Pandeglang, Metrosiar – Tawuran antar pelajar kembali terjadi di Kabupaten Pandeglang dan mengakibatkan seorang siswa mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Labuan-Panimbang, tepatnya di Kampung Karoeng, Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui bernama Anur Rahman Rizkia (14), pelajar kelas 8 MTs Riyadul Adval Pagelaran, warga Kampung Sumurwaru, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan laporan kepolisian, tawuran melibatkan gabungan pelajar dari MTs Riyadul Adval Pagelaran, MTsN 2 Karabohong Labuan, MTs Tanwirul Kulub Pagelaran, dan SMPN 1 Labuan dengan total enam orang. Mereka terlibat bentrok dengan kelompok pelajar lain yang hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
Peristiwa bermula saat admin akun Instagram grup MTs Adval menerima pesan direct message (DM) dari akun grup “MTS 269 Basper” sekitar pukul 11.50 WIB. Isi pesan tersebut berupa ajakan tawuran yang kemudian disepakati kedua kelompok untuk dilakukan di wilayah Karoeng, Pagelaran.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kedua kelompok bertemu di lokasi yang telah ditentukan dan langsung melakukan aksi tawuran. Masing-masing kelompok diwakili dua orang pelajar.
Korban Anur Rahman bersama rekannya, Muhamad Alif Ramadan, disebut membawa penggaris besi. Sementara kelompok lawan membawa senjata tajam jenis gobang serta penggaris besi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala, luka di pergelangan tangan kiri, serta luka pada jari-jari tangan kiri akibat sabetan senjata tajam. Korban kemudian dilarikan teman-temannya ke Puskesmas Labuan untuk mendapatkan perawatan medis.
Pelapor dalam kejadian ini adalah Dede Nuraeni, yang merupakan bibi korban.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Muhamad Alfarizi, Denis Nizam Suhandi, Muhamad Alif Ramadan, Muhamad Fakih Maulana, Heru, dan Fadlan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua unit sepeda motor sebagai barang bukti. Hingga kini, identitas pelaku utama masih dalam penyelidikan.
Adapun tindakan kepolisian yang telah dilakukan antara lain mendatangi tempat kejadian perkara, mencari barang bukti, meminta keterangan saksi-saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.








