Ratusan Mahasiswa dan Warga Bandung Raya Protes UU TNI di Depan Gedung DPRD Jawa Barat

Avatar photo

Jumat, 21 Maret 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo Tolak RUU TNI, Mahasiswa dan Masyarakat Bandung Raya Aksi di gedung DPRD Jawa Barat. (Dok. NET)

Demo Tolak RUU TNI, Mahasiswa dan Masyarakat Bandung Raya Aksi di gedung DPRD Jawa Barat. (Dok. NET)

Metrosiar – Ratusan mahasiswa dan warga dari wilayah Bandung Raya menggelar aksi protes di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Jumat sore (21/3/2025).

Massa menyuarakan tuntutan agar pemerintah dan DPR RI membatalkan Undang-Undang TNI yang dianggap merugikan prinsip demokrasi.

Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, dengan peserta yang datang dari berbagai titik, seperti Jalan Trunojoyo, Ari Jipang, dan Cilamaya.

Para demonstran mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa spanduk dan poster yang mengandung pesan penolakan terhadap RUU TNI.

Baca juga:  40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ahmad Sidiq, koordinator aksi, menyatakan unjuk rasa ini melibatkan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Bandung Raya.

“Kami minta DPR menolak habis-habisan RUU TNI. Kan kemarin sudah disiarkan. Sudah disahkan. Kami minta DPR tarik kembali,” ujar Ahmad di lokasi aksi.

Menurut dia, UU TNI akan memberikan terlalu banyak ruang bagi militer dalam jabatan strategis pemerintahan, mengurangi peran sipil, dan mengancam demokrasi yang diperjuangkan sejak reformasi 1998.

“Jika TNI sudah masuk ke lembaga, bagaimana nasib rakyat ini? Bagaimana ketika TNI sudah masuk ke sipil, bagaimana nasib rakyat? TNI itu diwajibkan untuk menjaga keamanan negara. Bukan masuk ke ranah-ranah sipil,” katanya.

Baca juga:  Tradisi Lebaran Ketupat Warnai Penutupan Puasa Syawal Masyarakat Jawa Tondano

Ahmad juga menuding bahwa RUU ini merupakan upaya pemerintah dan DPR untuk menghidupkan kembali Dwifungsi ABRI serta mempersempit supremasi sipil.

“DPR itu rapat sidang di hotel-hotel. Apakah kita pantas menyatakan bahwa DPR itu wakil rakyat? Kalau apa gunanya Dewan Perwakilan Rakyat? Seharusnya DPR itu terbuka untuk rakyat, itu membuang anggaran,” pungkasnya.(*)

Editor : Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru