“Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat

Avatar photo

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Ketua DPRD Ngada Romilus Juji (Lipat Tangan), sedang berdiskusi dengan para penikmat sepak bola Ngada diantaranya Karel Maku (Merah) usai menyaksikan laga semifinal leg 2 antara Marsela Langa vs Golewa Raya. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Keterangan Foto: Ketua DPRD Ngada Romilus Juji (Lipat Tangan), sedang berdiskusi dengan para penikmat sepak bola Ngada diantaranya Karel Maku (Merah) usai menyaksikan laga semifinal leg 2 antara Marsela Langa vs Golewa Raya. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Bowali Cup kini bukan lagi sekadar turnamen sepak bola biasa. Di tengah gemuruh ribuan suporter, lautan manusia di tribun, dentuman drum, dan tensi panas antar tim, Bowali Cup perlahan menjelma menjadi kekuatan baru yang mengguncang denyut ekonomi rakyat sekaligus membuka era baru sport tourism di Kabupaten Ngada.

Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, menegaskan bahwa Bowali Cup kini telah melampaui batas sebagai sekadar ajang perebutan trofi di lapangan hijau. Menurutnya, turnamen ini sudah berubah menjadi panggung ekonomi rakyat yang nyata.

“Bowali Cup bukan hanya soal menang dan kalah. Ini sudah menjadi ruang hidup masyarakat. Pedagang bergerak, UMKM tumbuh, ojek jalan, makanan habis terjual, penginapan ramai. Ini kekuatan besar yang harus dijaga bersama,” tegas Romilus Juji saat menghadiri semifinal leg kedua antara Marsela Langa kontra Golewa Raya yang dipadati ribuan penonton, Selasa (12/5/2026).

Atmosfer Bowali Cup tahun ini memang terasa luar biasa. Jalan menuju lapangan dipenuhi kendaraan dari berbagai wilayah. Lapak-lapak dadakan tumbuh di hampir setiap sudut arena pertandingan. Aroma jagung bakar, kopi, dan kuliner lokal bercampur dengan teriakan suporter yang menggema sepanjang laga berlangsung.

Baca juga:  Camat Kemiri Pimpin Pengamanan Terpadu Malam Pergantian Tahun 2025–2026

Bagi masyarakat kecil, Bowali Cup bukan hanya hiburan, tetapi sumber penghasilan baru. Banyak pedagang mengaku omzet mereka melonjak drastis setiap kali pertandingan digelar. Bahkan sejumlah pelaku UMKM mengaku mampu meraup keuntungan berkali-kali lipat dibanding hari biasa.

Tak hanya itu, Bowali Cup mulai menyedot perhatian pencinta sepak bola dari luar daerah. Banyak penonton datang bukan sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi juga menikmati suasana kampung, budaya lokal, kuliner khas, hingga keramahan masyarakat Ngada.

Fenomena ini dinilai menjadi pintu masuk lahirnya sport tourism yang selama ini belum tergarap maksimal di daerah tersebut.

Politisi Partai Golkar itu bahkan menyebut Bowali Cup sebagai “mesin baru” yang berpotensi mengangkat wajah daerah jika dikelola secara serius dan profesional.

Baca juga:  Kepala Pusat Penerangan TNI Jelaskan Keterlibatan Sipil dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

“Kalau ditata dengan baik, Bowali Cup bisa menjadi agenda tahunan kebanggaan Ngada. Orang datang bukan hanya untuk bola, tetapi juga menikmati budaya, wisata, dan kehidupan masyarakat kita. Ini peluang emas bagi pariwisata dan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komunitas MasGibol Ngada, Romilus Juji juga mendorong seluruh pihak — pemerintah, panitia, sponsor, klub, hingga masyarakat — untuk bersama-sama menjaga kualitas penyelenggaraan turnamen agar terus berkembang dan menjadi ikon olahraga daerah.

Di tengah ledakan antusiasme masyarakat, Bowali Cup kini telah berubah wajah. Ia bukan lagi sekadar kompetisi sepak bola kampung, melainkan panggung persatuan, hiburan rakyat, denyut ekonomi baru, sekaligus simbol kebangkitan sport tourism di Kabupaten Ngada.

Lapangan hijau itu kini tak hanya melahirkan gol dan kemenangan, tetapi juga harapan baru bagi ekonomi masyarakat dan masa depan olahraga daerah.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media
100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi
Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang
Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Gelar Studi Audit Organisasi di Polresta Tangerang
Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa
Karel Maku Bawa Bantuan Darurat ke Tiwotoda-Hobo: Saat Warga Diguncang Gempa, Wakil Rakyat Turun Tangan
Peringati Hari Pramuka, Kapolresta Tangerang Sebut Pramuka Kawah Candradimuka Karakter Gen-Z
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:54 WIB

100 Bendera Merah Putih Dibagikan, Aksi Polsek Pasar Kemis Tuai Apresiasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ajak UNDHI Kolaborasi Bupati Tangerang Perluas Jangkauan Beasiswa Tangerang Gemilang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Dari Dapur SPPG, Bantuan Bergerak: Relawan Trikora-Ngedukelu Turun Langsung Bantu Warga Korban Gempa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Sambut HUT RI ke 81 Polresta Tangerang Bagikan Bendera Merah Putih ke Pengendara di Cikupa

Berita Terbaru

Sejarah & Budaya

Bukan Sekadar Lomba, Warga Grand Sutera Bikin Lingkungan Makin Asri

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:45 WIB