaring, sekaligus mengenali peluang yang tersedia.
Boim berharap dialog interaktif tersebut dapat menjadi pemantik agar generasi muda Jakarta Utara berani mengambil peran lebih besar di ruang digital.
“Kami ingin Jakut Hub menjadi rumah bersama bagi anak-anak muda Jakarta Utara. Dari sini mudah-mudahan lahir lebih banyak karya, komunitas, kolaborasi, bahkan peluang usaha baru. Jadi, anak muda bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga ikut menciptakan perubahan,” pungkasnya.
Dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi dan media digital, generasi muda Jakarta Utara memiliki peluang untuk mengembangkan kreativitas menjadi karya yang bernilai. Tantangannya adalah bagaimana peluang tersebut diikuti peningkatan keterampilan, literasi digital, konsistensi, serta kolaborasi sehingga teknologi benar-benar dapat menjadi sarana untuk “naik kelas”.










