“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa

Avatar photo

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ngada, Raymudus Bena ketika mendampingi Staf Kementan RI meninjau lokasi pembibitan Kelapa Raksasa. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

Bupati Ngada, Raymudus Bena ketika mendampingi Staf Kementan RI meninjau lokasi pembibitan Kelapa Raksasa. (Foto: Humas Prokopim Ngada).

Bajawa.Metrosiar- Kabupaten Ngada kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Rabu (13/5), rombongan besar dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia turun langsung meninjau sejumlah program strategis pertanian dan perkebunan di wilayah Ngada, mulai dari irigasi perpompaan, optimasi lahan (OPLAH), hingga pembibitan kelapa dalam yang digadang-gadang menjadi kekuatan baru sektor perkebunan daerah.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Ngada di Bandara Soa Bajawa. Kunjungan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius mendorong Ngada menjadi salah satu daerah pengembangan pertanian dan perkebunan di Nusa Tenggara Timur.

Rombongan terdiri dari Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Kepala Balai Peternakan, Kepala BRMP, Kepala Balai BPSDM SMK Pertanian, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan, penyedia bibit kelapa CV Dua Satu, serta sejumlah pejabat teknis lainnya.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu (Orange) mendampingi Staff Kementan RI. (Foto: Humas Prokopim).

Agenda kunjungan dimulai dengan peninjauan Irigasi Perpompaan Lagurea (IRPOM) di Kecamatan Soa. Program ini menjadi salah satu andalan dalam mendukung kebutuhan air pertanian masyarakat.

Dari sana, rombongan bergerak menuju lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) di Turekupe untuk melihat langsung perkembangan lahan pertanian yang tengah dikembangkan pemerintah.

Baca juga:  Polsek Bojonegara Cilegon Lakukan Patroli Malam Jaga Kamtibmas Bulan Ramadan

Di lokasi OPLAH, suasana dialog berlangsung hangat. Para petani penerima manfaat secara terbuka menyampaikan dampak positif bantuan pemerintah terhadap peningkatan hasil pertanian mereka.

“Sekarang air lebih tersedia dan lahan bisa diolah lebih maksimal. Produksi pertanian kami ikut meningkat,” ungkap salah satu petani saat berdialog dengan rombongan kementerian.

Perhatian terbesar juga tertuju pada lokasi pembibitan Kelapa Dalam di Malapau, Desa Inegena. Di lokasi ini, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Dr. Anny Mulyani, turun langsung mengecek kualitas bibit, proses seleksi, kesiapan distribusi, hingga kapasitas produksi bibit yang akan dikembangkan masyarakat.

Pemerintah pusat menilai program pembibitan kelapa memiliki potensi besar untuk menjadi sumber ekonomi baru masyarakat Ngada, terutama dalam pengembangan komoditas perkebunan jangka panjang.

Tak hanya fokus pada pertanian, rombongan kementerian juga ikut larut dalam nuansa budaya lokal dengan menghadiri Upacara Adat Keka Ea Maladhawi bersama masyarakat Desa Nginamanu Selatan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa budaya dan pembangunan harus berjalan beriringan.

Baca juga:  Jurnalisme Tercoreng oleh Oknum Berkedok Wartawan

“Budaya adalah identitas dan kekuatan masyarakat Ngada. Tanpa budaya, kita akan kehilangan jati diri,” tegas Wakil Bupati di hadapan masyarakat adat dan rombongan kementerian.

Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar menyampaikan data pertanian secara terbuka dan akurat sebagai dasar pengusulan program bantuan dari pemerintah pusat, khususnya program Optimasi Lahan (OPLAH).

“Desa harus memberikan data yang benar dan nyata. Dengan data yang baik, program bantuan bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Pertanian mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Ngada serta kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup dalam tradisi budaya daerah.

“Kami bahagia bisa hadir langsung di tengah masyarakat dan menyaksikan tradisi Keka Ea yang penuh nilai kebersamaan,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pertanian, perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Ngada.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi
“Raksasa Roboh di Bowali Cup!” MARSELA LANGA Bungkam GOLEWA RAYA, Stadion Berguncang dan Tiket Final Resmi Dikunci
Polda Banten Perketat Penertiban Kendaraan ODOL, Kapolda Tegaskan Angkutan Tambang Wajib Taat Aturan.
“Tinggalkan Cara Lama!” Pemkab Ngada dan Bank NTT Resmi Gaspol Digitalisasi Keuangan Daerah
“Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat
Guru Diajak Mengajar Sepenuh Hati, Pesan Ini Menggema di Hardiknas Tabalong
Bambu Ngada Siap Tembus Pasar Nasional! ITB Latih Pengrajin Produksi Papan Laminasi Bernilai Tinggi
Pesan Tegas di Apel Pagi Polres Cilegon, Disiplin Personel Jadi Sorotan Utama
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:08 WIB

“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:39 WIB

“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:29 WIB

Polda Banten Perketat Penertiban Kendaraan ODOL, Kapolda Tegaskan Angkutan Tambang Wajib Taat Aturan.

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:17 WIB

“Tinggalkan Cara Lama!” Pemkab Ngada dan Bank NTT Resmi Gaspol Digitalisasi Keuangan Daerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:41 WIB

“Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat

Berita Terbaru