Kapolda Banten Bongkar 10 Tambang Ilegal: “Tidak Ada Ruang untuk Penambangan Ilegal di Banten!”

Avatar photo

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Banten memperlihatkan barang bukti utama kasus illegal mining, termasuk kunci alat berat dan dokumen terkait, dalam konferensi pers pengungkapan 10 TKP tambang ilegal.

Polda Banten memperlihatkan barang bukti utama kasus illegal mining, termasuk kunci alat berat dan dokumen terkait, dalam konferensi pers pengungkapan 10 TKP tambang ilegal.

SERANG, Metrosiar — Polda Banten menegaskan tidak ada ruang bagi praktik pertambangan ilegal di wilayah Banten. Hal ini disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus illegal mining periode Oktober–November 2025 di Kantor PUPR Provinsi Banten, Kamis (04/12).

Didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Yudhis Wibisana, Plt Kabid Humas AKBP Meryadi, dan Kadis ESDM Banten Arijames Farrady, Kapolda menyatakan bahwa arahan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi landasan utama tindakan tegas terhadap seluruh aktivitas pertambangan ilegal.

“Presiden sudah menegaskan, seluruh bentuk penambangan ilegal di NKRI harus ditindak tanpa pandang bulu. Ini bukti komitmen negara melindungi masyarakat dan lingkungan,” ujar Hengki.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan penegasan keras soal pemberantasan tambang ilegal dalam konferensi pers, didampingi jajaran Polda Banten.

Polda Banten bekerja sama dengan ESDM Provinsi Banten melakukan penyelidikan menyeluruh di berbagai wilayah. Sepanjang Oktober–November 2025, Ditreskrimsus menerima 10 laporan dugaan praktik illegal mining, baik galian C maupun penambangan emas tanpa izin (PETI). Seluruh laporan langsung ditindak secara profesional sesuai aturan.

Baca juga:  Update Kasus Lima Mayat di Indramayu Naik ke Tahap Penyidikan

Hasilnya, polisi berhasil mengungkap 10 lokasi tambang ilegal berikut para pelakunya. Delapan tersangka berperan sebagai pemilik kegiatan, sementara satu lainnya membantu proses penambangan.

Daftar Tersangka:
1. YD (58) – Pemilik
2. AN (46) – Pemilik
3. MS (58) – Pemilik
4. KR (59) – Pemilik
5. MS (63) – Pemilik
6. AU (47) – Pemilik
7. SB (46) – Pemilik
8. SS (47) – Turut membantu

 

Lokasi Tambang Ilegal:

  • Kab. Tangerang: Mekar Baru, Gunung Kaler, Sukadiri
  • Kab. Serang: Gunung Pinang, Jalan Lingkar Mancak
  • Kab. Lebak: Desa Tutul, Kecamatan Rangkasbitung

 

Lokasi Pengolahan Emas Ilegal:

  • Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, Lebak
  • Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber, Lebak
Baca juga:  Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Kapolda menjelaskan modus yang digunakan pelaku, yaitu mengeruk batuan dan tanah menggunakan excavator tanpa izin, serta mengolah emas memakai glundung dan cairan sianida. “Motif mereka murni untuk keuntungan ekonomi,” tegas Hengki.

Kapolda Banten meninjau langsung alat berat excavator yang disita dari lokasi tambang ilegal, sebagai bukti komitmen penegakan hukum tanpa kompromi.

Barang Bukti yang Disita:

  • 8 unit excavator
  • Surat jalan hasil penjualan
  • Uang Rp3.525.000
  • 20 karung batuan mengandung emas
  • Peralatan pemurnian emas: 11 glundung, 3 gembosan, 1 drum CN, tabung gas 3 kg, tabung oksigen, kowi, blower, palu, lingkar, dan 1 jack hammer

Para tersangka dijerat Pasal 158 dan Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Di akhir konferensi pers, Kapolda menegaskan komitmennya.

“Polda Banten akan terus menindak tegas seluruh praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan
BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim
54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Pabrik Obat Keras Ilegal Dibongkar, Polisi Ungkap Kapasitas 8 Juta Butir per Hari
Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas
Geger! Polsek Pasar Kemis Sita 2.782 Butir Hexymer dan Tramadol di Serpong
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:35 WIB

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB

Pengurus dan anggota Laskar Merah Putih (LMP) MAC Rajeg bersama jajaran Mada Banten serta perwakilan UPTD Puskesmas Rajeg berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT ke-26 LMP di Balai Warga RW 10 Perumahan Pondok Permata Rajeg, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

HUT ke-26 LMP, Cek Kesehatan Gratis di Rajeg Diserbu Warga

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:01 WIB

Proses penggantian atap rumah warga dengan asbes serta perbaikan konstruksi kayu yang melibatkan Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kaos oranye), bersama warga setempat secara gotong royong.

Sosial Kemasyarakatan

Atap Rumah Warga Nyaris Ambruk, Pak Lurah Kutabumi Turun Tangan!

Minggu, 1 Nov 2026 - 08:41 WIB