Jakarta, Metrosiar – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan operasional Calon Lembaga Sertifikasi Profesi (CLSP) Takarsa yang berlokasi di Jakarta.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi daring yang digelar untuk meninjau persiapan akhir lembaga tersebut sebelum resmi menyandang status sebagai lembaga sertifikasi berlisensi.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran komisioner BNSP dan jajaran petinggi CLSP Takarsa.
Mewakili BNSP, Anggota BNSP Miftahul Aziz beserta tim teknis memantau langsung kesiapan sistem.
Sementara dari pihak CLSP Takarsa, hadir Ketua CLSP Takarsa, Amir Fikri, didampingi Ketua Komite Ketidakberpihakan, Janita.
Fokus pada Independensi dan Kualitas

Dalam koordinasi tersebut, BNSP menekankan pentingnya menjaga integritas dan independensi proses sertifikasi sejak dini.
Kehadiran Janita sebagai Ketua Komite Ketidakberpihakan menjadi poin krusial yang ditegaskan CLSP Takarsa untuk menjamin bahwa seluruh proses uji kompetensi nantinya berjalan objektif dan bebas dari intervensi.
Turut hadir mengawal sesi daring tersebut, jajaran manajemen inti CLSP Takarsa yang terdiri dari Sutriono Edi, Hezli, Benny, serta Manajer Operasional.
“Kesiapan infrastruktur dan sistem yang dipaparkan menunjukkan komitmen CLSP Takarsa dalam mendukung terciptanya SDM unggul yang tersertifikasi secara nasional,” ujar perwakilan BNSP dalam arahannya.
Sidang Justifikasi Langkah Penentu di Hadapan Kepala BNSP

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi awal tersebut, jajaran pengurus CLSP Takarsa bersiap menghadapi tahapan paling krusial.
Mereka dikabarkan telah melakukan pertemuan tatap muka dalam momen sidang justifikasi dengan pimpinan tertinggi BNSP pada Rabu, 15 April 2026 lalu di Kantor Pusat BNSP Jakarta.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah penyampaian materi Justifikasi di hadapan Kepala BNSP, Syamsi Hari, dan Anggota BNSP, Miftahul Aziz.
Sidang ini merupakan fase menentukan untuk memvalidasi kelayakan serta urgensi pendirian CLSP Takarsa dalam ekosistem sertifikasi profesi di Indonesia.
Ketua CLSP Takarsa, Amir Fikri, menyatakan pihaknya telah merampungkan seluruh dokumen komprehensif untuk meyakinkan regulator.
“Kami optimis melalui sidang justifikasi nanti, kami dapat menunjukkan bahwa CLSP Takarsa bukan sekadar calon lembaga, melainkan calon mitra strategis BNSP yang siap mencetak tenaga kerja kompeten dengan standar yang ketat,” tegas Amir Fikri.
Dengan dukungan infrastruktur yang matang, CLSP Takarsa berharap dapat segera mendapatkan lisensi resmi untuk mulai mengoperasikan skema sertifikasi profesi bagi masyarakat industri.(*)









