Metrosiar – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyampaikan keraguannya terhadap rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi sejumlah warga Palestina ke Indonesia.
Ia menyoroti evakuasi warga Palestina ke luar negeri selama ini justru sejalan dengan strategi Israel dan Amerika Serikat untuk mengosongkan wilayah Gaza.
Anwar Abbas, yang akrab disapa Buya, mengingatkan pada Februari lalu, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan secara terbuka niatnya untuk memindahkan jutaan warga Palestina dan menguasai Jalur Gaza.
Karena itu, ia mempertanyakan alasan Indonesia turut serta dalam agenda tersebut.
“Untuk apa Indonesia mendukung langkah yang justru memperkuat rencana Israel dan AS? Bukankah sebelumnya mereka telah menunjukkan keinginan untuk mengosongkan Gaza?” ujarnya, dikutip dari situs resmi MUI, Kamis (10/4/2025).
Buya Anwar menegaskan relokasi warga Gaza berisiko membuka jalan bagi Israel untuk sepenuhnya menguasai wilayah tersebut dan menempatkan pemukim ilegal.
Ia mengkhawatirkan hal ini akan memperkuat ambisi Israel membentuk negara Israel Raya, termasuk Gaza di dalamnya, seperti yang telah terjadi di Yerusalem yang kini menjadi ibu kota Israel.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti hubungan baik lima negara yang dikunjungi Prabowo dalam lawatannya ke Timur Tengah dengan Israel, yang menurutnya menimbulkan kecurigaan atas motif di balik rencana evakuasi tersebut.
Anwar pun mengimbau agar pemerintah tidak membawa warga Palestina ke Indonesia.
Ia menilai, pengalaman panjang Indonesia dijajah seharusnya membuat bangsa ini lebih waspada terhadap tipu muslihat pihak penjajah.
“Penjajah punya banyak cara untuk menipu. Kita sebagai bangsa jangan sampai terpedaya,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu (9/4/2025), menjelaskan bahwa evakuasi warga Palestina bersifat sementara.
Ia menegaskan, Indonesia hanya akan menampung sementara warga Gaza yang menjadi korban konflik, terutama mereka yang terluka, mengalami trauma, atau anak-anak yatim.
“Kita siap mengirimkan pesawat untuk menjemput mereka. Jumlahnya diperkirakan sekitar 1.000 orang pada tahap pertama,” ujar Prabowo.
Tetapi, ia menekankan evakuasi ini hanya dapat dilakukan jika semua pihak yang terkait memberikan persetujuan.
“Mereka hanya tinggal sementara di sini, hingga pulih. Setelah kondisi di Gaza memungkinkan, mereka akan kembali ke tanah airnya,” tambahnya.
Prabowo juga menyebut akan menggandeng dukungan negara-negara Arab untuk merealisasikan rencana kemanusiaan ini.(“)
Penulis : Robah Harto
Editor : Ndaya Coya Wodo









