Dunia di Ambang Kejutan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Sinyal Bahaya Politik Global Pasca Venezuela

Avatar photo

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya terkait dinamika geopolitik global dalam kajian pengembangan wawasan Partai Gelora Indonesia.

Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya terkait dinamika geopolitik global dalam kajian pengembangan wawasan Partai Gelora Indonesia.

Jakarta, Metrosiar – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mencermati dinamika politik global yang kian memanas dan sarat kejutan.

Menurut Mahfuz, dunia saat ini memasuki fase penuh ketidakpastian yang ditandai dengan berbagai peristiwa tak terduga. Ia menilai, eskalasi politik global ke depan berpotensi melahirkan kejutan-kejutan baru yang sebelumnya sulit dibayangkan.

“Dinamika politik global nampaknya akan semakin memanas. Banyak peristiwa tak terduga yang tidak pernah terpikirkan terjadi. Kita tidak tahu peristiwa tak terduga apalagi,” kata Mahfuz Sidik.

Suasana Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Pergeseran Peradaban dan Politik Global yang menghadirkan Mahfuz Sidik sebagai narasumber.

Pernyataan itu disampaikan Mahfuz saat menjadi narasumber dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Pergeseran Peradaban dan Politik Global, Jumat (9/1/2026) malam.

Mahfuz menilai, rangkaian peristiwa mengejutkan tidak akan berhenti pada pengerahan tentara Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, termasuk penculikan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dari sebuah negara berdaulat.

“Di Iran sekarang ada operasi untuk melakukan pergantian rezim. Fenomena demonstrasi makin meluas dan anarkis. Skenario pergantian rezim hanya tinggal menunggu waktu,” katanya.

Sekjen Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik menjelaskan potensi pergeseran politik dunia yang diprediksi penuh kejutan.

Tak hanya itu, Mahfuz juga menyoroti rencana AS untuk menguasai Greenland milik Denmark sebagai langkah strategis mengontrol kawasan utara dan Arktik dari pengaruh Rusia dan China, setelah sebelumnya mengamankan wilayah selatan dengan menguasai Venezuela.

Baca juga:  Anis Matta Ungkap Sinyal Bahaya Dunia, 2026 Diprediksi Jadi Tahun Terberat bagi Indonesia

“Greenland ini pintu masuk ke Eropa untuk menghadang kekuatan militer Rusia dan China yang sedang membangun jalur sutranya di Arktik,” katanya.

Ia menambahkan, Greenland diproyeksikan menjadi basis militer AS di Eropa guna melemahkan kekuatan militer Rusia. AS, lanjut Mahfuz, ingin melihat keruntuhan Rusia dengan menjadikan Ukraina seperti Afghanistan pada masa perang Uni Soviet yang berujung pada bubarnya negara tersebut.

“Amerika saat ini tengah percaya diri karena pembelaan Rusia dan China terhadap para sekutunya tengah lemah. Tidak hanya ke Iran, tetapi ke lainnya juga, sehingga Venezuela bisa dikuasai dengan mudah,” ujarnya.

Mahfuz juga menyinggung ambisi Presiden AS Donald Trump yang ingin mengembalikan kejayaan Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya dunia, tanpa harus tunduk pada aturan lembaga internasional.

“Saya kira tindakan Trump yang keluar dari 66 lembaga global PBB ini harus dibaca sebagai pesan kuat bagi PBB,” katanya.

Menurutnya, PBB dianggap tak lagi memiliki makna dan otoritas dalam mengatur Amerika Serikat. AS disebut akan merekonstruksi tatanan global sesuai kepentingan politik luar negerinya, termasuk menghadapi negara-negara yang dianggap sebagai musuh.

Baca juga:  Heboh Potongan Dana Kompensasi, Dedi Mulyadi Siap Tempuh Jalur Hukum

“Dalam bahasa Trump itu tidak ada negara nonblok, tapi yang ada kawan atau lawan. Kalau Anda kawan kami, maka kita kerja sama untuk kemakmuran bersama. Tetapi ketika ada lawan, maka kami lawan,” katanya.

Karena itu, Mahfuz menilai PBB harus segera melakukan reformasi mendasar dan melahirkan tatanan global baru berbasis multipolarisme.

Ia menegaskan, kebijakan domestik dan politik luar negeri AS di era Trump mencerminkan pengulangan sejarah pasca Perang Dunia I dan II.

“Sehingga kita perlu mendiskusikan kembali kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat sekarang. Bagi kita ini mendesak, karena dalam konteks dinamika politik global nampaknya akan semakin memanas,” katanya.

Mahfuz Sidik memaparkan sejarah dan dinamika politik global sebagai bagian dari analisis pergeseran peradaban dunia.

Di akhir pemaparannya, Mahfuz berharap negara-negara Islam dapat mencari format baru untuk menyatukan kekuatan politik Islam yang dinilai kian melemah.

“Sekarang perlu kesadaran kolektif, bahwa umat Islam negara muslim harus bangun mengkonsolidasi kekuatannya untuk menghadapi dinamika politik global, yakni untuk mengembalikan tren multipolarisme,” pungkas Mahfuz.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Mendorong Pilkada Asimetris 2029
PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Camat Pasar Kemis Jelaskan Soal Anggaran Konsumsi Rapat :” Itu Hitungan Setahun Untuk 4 Kelurahan”
Aklamasi di Musda XI! Andreas Paru Kembali Nahkodai Golkar Ngada, Siap Satukan Kader dan Rebut Kemenangan Politik
Musda XI Golkar Ngada Jadi Momentum Kebangkitan, Kader Rapatkan Barisan Menuju Kemenangan Politik
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:40 WIB

Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:15 WIB

Mendorong Pilkada Asimetris 2029

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:02 WIB

130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB