Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Avatar photo

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberian Makanan Tambahan bersama Ratna Jumila

Pemberian Makanan Tambahan bersama Ratna Jumila

Jakarta, Metrosiar – Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Kondisi tersebut mendapat perhatian Ratna Jumila, A.Md.Keb., selaku Bidan Keluarga, yang mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap menjaga kesehatan.

Ratna mengatakan, abu vulkanik dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu mengurangi paparan langsung dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Kalau Bapak-Ibu ada di daerah terdampak abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernapasan, usahakan kegiatannya dilakukan di rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah, pastikan memakai masker,” ujar Ratna.

Menurut Ratna, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi masuknya partikel abu vulkanik ke saluran pernapasan. Masyarakat juga dianjurkan segera membersihkan diri setelah melakukan aktivitas di luar rumah.

Imbauan tersebut menjadi semakin penting karena BMKG pada Minggu (6/9/2026) melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau meluas ke sejumlah wilayah. Berdasarkan analisis citra satelit, abu vulkanik teridentifikasi bergerak ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian

Ratna Jumila A.Md, Keb juga mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama ketika terpapar abu vulkanik.

Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penderita penyakit paru lainnya, serta penderita penyakit jantung.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan: Kunci Sukses dalam Mengembangkan Diri, Meningkatkan Karier, dan Mewujudkan Impian dengan Ilmu dan Keterampilan

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih saat terjadi paparan abu vulkanik antara lain bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, PPOK, penyakit paru lainnya, serta penderita penyakit jantung. Pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga berisiko mengalami paparan lebih tinggi,” jelas Ratna.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik menghadapi kondisi tersebut. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena abu vulkanik yang terhirup dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan.

Imbauan serupa juga disampaikan pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Kota Tangerang, misalnya, mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat menyebabkan keluhan seperti batuk, tenggorokan tidak nyaman, hidung berair hingga sesak napas pada kondisi tertentu.

Jangan Abaikan Keluhan Setelah Terpapar Abu

Ratna meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Apabila mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau keluhan kesehatan lainnya, masyarakat disarankan segera menghubungi layanan kesehatan atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Segera hubungi layanan kesehatan atau kunjungi fasilitas kesehatan (faskes) jika mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik,” kata Ratna Jumila A.Md, Keb.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan tubuh setelah beraktivitas di luar ruangan. Mandi dan membersihkan bagian tubuh yang terpapar abu menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan lebih lanjut.

Baca juga:  Polsek Kronjo Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari P2L

Ratna menambahkan, masyarakat dapat menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menjaga pola hidup sehat. Sementara itu, konsumsi rempah atau minuman tradisional dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebugaran, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis apabila muncul keluhan kesehatan.

Ratna Jumila salah satu alumni Institut Kemandirian dok. Istimewa.
Ratna Jumila salah satu alumni Institut Kemandirian dok. Istimewa.

Ratna Jumila A.Md, Keb : Tidak Perlu Panik, tetapi Tetap Waspada

Di tengah meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ratna Jumila A.Md, Keb mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi dan imbauan dari lembaga resmi serta memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

“Yang terpenting, jangan panik. Tetap waspada, lindungi saluran pernapasan, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penting karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipantau secara intensif. BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesisir Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus tetap tenang dan mengandalkan informasi dari sumber resmi.

Bagi Ratna, menjaga kesehatan masyarakat dalam situasi seperti ini bukan hanya soal mengobati ketika sudah sakit, tetapi juga mencegah paparan dan mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan sejak dini.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kapolda Kalteng Kerahkan Pasukan Tambahan, Karhutla Tanjung Puting Jadi Sorotan
Tokoh Masyarakat Puas, Pelayanan Puskesmas Kutabumi Tuai Apresiasi
Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur
Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!
Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Kapolda Kalteng Kerahkan Pasukan Tambahan, Karhutla Tanjung Puting Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Tokoh Masyarakat Puas, Pelayanan Puskesmas Kutabumi Tuai Apresiasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB

Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penataan lapak pedagang di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

SP3 PKL Kutabaru Terbit, Penertiban Mandek Sebulan: Ada Apa?

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB