Tangerang, Metrosiar — Rumah Zakat bergerak cepat merespons dampak erupsi Gunung Krakatau yang menyebabkan penyebaran abu dan debu vulkanik. Sebanyak enam relawan Rumah Zakat turun langsung ke sekitar Stasiun Tangerang untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Aksi tanggap erupsi Gunung Krakatau tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026. Sebanyak 800 masker dibagikan kepada penumpang, pedagang, serta masyarakat yang beraktivitas dan melintas di kawasan Stasiun Tangerang.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar abu dan debu vulkanik. Paparan material vulkanik di udara dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Enam relawan Rumah Zakat terjun langsung ke lapangan untuk memastikan masker dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pengguna transportasi umum dan pekerja yang sehari-hari beraktivitas di sekitar stasiun.

Rumah Zakat berharap pembagian masker tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan debu vulkanik sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak aktivitas erupsi.
Bentuk Kepedulian Rumah Zakat
Aksi kemanusiaan ini terlaksana berkat dukungan dan amanah dari para donatur Rumah Zakat. Kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya Rumah Zakat untuk memberikan respons cepat ketika terjadi kondisi yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.
Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima manfaat menjadi penyemangat bagi para relawan untuk terus bergerak memberikan manfaat kepada masyarakat.
Rumah Zakat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan yang telah mendukung terlaksananya aksi tersebut.
“Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur dan relawan yang telah terlibat. Semoga setiap masker yang dibagikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” demikian pesan Rumah Zakat.
Aksi pembagian masker ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi dampak bencana alam.










