PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas

Avatar photo

Sabtu, 5 September 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Di tengah masyarakat Ngada yang masih berjuang bangkit dari dampak Gempa Flores, Palang Merah Indonesia (PMI) diminta mengambil peran lebih besar. Tidak hanya membawa obat dan bantuan kemanusiaan, PMI juga didorong ikut mempercepat pemulihan kesehatan korban serta membantu sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Pesan itu disampaikan Bupati Ngada, Raymundus Bena, saat melepas para relawan PMI Kabupaten Ngada dalam kegiatan Launching My Medical My Adventure di Kantor PMI Kabupaten Ngada, Jumat (4/9/2026).

Para relawan yang terdiri dari dokter, tenaga kesehatan dan tim relawan PMI akan diterjunkan ke Desa Turamuri serta sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan bergerak langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan misi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.

Bupati Raymundus Bena menegaskan, masa tanggap dan pemulihan pascagempa tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak sembako yang telah dibagikan.

Menurutnya, ada persoalan yang jauh lebih panjang yang harus dihadapi masyarakat setelah bencana, yakni kesehatan, trauma, serta keberlangsungan pendidikan anak-anak.

“Kita juga harus fokus di pendidikan dan kesehatan. Sehingga PMI dengan pengalamannya ini akan sangat membantu masyarakat terdampak, khususnya kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Bupati Ray.

Bupati Ngada, Raymundus Bena

 

Ia menilai perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian serius dalam proses pemulihan. Kebutuhan obat-obatan, pelayanan kesehatan, perlengkapan khusus hingga pendampingan bagi kelompok rentan harus menjadi bagian penting dari kerja-kerja kemanusiaan pascagempa.

Bupati Ngada yang juga menjabat sebagai Pelindung PMI Kabupaten Ngada itu mengapresiasi dukungan PMI dari tingkat pusat hingga daerah yang terus hadir membantu masyarakat terdampak Gempa Flores.

Baca juga:  Staf Ahli Gubernur Ungkap Festival Ana NTT Kreatif Muncul dari Ide Bernas Kaum Milenial

Namun, di tengah kebutuhan masyarakat yang masih besar, Bupati Ray juga menitipkan harapan agar PMI dapat membantu menyediakan tenda-tenda darurat bagi sekolah-sekolah yang terdampak gempa.

Harapannya, proses pendidikan anak-anak tidak ikut terhenti hanya karena bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat bencana.

“Untuk itu saya berterima kasih kepada PMI mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Saya berterima kasih untuk usaha-usaha, kerja-kerja yang tulus untuk masyarakat Ngada,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Markas Besar PMI Pusat, Arifin, memastikan PMI akan mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak Gempa Flores.

PMI bahkan telah mendatangkan tim dokter dan tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah terdampak.

Melalui program My Medical My Adventure, PMI ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi hadir langsung menjangkau masyarakat di desa-desa yang membutuhkan.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi

 

Selama tiga bulan ke depan, PMI menargetkan pelayanan kemanusiaan dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia.

“Masa tiga bulan kami diminta all out, semua barang harus kosong di gudang. Selama tiga bulan ke depan kita fokus layanan kesehatan dan bantuan-bantuan,” tegas Arifin.

Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa PMI akan bergerak lebih agresif dalam membantu masyarakat Ngada melewati masa pemulihan pascagempa.

Selain pelayanan kesehatan, PMI juga akan terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca juga:  Jurnalis Diduga Dianiaya Saat Liput Program Makan Bergizi Gratis di Pasar Rebo

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Ngada, Romi Juji, menegaskan bahwa kehadiran PMI di tengah masyarakat terdampak bukan sekadar menjalankan tugas organisasi.

Lebih dari itu, kata dia, kerja PMI merupakan panggilan kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit.

“Kehadiran PMI di Kabupaten Ngada selain amanat undang-undang, ini juga lebih sebagai panggilan kemanusiaan untuk menyapa, melayani sesama yang membutuhkan,” terangnya.

Ketua PMI Cabang Ngada, Romilus Juji

 

Melalui My Medical My Adventure, PMI kini memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mendistribusikan bantuan, sekaligus memperkuat kapasitas relawan PMI di daerah.

Penguatan relawan dinilai penting sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang. Dengan relawan yang semakin terlatih dan siap, PMI Kabupaten Ngada diharapkan mampu merespons lebih cepat berbagai persoalan kebencanaan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Selama tiga bulan ke depan, dokter, tenaga kesehatan dan relawan PMI akan bergerak dari satu wilayah terdampak ke wilayah lainnya.

Mereka datang bukan sekadar membawa obat

Di tengah warga yang masih menyimpan trauma, anak-anak yang membutuhkan kepastian untuk kembali belajar, serta keluarga yang sedang berusaha membangun kembali kehidupan, PMI diharapkan membawa sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar bantuan kemanusiaan.

Harapan untuk kembali pulih

Bencana boleh mengguncang tanah Ngada dan meninggalkan luka di tengah masyarakat.

Namun, melalui kerja kemanusiaan yang terus bergerak hingga ke pelosok desa, warga terdampak diharapkan tidak merasa berjalan sendiri dalam perjalanan panjang untuk bangkit dari Gempa Flores.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB