“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi

Avatar photo

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu Kabupaten Ngada Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Perkuat  Pendidikan Politik dan Demokrasi. (Foto: Humas Bawaslu Ngada).

Bawaslu Kabupaten Ngada Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Perkuat Pendidikan Politik dan Demokrasi. (Foto: Humas Bawaslu Ngada).

Bajawa.Metrosiar- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngada resmi menyalakan alarm perlawanan terhadap politik uang, hoaks, dan budaya demokrasi transaksional yang selama ini dianggap lumrah. Kali ini, medan perjuangannya bukan hanya di lapangan politik, tetapi langsung masuk ke jantung intelektual: kampus.

Melalui kerja sama strategis dengan STIPER Flores Bajawa dan STKIP Citra Bhakti, Bawaslu Ngada mulai membangun kekuatan baru pengawasan partisipatif berbasis mahasiswa. Langkah ini bukan sekadar seremoni tanda tangan MoU yang berakhir jadi pajangan administrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada, Antonius Ndiwal menegaskan bahwa kerja sama tersebut langsung diperkuat dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berisi agenda konkret pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu berbasis kampus.

“Kampus tidak boleh diam saat demokrasi dirusak politik uang dan hoaks. Mahasiswa harus jadi kekuatan moral yang berani melawan,” tegas Yanto, Rabu (13/5/2026).

Lewat kerja sama ini, mahasiswa akan diterjunkan langsung dalam berbagai program strategis, mulai dari pendidikan politik, pengawasan partisipatif, pencegahan politik uang, hingga riset akademik terkait pemilu dan demokrasi.

Ketua Bawaslu Ngada, Antonius Ndiwal, S.Fil, M.Th. (Foto: Istimewa)

Tak hanya belajar teori di ruang kuliah, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam KKN tematik pengawasan pemilu agar bisa merasakan langsung bagaimana menjaga demokrasi di tengah masyarakat.

Baca juga:  Lagi-Lagi.!! STKIP Citra Bakti Ngada Toreh Prestasi Membanggakan, Masuk Klaster Madya pada Klasterisasi PT 2026

Bawaslu menilai kampus memiliki posisi penting sebagai pusat lahirnya kesadaran kritis dan gerakan perubahan sosial. Karena itu, generasi muda dinilai harus tampil di garis depan melawan praktik politik kotor yang terus menggerogoti demokrasi.

“Mahasiswa punya pengaruh besar mengubah pola pikir masyarakat. Kampus harus menjadi benteng terakhir demokrasi yang sehat,” ujar Yanto.

Bawaslu juga menyoroti masih rendahnya partisipasi generasi muda dalam pengawasan pemilu di Kabupaten Ngada. Minimnya literasi politik membuat banyak anak muda memilih apatis dan hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi.

Fenomena “serangan fajar” pun menjadi perhatian serius. Bawaslu berharap keterlibatan mahasiswa mampu memutus budaya politik transaksional yang selama ini terus diwariskan dari pemilu ke pemilu.

“Kalau politik uang terus dianggap biasa, demokrasi akan hancur pelan-pelan dari dalam. Kampus harus berani melawan budaya itu,” tandasnya.

Di era media sosial yang dipenuhi propaganda digital, hoaks politik, dan politik identitas, Bawaslu mengaku terus menyesuaikan pola pendidikan politik agar lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Baca juga:  Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur

Meski demikian, Yanto memastikan kampus harus tetap steril dari kepentingan politik praktis. Ia menegaskan Bawaslu hadir bukan untuk membawa agenda politik tertentu, tetapi justru menjaga independensi dunia akademik.

“Kami masuk kampus bukan untuk berpolitik, tetapi supaya kampus tidak diperalat kepentingan politik,” tegasnya lagi.

Bawaslu juga memberi peringatan keras bahwa siapapun yang terlibat dalam penyebaran hoaks politik maupun pelanggaran pemilu tetap akan diproses sesuai hukum, termasuk mahasiswa atau civitas akademika.

“Kalau terbukti melanggar aturan, tidak ada yang kebal hukum,” ujarnya.

Bawaslu Ngada optimistis generasi muda tetap menjadi harapan terbesar bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Menurut Yanto, perubahan hanya akan lahir dari anak muda yang berani melawan politik stagnan, politik uang, dan budaya kekuasaan yang merusak demokrasi dari akar rumput.

“Generasi muda adalah pemilik masa depan bangsa. Demokrasi yang sehat hanya bisa lahir kalau mereka berani ikut mengawasi dan melawan politik busuk,” pungkasnya.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB