Bajawa.Metrosiar- Di tengah masyarakat Ngada yang masih berjuang bangkit dari dampak Gempa Flores, Palang Merah Indonesia (PMI) diminta mengambil peran lebih besar. Tidak hanya membawa obat dan bantuan kemanusiaan, PMI juga didorong ikut mempercepat pemulihan kesehatan korban serta membantu sekolah-sekolah yang terdampak bencana.
Pesan itu disampaikan Bupati Ngada, Raymundus Bena, saat melepas para relawan PMI Kabupaten Ngada dalam kegiatan Launching My Medical My Adventure di Kantor PMI Kabupaten Ngada, Jumat (4/9/2026).
Para relawan yang terdiri dari dokter, tenaga kesehatan dan tim relawan PMI akan diterjunkan ke Desa Turamuri serta sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan bergerak langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan misi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.
Bupati Raymundus Bena menegaskan, masa tanggap dan pemulihan pascagempa tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak sembako yang telah dibagikan.
Menurutnya, ada persoalan yang jauh lebih panjang yang harus dihadapi masyarakat setelah bencana, yakni kesehatan, trauma, serta keberlangsungan pendidikan anak-anak.
“Kita juga harus fokus di pendidikan dan kesehatan. Sehingga PMI dengan pengalamannya ini akan sangat membantu masyarakat terdampak, khususnya kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Bupati Ray.

Ia menilai perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian serius dalam proses pemulihan. Kebutuhan obat-obatan, pelayanan kesehatan, perlengkapan khusus hingga pendampingan bagi kelompok rentan harus menjadi bagian penting dari kerja-kerja kemanusiaan pascagempa.
Bupati Ngada yang juga menjabat sebagai Pelindung PMI Kabupaten Ngada itu mengapresiasi dukungan PMI dari tingkat pusat hingga daerah yang terus hadir membantu masyarakat terdampak Gempa Flores.
Namun, di tengah kebutuhan masyarakat yang masih besar, Bupati Ray juga menitipkan harapan agar PMI dapat membantu menyediakan tenda-tenda darurat bagi sekolah-sekolah yang terdampak gempa.
Harapannya, proses pendidikan anak-anak tidak ikut terhenti hanya karena bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat bencana.
“Untuk itu saya berterima kasih kepada PMI mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Saya berterima kasih untuk usaha-usaha, kerja-kerja yang tulus untuk masyarakat Ngada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Markas Besar PMI Pusat, Arifin, memastikan PMI akan mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak Gempa Flores.
PMI bahkan telah mendatangkan tim dokter dan tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah terdampak.
Melalui program My Medical My Adventure, PMI ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi hadir langsung menjangkau masyarakat di desa-desa yang membutuhkan.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi
Selama tiga bulan ke depan, PMI menargetkan pelayanan kemanusiaan dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia.
“Masa tiga bulan kami diminta all out, semua barang harus kosong di gudang. Selama tiga bulan ke depan kita fokus layanan kesehatan dan bantuan-bantuan,” tegas Arifin.
Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa PMI akan bergerak lebih agresif dalam membantu masyarakat Ngada melewati masa pemulihan pascagempa.
Selain pelayanan kesehatan, PMI juga akan terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Ngada, Romi Juji, menegaskan bahwa kehadiran PMI di tengah masyarakat terdampak bukan sekadar menjalankan tugas organisasi.
Lebih dari itu, kata dia, kerja PMI merupakan panggilan kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit.
“Kehadiran PMI di Kabupaten Ngada selain amanat undang-undang, ini juga lebih sebagai panggilan kemanusiaan untuk menyapa, melayani sesama yang membutuhkan,” terangnya.

Melalui My Medical My Adventure, PMI kini memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mendistribusikan bantuan, sekaligus memperkuat kapasitas relawan PMI di daerah.
Penguatan relawan dinilai penting sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang. Dengan relawan yang semakin terlatih dan siap, PMI Kabupaten Ngada diharapkan mampu merespons lebih cepat berbagai persoalan kebencanaan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Selama tiga bulan ke depan, dokter, tenaga kesehatan dan relawan PMI akan bergerak dari satu wilayah terdampak ke wilayah lainnya.
Mereka datang bukan sekadar membawa obat
Di tengah warga yang masih menyimpan trauma, anak-anak yang membutuhkan kepastian untuk kembali belajar, serta keluarga yang sedang berusaha membangun kembali kehidupan, PMI diharapkan membawa sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar bantuan kemanusiaan.
Harapan untuk kembali pulih
Bencana boleh mengguncang tanah Ngada dan meninggalkan luka di tengah masyarakat.
Namun, melalui kerja kemanusiaan yang terus bergerak hingga ke pelosok desa, warga terdampak diharapkan tidak merasa berjalan sendiri dalam perjalanan panjang untuk bangkit dari Gempa Flores.*









