Dunia Tak Menunggu, Mahfuz Sidik Ungkap Mengapa Anak Muda Harus Paham Geopolitik Sejak Dini

Avatar photo

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pemahaman geopolitik bagi generasi muda dalam sebuah kajian wawasan kebangsaan.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pemahaman geopolitik bagi generasi muda dalam sebuah kajian wawasan kebangsaan.

Jakarta – Metrosiar, Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan pentingnya pemahaman geopolitik bagi generasi muda sebagai bekal menentukan arah masa depan bangsa.

Mahfuz menilai, upaya memahami isu geopolitik tidak perlu dipertentangkan dengan persoalan keseharian yang masih menumpuk. Menurutnya, geopolitik justru menjadi kunci untuk memahami bagaimana dunia bekerja.

“Justru, pemahaman geopolitik ini yang akan membuat kita mengerti tentang cara dunia bekerja dan menentukan arah kehidupan kita ke depan,” kata Mahfuz Sidik seusai Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Memahami Model Hubungan dan Dinamika Politik Global di Jakarta, Jumat (19/11/2025) malam.

Mahfuz Sidik memaparkan materi Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Pergeseran Peradaban dan Politik Global yang digelar Partai Gelora Indonesia.

Ia menjelaskan, negara-negara maju telah lebih dulu menyasar anak-anak muda dalam menanamkan pemahaman geopolitik sejak dini. Langkah itu dilakukan dengan menanamkan cita-cita besar bangsa dan negara kepada generasi penerus sedini mungkin.

“Membangun kesadaran kolektif, meletakkan cita-cita besar di depan, di awal, dan itu ditanamkan betul, diyakinkan betul ke generasi muda, bahwa itulah perjalanan ke depan mereka yang harus mereka tuju secara kolektif,” ungkapnya.

Baca juga:  Ditresnarkoba Polda Banten Bongkar Jaringan Sabu, Temukan 2 Senjata Api di Kontrakan Pelaku

Mahfuz menyebut, hal tersebut menjadi alasan Partai Gelora Indonesia terus mendorong dan menyuarakan pentingnya pemahaman isu geopolitik. Partai Gelora bahkan rutin menggelar Kajian Pengembangan Wawasan setiap Jumat malam dengan geopolitik sebagai salah satu topik utama.

“Sebab, dunia terus berubah cepat! Hubungan antarnegara, persaingan geopolitik, dan dinamika global kini semakin kompleks,” ujar Sekjen Partai Gelora ini.

Ia berharap Indonesia mampu memosisikan diri di tengah perubahan global tersebut dengan memahami berbagai model hubungan internasional yang relevan bagi generasi masa kini.

“Kita perlu mengupas tuntas strategi, dinamika, dan arah baru politik global dari perspektif kebangsaan dan peradaban. Sehingga kita memiliki wawasan baru, analisis tajam, dan perspektif segar tentang politik global yang relevan bagi masa depan Indonesia,” kata Ketua Komisi I DPR periode 2005–2010 ini.

Baca juga:  Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Mahfuz menambahkan, penanaman kesadaran kolektif terkait pemahaman geopolitik menjadi sangat penting di tengah bonus demografi yang tengah dialami Indonesia.

“Ketika bangsa Indonesia sekarang ini sedang mengalami bonus demografi, mendominasi kehidupan keseharian kita. Merekalah yang akan menentukan nasib dan kualitas hidup kita baik sebagai individu, keluarga dan bangsa,” katanya.

Ia menilai bonus demografi dapat menjadi harapan sekaligus peluang besar bagi kemajuan bangsa apabila diiringi dengan kesiapan wawasan generasi mudanya.

“Itulah sebabnya kami di Partai Gelora terus mengajak semuanya berbicara berdiskusi tentang tema geopolitik. Kita ingin membawa generasi muda kepada masa depan yang lebih besar. Sebab, generasi muda menjadi penentu masa depan kita sebagai bangsa dan negara,” pungkas Mahfuz.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara

Selasa, 1 September 2026 - 12:01 WIB

13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB