Tangerang, Metrosiar – Stadion Benteng Reborn kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat di Kota Tangerang. Memasuki akhir September 2026, stadion yang menjadi salah satu ikon olahraga Kota Tangerang itu terus dimanfaatkan untuk berbagai agenda.
Salah satunya adalah Liga Santri Wali Kota Cup 2026 yang melibatkan 32 tim pondok pesantren. Kompetisi tersebut dibuka oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin pada 4 September 2026 dan kemudian ditutup di Stadion Benteng Reborn pada 18 September 2026.

Pemerintah Kota Tangerang menyebut Liga Santri Wali Kota Cup 2026 bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda sekaligus pengembangan potensi para santri.
Aktivitas di kawasan stadion kembali terlihat pada 20 September 2026 melalui kegiatan Pra-Diksar Rintisan Saka Patriot Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan peserta sebelum mengikuti pendidikan dasar.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka Patriot, Kaonang, menjelaskan bahwa Pra-Diksar merupakan tahapan krusial dan menjadi syarat wajib bagi seluruh calon anggota Rintisan Saka Patriot.

Disiapkan untuk Agenda Olahraga Provinsi
Tidak berhenti pada kegiatan yang telah berlangsung, Stadion Benteng Reborn juga kembali masuk dalam rencana pemanfaatan venue olahraga di Kota Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang menyebut stadion tersebut sebagai salah satu lokasi strategis yang disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Banten II, yang dijadwalkan berlangsung pada 7-10 November 2026.

Kaonang menegaskan bahwa Festival Olahraga Masyarakat memiliki orientasi yang berbeda dengan kompetisi olahraga yang semata-mata mengejar prestasi.
“Festival Olahraga Masyarakat merupakan perhelatan yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai inti kegiatan, bukan semata-mata mengejar prestasi kompetitif. Olahraga diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup yang aktif, sehat, rekreatif, inklusif, dan membangun kebersamaan,” tegas Kaonang.
Pemanfaatan Stadion Benteng Reborn untuk berbagai agenda tersebut sekaligus menunjukkan perubahan fungsi Stadion Benteng yang sebelumnya sempat lama tidak digunakan.
Setelah melalui proses revitalisasi, Stadion Benteng Reborn kembali dilengkapi dengan lapangan sepak bola, lintasan atletik, tribun penonton, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kini, stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga digunakan untuk kegiatan olahraga, pembinaan generasi muda hingga berbagai aktivitas masyarakat.
Dengan sejumlah agenda yang telah berlangsung maupun tengah dipersiapkan, Stadion Benteng Reborn kembali memperlihatkan perannya sebagai salah satu ruang olahraga dan aktivitas masyarakat yang penting di Kota Tangerang.








