Langka, Produsen Briket Kelapa Stop Produksi

Avatar photo

Rabu, 23 April 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Briket Kelapa Makin Langka buntut dari ekspor yang meningkat. (Istimewa)

Briket Kelapa Makin Langka buntut dari ekspor yang meningkat. (Istimewa)

Metrosiar – Belakangan ini harga kelapa di Indonesia mengalami kenaikan signifikan yang dipicu oleh tingginya volume ekspor kelapa butir.

Dalam dua bulan terakhir, Indonesia mengekspor kelapa butir sebanyak 71.077 ton ke beberapa negara, termasuk Vietnam, Thailand, dan China, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal ini pun mendapat perhatian dari Denni Fauzi, Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA).

“Kami sebagai pelaku usaha salah satu turunan kelapa sangat mengkhawatirkan hal ini khususnya di dalam industri arang briket kelapa karena banyaknya produsen briket stop produksi,” kata Denni.

Ketersediaan kelapa menjadi faktor krusial bagi kelancaran produksi briket arang kelapa di Indonesia.

Mayoritas produsen briket kelapa di Tanah Air berada di Pulau Jawa, namun kini mereka menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan baku kelapa yang semakin mahal.

Sejumlah 60 persen produsen briket kelapa terpaksa menghentikan produksinya karena keterbatasan bahan baku.

“Kita semua bisa hitung dampak dari ini berapa jumlah orang yang akan kehilangan pekerjaannya, apalagi ditambah kondisi ekonomi kita tidak baik – baik saja, dan kami yakin faktor terbesar bahan baku langka di karenakan ekspor kelapa butir berlebihan membuat banyak sekali dari kami yang stop produksi,” tegas Denni Fauzi.

Baca juga:  NDC 3.0 Jadi Penentu Pasar Karbon, Indonesia Bidik Peluang di COP30
Potret Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA), Denni Fauzi, yang memberikan pernyataan terkait lonjakan harga kelapa di Indonesia dan dampaknya pada industri briket arang kelapa.
Potret Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA), Denni Fauzi, memberikan pernyataan terkait lonjakan harga kelapa di Indonesia dan dampaknya pada industri briket arang kelapa. (Dok. Pribadi)

Lebih lanjut, Denni Fauzi menyoroti ekspor kelapa butir justru bertentangan dengan tujuan pemerintah yang seharusnya mendukung hilirisasi, yaitu untuk meningkatkan pendapatan nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan mentah, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Ekspor kelapa butir ini merupakan bentuk bahwa pemerintah tidak mendukung agenda nasional terkait hilirisasi yang bertujuan meningkatkan pendapatan nasional, mengurangi ketergantungan bahan mentah dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Fauzi.

“Kami sebagai produsen arang briket kelapa ekspor, sangat kecewa dengan adanya hal ini karena kami sudah berjuang untuk mewujudkan dan mensukseskan agenda nasional terkait hilirisasi dan kami juga tidak bisa bayangkan kalau masalah ini tidak segera diselesaikan dengan cepat akan berdampak luar biasa pada seluruh produsen kelapa dan turunannya di dalam negeri,” kata dia.

Baca juga:  Larangan Kendaraan Dinas untuk Mudik, KPK Minta Pengawasan Ditingkatkan

Menurut data dari Food and Agriculture Organization (FAO) 2023, Indonesia menghasilkan 18.000.000 ton kelapa per tahun, menjadikannya sebagai negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Namun, meskipun memiliki perkebunan kelapa terluas, Indonesia kini menghadapi krisis kelapa di dalam negeri.

“Saya tidak tahu ini ironis atau lucu, karena Indonesia dengan Perkebunan kelapa terluas di Dunia mengalami krisis kelapa di dalam negeri, ibarat kelaparan di lumbung padi,” ujar Denni Fauzi dengan nada prihatin.

ASBRINTARA pun mendesak agar pemerintah, khususnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, segera mengambil langkah moratorium ekspor sementara.

Mereka juga meminta agar pemerintah merancang regulasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan petani hingga pelaku industri kelapa di dalam negeri.

Dengan adanya kebijakan yang tepat, diharapkan produksi kelapa dalam negeri dapat stabil dan mendukung keberlanjutan industri briket arang kelapa, serta menyelesaikan krisis kelapa yang kini melanda Indonesia.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Denyut Perdagangan Kambing dari Pasar Sentral Sudu Menuju Palopo Jelang Idul Qurban
LSP Takarsa Jakarta Menuju Lisensi Resmi, BNSP Apresiasi
Berita ini 126 kali dibaca
Lonjakan harga kelapa di Indonesia disebabkan oleh tingginya ekspor kelapa butir, yang mencapai 71.077 ton dalam dua bulan terakhir ke negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan China. Hal ini berdampak pada industri briket arang kelapa, dengan banyak produsen yang terpaksa menghentikan produksi akibat kelangkaan bahan baku. Denni Fauzi, Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA), menyatakan kekhawatirannya terkait krisis kelapa dalam negeri yang ironis meski Indonesia memiliki perkebunan kelapa terluas di dunia. ASBRINTARA mendesak pemerintah untuk mengambil langkah moratorium ekspor sementara dan merancang regulasi yang mendukung industri kelapa dalam negeri.

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut

Senin, 18 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB