Cilegon, Metrosiar – Polda Banten memastikan tiga jenis barang yang ditemukan kapal KN SAR Tetuka di sekitar perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/09) bukan milik kapal KM Arupadhatu 1 yang sebelumnya dilaporkan lost contact.
Barang temuan tersebut terdiri atas satu buah helm plastik berwarna merah, satu buah jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, barang-barang tersebut telah diserahterimakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya pada Minggu (13/09).
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap jeriken berwarna biru juga menunjukkan adanya perbedaan dengan jeriken yang digunakan KM Arupadhatu 1. Dari pemeriksaan, jeriken temuan diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan kapal tersebut.
“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.
Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1. Pasalnya, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal.
Di akhir keterangannya, Kombes Pol Maruli mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutupnya.










